Kamis, 28 November 2013

Ilang

Hari ini gue habis diliputi rasa sebel gara-gara dikerjain. Untungnya gue gak nangis kayak kemarin. Hahaha.

Jadi kemarin itu, Rabu (27/11), gue nangis untuk pertama kalinya di kelas 11. Ceritanya gini...

Bel jam ke 3 udah nge-haaa-haaaa-hahahaha-hahaha sendiri. Gue udah selesai ngerjain tugas agama sebagai pengganti ulangan. Gue bahagia dan gue akhirnya nyante-nyante sambil dengerin lagu pake earphone. Gue gerakin bahu, kaki, tangan, bahkan kumis gue ikut nari. Gak peduli temen-temen gue pada keganggu apa gak.

Tapi bel jam ke 4 bunyi, ini guru gak dateng-dateng. Gue mulai mikir, ini pasti kosong. Sampai pada akhirnya dari arah genteng pintu, temen-temen pada grudukan. Ternyata gurunya udah dateng. Beliau cuma nyuruh untuk membaca bab terakhir dan nagih tugas. Gue lepas earphone dan mulai nyari kertas gue. Dan bayangkan, GAK ADA!!


Gue panik. Apalagi Arfi sama Adil malah nge-hiyakle-in gue. Gue makin panik lagi. Gak cuma itu aja, gurunya langsung pergi dan temen-temen pada ngoyak sambil ngumpulin tugas.

Arfi sama Adil ngasih saran buat ngulang. Gue pengen nangis. Karena kalo ngulang apalagi harus cari lagi jawaban itu sendiri, itu bikin capek dan gak cukup kalo rampung pas istirahat tar.

Gue mandangin Arfi dengan tampang melas. Entahlah, mungkin mata gue emang udah berkaca-kaca dan dia bilang "eh ojo nangis rum, tak goleke sik naknu". Tapi itu gak cukup. Apalagi Adil ngambil tugasnya Ala dan numpukin sekalian.

Gue pengen nyegah. Gue pengen bilang "tunggu, aku tak nirun sik" tapi tercekat. Karena kalo sekali gue ngomong, gue pasti nangis! GUE DILEMA!

Gue akhirnya pasrah dan mulai ndedel 2 kertas dari bindernya Ala dengan perasaan dongkol. Gue mulai nulis 1-50 di kertas itu. Dan pas gue nulis, Ala dateng sambil ngomong "tugasku, tugasku ndi", dan dia mulai nyari-nyari di bindernya. Tanya sama gue tapi gue lagi sibuk................sibuk menarik nafas dan bersikap tenang untuk ngomong "udah ditumpuk Adil".

Tapi takdir berkata lain, disela-sela kepanikannya Ala, dia tanya "kon nggarap opo rum?". GUE PENGEN NANGIS!!!! Gue gak sanggup ngomong!! Gue......gue......gue sedih.

Dan gue akhirnya menuliskan kata "Ilang" di lks. Ala ngeliat kata itu dan mungkin sedang mencoba mencerna maksud gue. Dan tangisan gue PECAAAAH!! Gue udah gak sanggup buat nulis. Gue sediiiihhh!!
gue sebut......kenangan
Sekian detik tangisan gue, Ala bilang "eh rum, nggonamu wis ditumpuk Amin, mau dijileh Amin, ojo nangis rum". Gue malah makin nangis. Dan Ala nglanjutin omongannya "saiki nggonku mah sing ilang jal". Gue pengen ketawa. KENAPA?! Lo harus tau gimana ribetnya Ala cari kertasnya. Susah buat nulis gambaran gimana polosnya Ala.

Disela-sela tangisan gue, Arfi sama Adil datang. Mereka liat gue nangis dan ketawa. Si Adil ngedeketin muka gue dan nunjuk-nunjuk gue sambil bilang "ih nangis" sambil ketawa. Gue tetep nangis, tapi kali ini sambil ketawa.

