Senin, 25 Agustus 2014

25 Agustus 2014

Mungkin hari ini dewa malu sedang berpihak padaku. Kenapa? Ya mari kita mulai.

Di awali dari pagi hari ketika upacara. Saat sudah baris, seorang guru menarik paksa untuk baris di depan menghadap timur. Kamu tau apa? Itu hukuman.

Aku hanya diam saja dan jalan ke depan. Awalnya aku kaget dan malu. Tapi makin ke sini-sini, rasa maluku beku. Terserah.

Pada saat baris menghadap timur, aku di depan. Karena panas, yang aku rasa hanya silau. Dan aku hanya menunduk karena keringat mulai bercucuran.

Upacara berlangsung, entahlah, tapi rasanya sangat cepat. Padahal ada persembahan dan pelepasan guru.

Setelah selesai, kami (yang mendapat hukuman) di suruh mengisi surat pernyataan dan di kumpulkan besok dengan tanda tangan orang tua dan wali kelas. Yasudahlah~

Oleh-oleh dari menghadap timur adalah belang di sekitar mata. Karena aku pakai kacamata dan gak aku lepas. Ya tidak masalah, ini kenangan. Kenangan pahit sekaligus manis. Wahai guru yang menarikku, saya akan mengingatmu selalu. :*

###

Pas di kelas... Ah. Ini gak usah cerita aja deh. Memalukan. Sangat amat memalukan. Tapi bagian dari kenangan hari ini juga.

Jadi gini, Ala lagi ngerjain kimia. Dan waktu temanku bertanya, "La, ngerjain apa?", aku menjawab, "fisika pak Mardi". Nada menjawabku sungguh menthel dengan kepala menggeleng ke kiri. Pahit pahit.

Serempak, 6 meja tertawa dan mencoba mengikuti caraku berbicara. Pahit. Pahit sekali.

Ah sudahlah.

###

Sebagai bonus, ada cerita tentang "tempat duduk keramat".

Di kelasku itu duduknya disik-disikan. Jadi siapa cepat dia dapat. Pasangannya gak pernah ganti. Tempatnya aja yang ganti.

Biasanya kalau jam 6:40 itu kelas udah rame dan yang belakangan dapat belakang, pojok pula. xD

Tapi pagi ini beda. Aku sampai di sekolah kisaran 10 menit sebelum bel. Parkiran udah hampir penuh. Aku berpikir pasti dapat belakang. Dan kamu tau apa? Tempat dudukku masih kosong dan kelas udah penuh.

Aku agak berspekulasi, pasti ada yang gak berani duduk sini karena takut aku marah. Agak pekewuh juga sih. Ragu buat duduk situ. Dan akhirnya aku tanya temanku, "ini kosong?", dia menjawab singkat, "iyo". Aku bertanya lagi, "tenanan?", dia menjawab, "iyo, keramat".

Aku langsung tau arah pembicaraannya. Iya emang, semenjak aku duduk situ, aku udah 2x maju di tunjuk sama bu Hartini, di cek catatan sama guru-guru terutama bu Kamti. Yaps. Pas ada PR dan aku belum ngerjain, untuk pertama kalinya bu Kamti marah dan pergi. Ya itu asalnya di aku. Jadi bisa di simpulkan bahwa duduk situ itu harus tau materi terakhir dan siap mental bakal di tunjuk maju, apalagi bu Hartini. xD

Yah. Hari ini emang penuh cerita yang memalukan. Tapi gak masalah (sekali lagi), ini hanya bagian untuk di ingat, apalagi aku angkatan kurikulum 2006 dengan rasa 2013. ;)

Sekian.