Jumat, 05 Agustus 2016

Selasa, 12 Juli 2016

Keluar

Semalam dapat kabar fixed. Agak berpikir panjang. Dan aku rasa, kabar ini akan menjadi awal untuk ke depannya. Entah bagaimana, tapi siap atau gak, jangan pernah lari.

Minggu, 10 Juli 2016

Random Post #3

Ah, sedang tidak ingin menulis apalagi bercerita. Tidak ada yang dipikirkan, padahal setiap buka laptop, pasti ada notes apa aja yang harus dilakukan dan dipikirkan. Bukannya dibaca malah nonton drama Korea.

Senin, 04 Juli 2016

Mulai ajaran


Random Post #2

Ganti template blog mulu sih, Rum. Kurang kerjaan?

Enggak sih, cuma bosen aja. Lagian nama blognya kan mathematician. Yaudah, gapapa dong ala-ala matematika gitu. Tapi gak suka. Aneh.

Dulu pernah pakai template blog. Girly parah. Pink. Biar lucu aja gitu. Tapi habis itu bosen juga. Suka yang sederhana emang. Pertama, karena gak berat. Kedua, enak dilihat. Paduan polkadot dan warna merah maron udah cukup kan ya?

Emang gitu anaknya, ujung-ujungnya balik ke yang pertama. Ibarat cewek kalau lagi belanja, muter-muter berjam-jam, ujung-ujungnya beli di toko pertama.

Ngomong-ngomong soal cewek, aku disuruh bisa dandan. Dengan alasan aku udah besar. Kuliah pake bedak, pake lipstik, tapi kok geli ya, aku bayangin aja gak kuat.

Kemarin iseng nyoba, aku habis mandi keramas, ngeringin rambut sambil ngaca-ngaca gitu. Terus lihat di meja riasnya mama ada lipstik. Aku coba pake. Terus aku geli, seriusan enggak kuat lihatnya, aku hapus.

Tapi, kalau dipikir-pikir, aku cuma gak PD sama diri sendiri. Mungkin aku pantes pake make-up, tapi ya gitu, gak PD. Jadi gak pernah nyoba.

Aku bingung harus mulai darimana. Gak tau caranya dandan juga. Hahahaha, yaudah sih, pelan-pelan, bertahap, tar juga bisa.

Bebas?

Minggu, 03 Juli 2016

Harusnya Mei, malah Juli

Kamis, 26 Mei 2016

Hari itu, gak ada kegiatan apapun selain kumpul bidang. Sebenernya aku lupa siangnya ngapain, kayaknya makan deh. Intinya, habis dzuhur aku udah di kos, gitu deh.

Di kos aku baca buku. Bukan buku kuliah sih, buku novel. Novelnya Tere Liye. Judulnya "Hujan". Keren! Recommended.

Jam 1:53 aku ditelpon papa. Ditanyain lagi di mana. Kayaknya tuh mau disamperin, tapi gak jadi. Terus jam 2:00 itu aku baru kelar baca buku. Padahal janjian kumpul jam 2:00.

Aku tanya jadi atau gak, oke, ternyata jadi. Jam berapa ya? 2 lebih deh. Hampir setengah 3.

Kita kumpul-kumpul, bahas sesuatu. Eh tiba-tiba kabidku bilang, "Mil, bar ashar yo". Kan aku gak paham ya, aku tanya, "kemana mbak?". Eh si Ayu yang jawab, "ke Jogja, Rum".

Semalem sih emang di grup sempet bilang gitu, tapi aku gak begitu tertarik buat ikut. Tapi entah gimana, sore itu aku tertarik buat ikut. Karena mereka naik kereta. Kan aku jadi mau. Belum pernah soalnya.

Jadilah kita ke Jogja. Setelah tanya-tanya ke yang bersangkutan di sana, kita fixed ke Jogja naik kereta keberangkatan jam 4:10.

3:17 aku baru sampai kos. Langsung mandi sama sholat.

3:35 aku keluar kos dan nyamperin Fayu. Oh iya, kita ke Jogja ber-5. Lintang ada urusan sore itu, jadi gak bisa.

Sampai di stasiun Balapan, kita (re: aku dan Fayu) beli tiket. Eh habis. Adanya jam 5:00. Ya mau gak mau beli itu. Nunggu sejam kita. Ckckck.

Aku, Fayu, Ayu beli es krim. Es krimnya namanya Aice.

Setelah itu, kira-kira setengah 5 lebih, kita masuk stasiun dan naik kereta. Duduk di kursi dan menunggu.

Ampun deh. Pertama kali nih! Excited! Tapi yang seneng aku doang. Hahahaha. Yang lain mah dah pernah, kecuali aku sama Ayu.