Dan berkat kejadian ini, gue akhirnya ngerti.
Ketika mata menangis dan bibir tertawa dalam waktu bersamaan, maka akan mendorong umbel cair meler dari hidungmu.
Oke ini menjijikan. :|

Begitulah kisah gue kemarin, betapa cengengnya gue. Tapi suer, kalo itu terjadi sama kalian, kalian juga akan melakukan hal yang sama. Bedanya kalian nangis apa enggak. Itu aja._.

###

Dan hari ini, Kamis (28/11), gue dikerjain Arfi sama Adil sampe gue sebel.

Jadi waktu itu pelajaran matematika, disuruh ngerjain soal nomer 8 yang ada di buku paket. Gue gak nggagas, karena gue gak punya bukunya._. Gue gojek sama Ala.

Sampai pada akhirnya, Arfi ngasih buku paket matematika dan gue disuruh nggarap. Tapi gue nolak. Oh ya, waktu dia ngasih itu, covernya itu bagian belakang buku, bukan depan.

Nah, tiba-tiba gurunya bilang "sudah bisa?". Gue mulai inisiatif buat nggarap. Gue akhirnya nerima tawaran mereka berdua. Gue tanya halaman berapa. Tapi mereka nyuruh gue tanya yang lain. Gue tanya Ririn, dan Ririn jawab 216, gue buka dan hasilnya beda karena tulisan di buku paket gue kuning, sedangkan punya Ririn biru.

Gue mulai celingukan nyari buku paket yang kuning. Sampai akhirnya Umi bilang "rum, kui buku kelas 1, aku mau yo diapusi". Gue buka cover depan dan gue tersadar, ini buku kelas 10. Dalam waktu yang sama, Arfi, Adil, Bison, Bowo, Ala, dan Umi ketawa liat gue. Gue merasa hina.

Arfi bilang disela-sela tawanya "ealah to rum, rum, gampang men diapusi, suk neh yo, eh ojo, ndak nangis". Gue sebel dan mulai nge-emboh-emboh-kan mereka.

###

Pernah juga waktu itu gue dibully sama Ala, Adil, dan Arfi setelah kejadian seseorang masuk ke kelas gue dan sukses membuat gue di-cie-in sekelas. Gue emang selalu kalah kalo beradu argumen sama mereka. Gue pasrah, mutung, dan balik badan.

Sampai tiba-tiba mereka berdua manggil "rum, iki drawing pen-e sopo mbok dokok kene?". Gue mlinguk dan gue ketawa. Tapi serius gue malu. Mereka bertiga (ditambah Ala), ketawa ngakak gak berhenti-henti. Ah, memalukan memang.

###

Ada lagi nih, jadi ceritanya Ala habis tidur. Gue bilang sama dia "kemarin aku habis nangkap nyamuk". Hening. Dia tanpa ekspresi. Dan gue nglanjutin "yaudah gitu aja". Si Ala langsung ketawa sampe nangis, dia bilang "arum php, tak kira ki ngopo, ra penting banget". Dan tiap gue keinget ini, gue selalu ketawa. Hahahaha.

###

Sekian cerita dari gue. Semoga temen-temen gue diberi jalan yang lurus untuk tobat biar gak ngerjain gue lagi. Aamiin.

Selasa, 12 November 2013

Katakan "Tidak" Pada Penyakit Saat Musim Hujan

Hujan. Bagi sebagian orang, hujan adalah waktu yang tepat untuk bergalau-galau ria. Hujan seakan lorong bagi manusia-manusia galauersuntuk masuk dan menyelam ke dalam kubangan kenangan pahit ataupun manis.

Namun, tak sedikit diantara mereka yang tepar karena melupakan kesehatan sendiri. Mereka menganggap dengan tidak makan, tidak minum, bahkan tidak bernapas bisa membuat kegalauan mereka semakin berkualitas.



