Jumat, 29 April 2016

Sepi

Aku terlampau emosi
Sulit menahan diri
Sampai aku melukai

Jumat, 29 April 2016

Aku tidak menyangka akan melakukan hal ini. Di luar dugaan dan ternyata benar... aku melukaimu. Aku tidak bermaksud begitu. Tapi pahit, aku justru melakukannya.

Kenyataannya parah. Semua menjadi asing. Hampir-hampir aku tidak mengenal siapapun. Di sini ramai. Tapi yang aku rasa justru sepi. Sangat sepi. Sangat teramat merasakan kesunyian. Sunyi sepi dan sendiri.

Aku tau, kamu pasti kecewa. Kecewa dengan sikapku yang benar-benar membuatmu menyalahkan diri sendiri.

Aku tidak bermaksud begitu.

Aku salah.

Maaf, aku sudah bersikap bodoh. Dan maaf, aku melukai hatimu.

Senin, 25 April 2016

13:28 - 6/2

Pernyataan yang mempunyai makna sebaliknya. Pernah kamu mengetahui apa maksudnya? Aku ambil contoh, cowokmu misal dideketin sama cewek, padahal kamu cemburu, tapi kamu dengan "sok"nya bilang "yaudah kamu sama dia aja" padahal dalam hati kamu ga setuju, atau udah sangat cemburu, kata lain kamu gamau smp itu terjadi.

Rabu, 20 April 2016

Nyaris

Rabu, 20 April 2016

Pagi itu, aku terburu-buru. Bukan karena semangat, tapi aku harus segera nge-print beberapa surat. Aku takut antri, karena gak mau telat. Dosen baru, dosen disiplin, katanya.

Setelah menyalakan paket data, aku membaca pesan dari mbak Yuna. Segera aku buka laptop dan mengedit format surat.

Aku bergegas mandi. Setelah mandi, aku santai-santai dulu menunggu jam 6:50. Yaa, 10 menit lagi.

6:50. Aku keluar kamar dan mengeluarkan motor. Sejujurnya, aku tidak fokus. Aku menatap Indomaret dengan perasaan yang sebenarnya putus asa. Entah kenapa.

Di pertigaan keluar gang, aku ke kanan. Aku melihat ibu-ibu berjalan lambat, tapi ternyata beliau menepi untuk belanja. Bergegas aku ke kanan, tanpa tengok ke kiri. Aku memacu motorku sambil menengok spion.

Yaa, karena ada yang mengklakson. Spion-ku terlalu rendah, jadi aku harus melihat sedikit ke bawah. Aku baru sadar, ternyata aku terlalu ke kanan. Tepat di depanku ada dua anak sekolah yang berboncengan. Entah saat itu aku mikir apa, aku kaget.

Benar-benar kaget. Bayangkan, kecepatanku termasuk tinggi, dan dia juga. Sama-sama tidak pakai helm. Parah.

Alhamdulillah. Reflek kita bagus. Aku ke kanan dan dia ke kanan juga (menurut arah masing-masing). Seharusnya mungkin ke kiri. Untungnya dari arah sebaliknya tidak ada kendaraan. Jika iya, mungkin aku sudah tamat. Yang aku pikirkan justru kepalaku.

Semisal kita sama-sama tidak reflek, mungkin kita benar-benar tabrakan. Kau tau? Itu benar-benar dekat dan tepat di depanku.

Kalau benar tabrakan, mungkin luka terberat adalah kepala. Sudah pasti aku terlempar, tidak mungkin ke samping.

Setelah banting stir, aku ndredeg. Tanganku bergetar. Benar-benar takut. Dan yang tadinya tidak fokus, malah bubar. Iya, jadi kosong.

Teringat kejadian akhir tahun. Aku nyaris menabrak mobil yang berhenti mendadak di depanku, aku berhasil tidak menabrak, tapi motor dibelakangku, dia menabrak. Alhasil dia jatuh. Parahnya, mobil di depanku tidak berhenti, dia tetap melaju.

Aku ndredeg. Aku cemas. Aku merasa bersalah sama motor yang jatuh tadi. Mungkin dia berusaha menghindariku tapi malah menabrak mobil di depanku. Kau tau? Benar-benar merasa bersalah.

Yang mau aku syukuri hari ini, aku masih diberi kehidupan. Bahkan aku tidak terluka sama sekali. Hanya kaget.

Ah..

Masih tergambar jelas kejadian tadi, takut. Benar-benar takut.

Sabtu, 16 April 2016

Web to the toon

Bukan berusaha
Namun memang seharusnya
Kita tidak menuntut apa-apa
Bukankah sudah cukup?
Dia berada di sini
Dan tidak pergi

Selamat malam hati-hati yang terdengar patah. #tsah

Lagi menunggu e-mail terkirim nih. Bukan ding, lebih tepatnya file-nya siap kirim. Susah amat dah sampe gagal. Selagi menunggu, mari menulis mengetik.

LINE Webtoon. Duh kecanduan. Parah banget.