Duduk di kereta. Lihat jalanan. Mikir, biasanya aku yang di jalan dan nunggu keretanya lewat. Sekarang aku di kereta dan lihat orang nunggu. Jadi gitu rasanya. Sungguh amat biasa aja..

6:15 kita tiba di stasiun Lempuyangan.

Kita mau sholat, tapi musholanya penuh. Jadi pengennya di luar stasiun. Terus eh mas Very udah datang. Ngobrol sebentar, langsung ke mushola. Kata bapak-bapak yang ditanyain mas Very itu, "ini ke kanan 100 meter, musholanya di kiri jalan".

Kita jalan kaki. Ber-5 aja. Mas Very-nya nunggu mbak Maulida di stasiun.

Aku seneng. Kenapa? Beda aja, suasana Jogja sama Solo. Jogja lebih rame. Tapi ramenya gimana ya, gimana gitu.

Kita sampai di mushola. Kita sholat. Selesai sholat, aku sama Fayu beli tiket buat balik ke Solo keberangkatan jam 8:21. Bisa dibayangkan? 6:15 sampai Jogja, 8:21 udah balik. Ke Jogja numpang ambegan.

Mbak Maulida dateng. Kita ngobrol. Urusan kita itu cuma minta tanda tangan mas Very di surat tugas waktu FORMAT Ikahimatika.

Iya. Ke Jogja cuma mau gitu aja. Gitu aja. Gitu doang. Sip!

Gak sampai 5 menit yakin, urusan kita udah selesai. Setelahnya kita nunggu kereta. Kita belum makan malam, jadi maunya makan.

Mas Very dan mbak Maulida bersedia nemenin. Mereka ramah dan baik banget. Mereka gak langsung ninggalin, tapi ditemenin sampai kita balik ke Solo.

Kita jalan kaki cari makan. Sampai jauuuuh, ujung-ujungnya juga balik ke depan stasiun. Hahahaha.

Kita makan di penyetan. Parah dah. Waktu lewat itu, ada semacam makanan cepat saji. Kalo di Solo, harganya itu 7500, kalo di sana setara 12000. Hampir 2x lipat. Alig alig alig.

Sepanjang makan, kita ngobrol. Cerita tentang banyak hal. Hal hal hal hal hal hal hal. Kita dibilang gembelan berwibawa. Kenapa? Ya itu tadi, ke Jogja cuma buat minta tanda tangan.

Ada kejadian nih, sesudah makan, kabidku bilang, "foto dulu sama mereka". Blablabla. Eh dia bilang, "wah aku belum bayar". Bisa dibayangkan? Kabidku langsung mlipir buat bayar. Yang ada di situ ketawa semua, tar gak lucu dong, ke Jogja cuma buat bayar hutang. Lempuyangan ninggal utang.

Aku lupa selesai makan jam berapa. Tapi kayaknya sebelum jam 8. Kita menuju stasiun dan pamitan. Sebelum pamitan, foto dulu lah sama mereka.

Pas mau masuk untuk keberangkatan (cek tiket), aku videoin kan, eh bapaknya bilang, "kalo foto harganya nambah mbak". Aku jawab, "wah saya ngevideo pak". Terus dijawab lagi, "video apalagi". Ya aku mah hehe-in doang ya.

Nah si bapak itu mau dimintai tolong ngefotoin. Baik kan? Baik lah.

Kita pamitan dan selesailah urusan kita.

Kita nunggu kereta dateng. Sambil menunggu, kita foto-foto (lagi).

Dan...

Kereta dateng. Kali ini lebih bagus daripada yang tadi. Ada AC-nya, tempat duduknya juga lebih enak. Beda deh sama yang tadi.

Pada tidur. Pada capek mungkin. Aku baca cerita. Suara Dilan. Hahahaha. Sangat menghayati ceritanya.

Estimasi tiba di Solo tuh 9:28, tapi lebih deh. Soalnya di tengah-tengah perjalanan, keretanya berhenti, gak tau kenapa.

Sampai di Solo, kita ke parkiran dan langsung menuju kos masing-masing.

Capek, tapi aku seneng.

Pertama, naik kereta 2x dalam sehari.

Kedua, jalan-jalan sama bidang IV. Pertama kalinya keluar bareng mereka, walau gak full team, tapi gapapa. Semacam bidang IV on Trip. Azek.

Ketiga, ketemu sama mas Very dan mbak Maulida yang super duper baik dan ramah.

Keempat, ............... ini rahasia. Tapi ini poin terpenting kenapa aku berangkat.