Berikut tips dan trik menjaga kegalauan kesehatan saat musim hujan datang:

Segera mandi dan keramas bila kehujanan
Hujan-hujanan adalah hal yang menyenangkan ketika masih kecil. Apalagi jika ada grojogan dari atap rumah dan kita menganggap seakan air terjun. Best moment ever~
sumber: google
Namun pada saat kita dewasa dan kita tidak membawa payung atau jas hujan, kita akan dihadapkan oleh 2 pilihan, menunggu atau nekat. Bagi seorang yang berprinsip time is money, maka nekat adalah hal yang lumrah. Namun bagi mereka yang berprinsip enjoy your life [atau apalah terserah], maka menunggu adalah jawabannya.

Bagi mereka para penerjang hujan, sekujur tubuh basah kuyup adalah hal yang biasa. Nah, tunggu apalagi? Segeralah mandi dan keramas. Agar badan segar dan mencegah terserang flu. Bila tidak memungkinkan mandi, gantilah pakaian kalian dengan pakaian kering agar tidak terlalu lama basah.

Selalu cuci tangan dan sikat gigi
Sampai rumah jangan lupa mencuci tangan agar tidak menebar virus kemana-mana. Apalagi musim hujan begini, jangan mengira dengan terkena air hujan maka sudah termasuk cuci tangan.

Tak lupa juga menyikat gigi sesudah makan, saat mandi, dan sebelum tidur. Karena virus juga bisa masuk melalui mulut. Tapi ingat, sikat gigi menggunakan pasta gigi, bukan sabun Dove.

Minum air
Perbanyak minum air putih agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
sumber: google
Jangan minum air hujan apalagi dipadukan dengan sirup. Jangan. Itu tidak sehat.

Sediakan minuman hangat
Daya tahan tubuh kita akan menurun jika terlalu lama merasa kedinginan. Jangan memeluk magic jar agar kalian merasa hangat. Atau agar terlihat hardcore, kalian malah berbaring di atas kompor yang menyala, kerokan menggunakan setrika, atau menyetrum diri sendiri. Jangan.

Kalian bisa membuat cokelat panas, teh hangat, atau mungkin wedang jahe Saraba. Jika kalian malas untuk membuat, bisa membeli di warung, kalian hanya tinggal merogoh kocek 2000 sampai 3000 saja. Mudah kan?

Jaga asupan makanan sehat
Konsumsi perbanyak makanan yang mengandung gizi seimbang [4 sehat 5 sempurna].
sumber: 9gag
Ada baiknya jika kalian mengonsumsi makanan yang berkuah, seperti sup, soto, atau sayuran yang berkuah. Makanan berkuah membantu kalian agar tetap merasa hangat.

Hindari begadang
Baterai HP aja butuh di-charge, masa’ kalian enggak?

I mean, kalian butuh tidur. Tidur yang cukup di malam hari bisa memulihkan stamina setelah seharian beraktivitas. Tidur membantumu melupakan sejenak masalah yang sedang bergejolak, mengurangi stres, dan bisa lebih berpikir jernih.

Ada sedikit tips agar kalian cepat tidur:
  • Tutup kedua mata, karena kalo cuma satu mata takutnya disangka Jaja Miharja.
  • Tiduran, bukan khayang.
  • Hitung domba loncat dari 1-193778.
  • Jangan pasang tusuk gigi di mata biar kayak cagak.
  • Kalo tidur beneran tidur, jangan cuma pantomim.
Intinya, kalo tidur jangan lupa berdoa. Udah gitu aja.

###

Sekian tips dan trik agar kalian tetap sehat selama musim hujan. Penyakit terjadi bukan hanya karena musim hujan tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! #apalahini

Jumat, 08 November 2013

Hal-hal yang Selalu Ada Tiap PDKT

Junot sedang melompat-lompat senang, menarikan tarian aserehe karena baru saja mendapatkan hadiah mobil nomor hp [calon] gebetannya. Sambil terus senyum-senyum, jemari hitamnya mulai mengetik “Hai” dan dengan sekuat mental ia menekan tombol send.

1 menit...

2 menit...

60 menit...

254 menit kemudian...

*tring* *hp Junot bunyi*

[calon] gebetan: “Ini siapa?”
Junot: “Ini Junot, anak sebelah”
[calon] gebetan: “Oh”
Junot: *...........*

Kadang kita emang butuh mental baja untuk pdkt.