Sebenarnya aku bukan tipikal orang yang suka baca komik. Kenapa? Karena tidak tau cara bacanya. Iya sih, komik itu bergambar dan terkesan tidak membosankan dibandingkan dengan buku yang tebelnya saingan sama dempul kamu (read: novel). Aku bingung gimana cara bacanya, dari kanan ke kiri, atau atas ke bawah, atau muter-muter, atau gak usah dibaca aja kalik ya.

Tapi semua berubah, ketika aku menyukai komik di Instagram. Mayoritas hanya 4 kotak dan lebih mudah untuk dibaca. Singkat, tapi kadang penuh makna. Karena aku anak kos dan menghemat kuota, kalau ketemu wifi biasanya baru baca komik di Instagram. Tapi lebih seringnya di rumah sih.

Ada salah satu komikus Instagram yang aku follow, dari dia sering update sampai jarang update karena mau dibukukan ceritanya. Keren ya? Sampai buat buku begitu.

Bahkan ada yang sampai berkali-kali masuk 9GAG.

*standing applause*

Terus hubungannya sama Webtoon?

Nah ini, tahilalats. Udah pada tau kan pasti? Komik yang menurutku di luar logika. Ceritanya juga gak terduga dan hampir sulit diterima logika. Semacam thinking outside the box. Jadi jalan ceritanya sulit ditebak dan pasti penuh kejutan.

Awalnya aku gak tertarik baca tahilalats di Webtoon, sampai pada akhirnya aku gabut dan penasaran sama Webtoon. Akhirnya aku baca lewat web, gak aku download, takut menuh-menuhin memori. Episodenya udah ratusan. Jadi bacanya puas, soalnya banyak dan pastinya beda cerita sama yang di Instagram. Pas baca tahilalats, ada baiknya dinikmati dan gak perlu dipikir panjang-panjang. Ya biar dapet feel-nya aja.


Ya gitu deh. Two thumbs up lah buat kreatornya!

Terus kok sekarang punya aplikasinya?

Nah, singkat cerita. Aku tanya ke temen-temenku, bisa gak sih Webtoon dibaca offline, katanya bisa. Langsung aja aku minta aplikasinya (males download). Pas udah di instal, aku nyoba buat offline. Dan ternyata gagal pemirsaaahhh......

Katanya offline itu kalau aku download episodenya, Hmm. Hmm. Hmm. Yaudahlahya, udah terlanjur di instal, sekalian baca yang lain.

Aku inget banget, pertama punya itu hari Minggu dan besoknya UTS. Aku matiin lampu kamar dan siap tidur, tapi aku belum bisa tidur, jadi aku baca Webtoon. Aku baca My Pre-Wedding. Anak Webtoon pasti tau. Sumpah ya, parah banget. Itu aku baca sampai jam setengah 12 malam apa ya. Kecanduan banget asli. 18 episode aku baca sampai selesai.


Aku khilaf.

Komik di Webtoon itu mudah dibaca, soalnya baca dari atas ke bawah. Jadi lebih jelas dan aku gak bingung bacanya~~~ apalagi cakep-cakep~~~ lalalala~~~

Ya begitulah, terima kasih buat komikus Indonesia. Teruslah berkarya! Dan jangan bosan untuk selalu menghibur. :3

Jumat, 15 April 2016

Sebentar saja

Tidak seperti yang aku bayangkan
Jauh dari ekspektasi
Tapi sebenarnya ini selalu terjadi
Apa yang bisa aku lakukan?

Mampukah marah?
Lalu menyalahkan keadaan?

Seolah bertanya, "Mengapa harus aku?"
Haruskah?

Tidak!

Bilamana kau melihatku sebagai orang yang acuh
Terserah

Tolong
Aku ingin istirahat
Sebentar saja

Selasa, 12 April 2016

Sedih to?

Selasa, 12 April 2016
Pukul 20:08 WIB

Sudah jam segini, tapi tidak mau ngapa-ngapain. Padahal besok ujian. Kalkulus II lagi.

Aku. Yang saat ini sedang bersandar pada tempat tidurku, dan saat ini mengetik di HP, dengan raut wajah datar seperti sedang banyak pikiran. Padahal tidak ada yang dipikirkan.

Entahlah. H-15 jam menuju ujian kalkulus II, tapi masih gak paham apa-apa. Membaca soalnya saja malah bingung ini harus diapakan selain dilihat. Parah gak?

Aku kenapa sih? Kok tiba-tiba jadi begini. Padahal tadi udah bagus-bagus ketawa-ketawa. Tau-tau bisa begini. Plis deh.

Aku puber kapan. Tapi labilnya gak abis-abis. Udah remaja akhir juga. Masih aja belajar nunggu mood bagus.

Beberapa menit yang lalu mendapat pesan
"Jgn lupa
Wanita itu mulia
Jangan sedih"

Begitu. Pesan singkat. Sangat singkat dengan dua enter.

Ketahuilah, ketika seseorang bersedih, ia bukan sedang bersedih, melainkan sedang tidak bahagia.

YA GITU LAH. Terima aja quote of the day. Dadah.