Pokoknya, menyenangkan. Bertemu dan bersama orang-orang yang menyenangkan juga.

Terima kasih untuk 2 jam yang lalu. Dan terakhir, kapan jalan-jalan lagi? Eaaa.

Cerita di atas, ternyata ada di draft blogku. Entah aku yang lupa nge-post, gak mau nge-post, atau nunggu sesuatu, semacam dokumentasi. Aku coba mengingat lagi kala itu. Senyum-senyum sendiri. Ah... cerita yang menyenangkan. Apalagi poin keempat, aku lupa, tapi aku berhasil mengingat.

Hey, berceritalah, jika suatu saat kamu lupa, kamu masih bisa membaca untuk mengingat. Berceritalah, untuk dirimu, untuk kenangan, dan untuk rindu.

Ku harap begitu

Aku gak tau apa yang banyak orang pikirkan. Sekalipun aku ingin tau, tapi lebih baik tidak. Berjaga-jaga aja, mungkin aku tidak mau mendengar apa yang tidak ingin aku dengar.

Okay, tanggal berapa ini? 3 Juli. Aku tanya ke mama tentang mudik kita. Tapi berasa gak mudik. Sholat Ied di Boyolali, terus muter dulu di sini, baru ke Jogja, tapi gak menginap. Terus ke Semarang, nah kalau ini menginap.

Aku lupa deh, lebaran tahun kapan ya, habis dari Semarang terus ke Bandung. Aslinya aku mau cerita di blog, ada draft-nya, tapi baru dikit, gak aku lanjutin lagi. Jadi lupa. Ada beberapa momen yang terlupakan, bukan dilupakan.

Tanggal 9 Juli, katanya ada acara di Jogja. Terus aku kayak ingat gitu, tanggal 11 Juli itu ada apa, aku pikir-pikir, oh iya, pegawai pada masuk. Makanya, harus jalan perizinan.

Urusan kerjaan. Banyak yang harus diurus. Banyak!

Aku nanyain, tapi sendirinya aku pekewuh. Takut liburan mereka terganggu. Tapi aku bingung, kalau gak segera dipikirkan dan diurus, nanti gimana?

Aku gak tenang mikir begituan, tapi kok.......... atau aku yang terlalu ribet?

Yaudah sih, aku harap jangan pada terlena sama waktu libur. Ingat, deadline. Semangat!!

Sabtu, 02 Juli 2016

Dijaga ya

Teringat sesuatu. Waktu buber sama temen-temenku SMA, aku tanya ke mereka, pada ikut organisasi atau gak. Dan jawaban mereka adalah "enggak". Waktu aku bilang kalau aku ikut himpunan, ada salah satu dari mereka yang kayak merendahkan gitu, seperti bilang, "mending ikut BEM".

Jujur aja ya, itu tergantung pandangan. Aku mandang himpunan begini, BEM begini. Itu pendapat. Semua orang bebas mengungkapkan, tapi tolong, jaga ucapan.

Okay. Ada yang lain dari mereka, waktu itu aku gak lagi ngapa-ngapain, cuma lihatin mereka yang lagi foto-foto. Nah, salah satu dari mereka itu tanya, "gak pulang?". Aku jawab, "ya pulang, tapi nanti". Dia tanya lagi, "coba pulang o, nanti lak pada pulang". Aku tanya, "lah kok?". Dia jawab, "anak organisasi kan? biasanya penggerak hahaha".

Hah. Itulah realita yang harus dihadapi. Banyak kepala, banyak pikiran, banyak pendapat. Pertanyaannya, siap atau gak kamu berhadapan dan terbuka?

Seperti kata Dilan, "ada yang seperti aku, ada yang seperti kamu, ada yang seperti mereka, kamu mau semua orang sepertimu?".

Intinya, jaga ucapan deh. Okay?

Jumat, 01 Juli 2016

Gak ada cerita hari ini

Sedih
Kaget
Bingung

Mau lupa
Tapi gak bisa

!!!!!!!!!!!!

Tidak pernah mau mendengarkan
Seakan-akan dia sudah hebat
Apa yang perlu diubah?
Mungkin pikirnya begitu

Ah..
Tidak pernah berubah

Mau sampai kapan?
Mengerikan
Sadar!

Kamis, 30 Juni 2016

Terlalu cepat

Aku kasih tau satu hal, kalau aku lagi senang, aku nyanyi. Entah lagu yang selow, nge-beat, atau apa, yang penting nyanyi. Gak peduli mau kayak apa.

Dan iya, nyanyi, kemarin, waktu di sekre. Karena sepi parah, aku sendiri juga gak suka lihat pada diem-diem kalem gitu (kan mereka aslinya gak kalem), ya aku nyanyi. Random. Yang tak pikirin, tak nyanyiin.