Hmm.....

Hari ini gue mau share kalimat-kalimat yang sering digunakan para pemedekate. Kalimat tersebut berangsur-angsur punah dan hilang dari peredaran, namun ada beberapa orang yang masih melestarikannya. Berikut:

Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam
Kalimat sapaan pengganti hai/halo biar rada’ panjangan dikit. Kalo mereka pake nomor esia 1rupiah/karakter, paling cuma hai doang. Pelit Irit.

Lagi apa?
Ini hal yang paling sering mereka kepoin. Atau mereka gak tau musti bahas apa. Untuk pemanasan boleh lah~

Udah makan?
Pertanyaan jenis ini bakal bikin lo males kalo convo-nya bisa jadi kayak gini:
“Udah makan belum?”
“Belum. Kamu?”
“Udah. Kamu makan dulu gih, tar sakit lho”
“Iya”
“Apa perlu aku suapin?”
“Gak usah”
“Yaudah makan dulu sana, tar kalo kamu sakit kan aku sedih”
Kalo udah gemes gini, gue pengen buruan ngerekrut dia jadi emak gue. Serius.

Udah shalat?
Tunggalnya udah makan ini mah. Tapi bedanya, bisa lebih horor. Seumpama gini:
“Udah shalat?”
“Belum, nanti. Kamu?”
“Udah. Shalat gih, sebelum kamu dishalatin”
“..................”
Ya kadang gapapa diingetin shalat. Cuma takutnya pas lo ingetin shalat, terus dia shalat, niatnya itu bukan karena Allah, tapi biar bales chat lo itu “Udah, aku udah shalat”. Biar keliatan alim atau apalah segala macam. Tapi ya serah juga sih~ gak boleh negative thinking~

Maaf
Ketika awal-awal pdkt pasti kata maaf itu bertebaran dimana-mana. Ya gitu, waktu pdkt itu sang pemedekate gak boleh membuat kesalahan sekecil apapun biar targetnya gak marah. Boleh deh~

Aku-Kamu-an
Cieeee yang pdktnya pake aku-kamu. Tar kalo jadian mama-papa. Pas putus musti ke Pengadilan agama. Titlenya jadi janda-duda. Cieeee.
Muehehe~

Pake emot
Nah ini, pake emot gak boleh kelupaan biar kesannya gak garing. Contohnya:
“Hai :)”
“Halo”
“Lagi apa? :)”
Pake emot itu emang semacam nunjukin kalo kita itu bukan robot. Tapi ya gitu, jatuhnya malah horor. Karena jadi sumeh banget.......... padahal kalo papasan kayak gak kenal. HAHAHA~

Hehe
Buat para pemedekate yang canggung, kalimat hehe di belakang itu pasti gak boleh kelewatan. Gue bayanginnya, ini pasti mereka meringis. Padahal juga datar-datar aja itu muka. Ya gitu deh.

Haha/Wkwk
Sudahi perjuanganmu jika [calon] gebetan kerap berkata haha atau wkwk.

Gue saranin buat kalian [baca: para pemedekate], kalian harus bisa semaksimal mungkin membuat convo itu mengalir apa adanya. Absurd gapapa. Itu hal yang malah jadi seru buat diomongin dan bisa ngangenin.

Luluhnya hati seseorang itu berbanding lurus dengan bagaimana convo itu berjalan. So, jangan sering kepoin dan ngatur [calon] gebetan lo dengan pertanyaan sederhana seperti itu. Ya untuk mengawali pembicaraan  gapapa lah, biar kesannya gak buru-buru. Tapi jika di tengah pembicaraan lo tanya hal yang sama, bisa jadi target lo itu jadi ogah-ogah-an buat jawab dan buru-buru end chat.

Ketika lo chit-chat, ibaratkan diri lo itu lagi face-to-face sama dia. Jadi apa yang lo bahas itu bisa lebih kemana-mana dan lo jadi gak mikir. Bukan berarti gak punya otak juga sih maksud gue. Ya intinya, lo harus bisa kreatif.

Lo juga bisa ngajak ketemuan target [kalo mau]. Karena chit-chat seseru apapun pasti akan menemukan titik kejenuhannya kan? :)

Selamat berjuang!

Sabtu, 02 November 2013

Hey you!

Aku merindukanmu
Canda tawamu
Teriakanmu
Kenakalanmu
Bahkan hal menyebalkan darimu

I miss the old you...

Jumat, 01 November 2013

kecoa oh kecoa

Minggu ini batin gue cukup tertekan. Cukup membuat gue lelah buat melangkah keluar. Menuju dunia perenungan. Oke, maksud gue kamar mandi.

Jadi gue habis dibikin stress sama sekian kecoa. Gue sebel, kenapa kecoa selalu datang gak pake permisi. Coba kalo dia pake permisi, GAK GUE IZININ MASUK. Hmm.

Awalnya tuh gini, eternit kamar mandi jatuh dari atas. Mungkin dia sedang patah hati, makanya bunuh diri. Lah iya, gak ada angin gak ada hujan eh asal jatuh gitu aja. Renyek pula.

Pedih.


Terus selang beberapa hari, ada satu kecoa yang nongkrong di sela-sela pintu. Gimana gak kaget coba?! Tapi gue berusaha sekalem mungkin. Gue berusaha stay cool.

Karena disitu gue lagi gak pake kacamata, alhasil pas wudhu guenya was-was kalo tuh kecoa jalan. Dan ternyata enggak. Alhamdulillah.

Dan hari berikutnya, berikutnya, seterusnya, sampai gue lupa hari apa, kecoa gak ada habisnya kayak cinta gue ke lo. Pagi ada 2 kecoa, dan udah dibunuh. Sore ada lagi, malam ada lagi. Tapi kecoanya gak lari-lari kemana. Dia stay di pojokan. Dia diam. Gue mikirnya mungkin udah tua.

Sampai suatu hari, pagi-pagi gue nemu satu kecoa mati telentang. Tragis nian hidupnya. Gue sih stay cool aja, dia kan udah mati. Pas gue mau mandi, gue lihat ada kecoa lagi. Gue amati dengan seksama, dan ternyata kepala mereka berdekatan. Itu kecoa hidup diam aja disitu. Gue mikir, itu pasti istrinya. Iya, itu pasti istrinya.

#nowplaying Kerispatih – Mengenangmu.

Endingnya, Mama ngebunuh kecoa hidup itu. Cinta mereka sungguh abadi sampai akhir hayat.

Oke, lupakan.

Pernah juga, kecoanya itu jalan-jalan. Emang gak cepet sih, cuma ya tetep nakutin berhubung gue udah takut duluan. Karena gue gak pake sandal, alhasil gue nyiram itu kecoa biar dia masuk ke tempat pembuangan. Gue siram. Siram. Dan masuklah dia. Kan katanya kalo mati tenggelam, masuk surga. Katanya sih, gue juga gak tau.

Tapi sekalipun pake sandal, gue tetep milih nyiram. Kenapa? Ya karena gue takut sekaligus gak tega ngerenyekin mereka. Membunuh mereka hidup-hidup. Hii.

Dan sekarang di kamar mandi masih ada kecoa yang lebih agresif. Kecoa yang lebih besar dan bisa terbang. Gue cethain, BISA TERBANG. Gue stress. Gue makin tertekan. Gue makin males mandi. Gue makin ketakutan karena kamar gue sebelahan sama kamar mandi itu. Tapi gue kudu gimana?

*nangis*

Pernah pagi itu gue ambil wudhu. Gue lihat sekeliling, gak ada kecoa. Gue bahagia. Sampai pas gue lagi raup, di kaki gue ada yang jalan-jalan. Gue langsung buru-buru njejakin kaki dan buka mata. Dan itu kecoa. Gue langsung siram pake air dan dia ilang gitu aja tanpa sebab dan dimana gue gak tau arah perginya.

Gue terdiam sekian detik sambil mandangin sekeliling. Tapi nihil. Yaudah, gue akhirnya ngulang wudhu.

Dan tiap inget ini, sekujur tubuh gue nyeri. Hmm.

Ada cerita lain juga yang akhirnya ngebuat gue bermigrasi dari kamar mandi utama ke kamar mandi di kamar Mama. Jadi pagi itu gue gak mau mandi duluan, gue suruh kakak gue biar dia sekalian ngebunuh. Jadinya kan pas gue mandi udah steril. Gue tau, gue emang curang. Hehe.

Pas gue mandi, gue punya firasat, ini pasti masih ada. Tapi sampai gue udah selesai sabunan, gue gak liat ada tanda-tanda kecoa. Sampai pada akhirnya, pas gue ambil botol sabun muka, kecoa itu muncul gitu aja. Dia jalan-jalan di kemiringan 90 alias vertikal. Jadi beneran lurus banget. Gue was-was dan langsung ganti baju sambil mata ngeliat itu kecoa. Dari gerak-geriknya pasti dia bisa terbang. Dan ternyata...

DIA TERBANG KE ARAH GUE.

Gue cablekin dia pake handuk. Dia jatuh. Gue buru-buru siram air. Gue siram, siram, siram dan masuklah dia ke pembuangan.

Dan lagi-lagi, tiap inget ini, gue selalu sukses merasakan nyeri.

Gue udah 2 hari gak ke kamar mandi utama. Gue udah ogah. Gue ogah. Pokoknya ogah. Gue maunya steril dulu.

Pengalaman gue sama kecoa emang selalu begini. Sekarang mata gue semakin awas. Tapi ya gitu, ini gak membuat gue semakin berani. Tapi semakin takut. karena pagi tadi gue ketemu kecoa dan gue lari. Orang normal pasti ngebunuh, lah gue lari........

Gue hina.

Gak cuma kecoa, sama hewan kecil-kecil juga takut. Jangkrik misalnya. Bentuknya mirip kecoa ukuran mini. Apalagi ya? Banyak deh.

Oh iya, adek gue, Syifa juga sama takutnya kayak gue. Dia pernah jam 11 malem ambil air minum di kulkas sendirian. Dia tuangin ke gelas dan pas nutup kulkas, ada kecoa muncul dan ngejar dia. Dia mundur-mundur dan nyiram itu kecoa pake air dingin. Tapi yang namanya kecoa kan agresif, dia makin ngejar. Dan Syifa lari bangunin Papa tapi gak bangun. Alhasil bangunin Mama sambil nangis. Mama bangun terus ngebunuh.

Bisa disimpulin, serumah yang takut kecoa itu aku sama Syifa. Dan gue beruntung, yang gak takut itu Mama, Papa, sama mbak Nuri. Jadi 3 banding 2.

Barusan gue mau selesai nulis ini, tiba-tiba gue melihat kecoa masuk kamar gue. Gue panik dan langsung naik kursi. Siaaalll!!!!

Kecoanya masuk ke kolong tempat tidur dan gak muncul-muncul. Gue bangunin Papa karena gue gak berani bangunin Mama. Dan kakak gue lagi les. Gue mungkin emang tega ._. hehe.

Papa ke kamar dan cek tetep gak ada. Gue was-was ini. Was-was. Gue cuma berdoa semoga Allah nunjukin itu kecoa tapi jangan tiba-tiba muncul di deket gue. 

Dan sampai akhirnya, pas gue lagi edit ini tulisan, gue melihat dia berjalan keluar dari kolong tempat tidur. Gue beranikan diri buat ambil tebah dan mukulin dia dengan sekuat tenaga sampai mati. Dan dia mati.

Gue bahagia.

Baru pertama kali gue menggeh-menggeh cuma gara-gara bunuh kecoa. Semakin lengkap kehinaan gue. -_-

Tuh kecoa tau aja kalo lagi gue grenengin.

Intinya gue bukan lagi pamer kehinaan. Cuma mau berbagi doang. Yaudah gitu aja. Hehe.