Kayak misal, lagunya Sherina yang judulnya Jagoan.

Dia pikir
Dia yang paling hebat
Merasa paling jago
Dan paling dahsyat

Lagu jaman kapan coba? Yaudah lah ya, emang gitu anaknya.

Skip!

Lagi gak ngapa-ngapain dan agak lapar. Gitu, gak puasa, gak sahur, kalau mau makan wagu banget. Mana Syifa kocak dah, pagi-pagi dia protes.

"Mah, mbak Arum kok gak dibangunin, aku dibangunin"
"Loh kan mbak Arum gak puasa"
"Ya kan aku gak puasa juga harusnya"
"Katanya mau puasa mbedhug, gimana sih"
"Ih mama"

Begitulah percakapan yang aku dengar. Aneh. Tuh bocah selalu aja gitu, kemarin sore waktu buka juga gitu. Aku makan di samping dia, terus dia bilang,

"Mbak, ayo balapan"
"Gak mau, dah gede"
"Balapan"
"Gah"
"Satu dua tiga"

Aku gak ngerti deh kenapa dia selalu ngajak balapan makan, parahnya cuma ke aku, mbakku enggak diajak. Yaudah aku kerjain, aku makan lebih cepet dari dia, terus pas udah selesai, aku bilang,

"Yes menang"
"Maammaaaa, mbak Arum nakal"

Mama yang duduk di depanku bilang, "Hih, cah loro iki". Dan aku cuma ketawa sambil lihat Syifa kesel-mau-nangis-tapi-gak-jadi.

Besok itu bocah umurnya 7 tahun. Bisa-bisanya aku lupa kalau dia mau ulang tahun. Kalau gak diingetin mama juga lupa beneran kayaknya.

Gak nyangka, dia udah besar. Udah SD. Ya ampun...............

Tahun ini aku juga semester III, mbakku semester V. Karena mbakku D3, insyaAllah tahun depan lulus. Ah.... kalian....... terlalu cepat besar. 

Selasa, 28 Juni 2016

Kompeni

Asli. Berasa pengen guling-guling. Perutnya gak bisa diajak kompromi banget apa?!

Sedang mencoba menjalankan amanah. Ya kalik, anak baru jadi koorlap. Mana aku satu-satunya yang beda lagi.

Fixed. Besok terakhir rapat terus libur! Dimarahin mulu dah kenapa rapat mulu. Ya mau gimana, emang harus gitu. Toh aku ngelaju, gak mau sendirian di kos. Gak mau banget.

Tadi berangkat jam 8, berdua sama mbakku, dia yang nyetir, aku duduk (sok) cantik aja. Aslinya aku minta ke kos dulu, mau nyicil beresin kamar. Tapi ternyata sampai Solo jam 9, akhirnya gak jadi, langsung ke MIPA aja.

MIPA masih rame, tapi sekre gak ada orang, masih dikunci. Aku sendirian di depan pintu. Aku nunggu sampai jam setengah 10-an, mas Arifin datang. Aku masuk dan nunggu yang lain.

...
...
...
Rapat
...
...
...


Sampai jam 1 (kayaknya) terus aku dijemput, diajak ke FK. Jam setengah 3 baru di kos, itupun mbakku balik lagi ke FK. Aku langsung beresin kamar. Banyak barang yang aku bawa pulang soalnya di kos juga gak kepakai.

Jam 4 selesai. Eh belum, aku masih melipat jemuran. Mbakku udah bete gitu, katanya males kalau macet, dia ngusungin barang-barangku. Padahal dia puasa dan aku enggak. Yaudah sih, akhirnya aku ikut buru-buru.

Masih ada yang ketinggalan, tapi besok aja. Besok masih ke sana.

Sekitar kampus udah sepi. Di kos cuma ada 3 kamar yang berpenghuni. Di cerita sebelumnya, aku cerita tentang mbak-mbak yang alarmnya dari jam 3 pagi sampai subuh, nah itu mbak-mbaknya masih ada di situ. Waktu aku lewat kamarnya, dia lagi ngeprint gitu.

Aku cerita ke mbakku, terus mbakku bilang, "mungkin dia lagi TA". Tapi masa' iya dia gak pulang? Kasihan.

Perjalanan pulang. Gak begitu macet. Cuma ngantuk aja sih. Gak tau deh, akhir-akhir ini kalau pulang selalu ngantuk. Bahkan di jalan sampai merem, ngerem mendadak terus.

Dan sekarang juga ngantuk.

Tidur aja kalik ya. Eh tapi tugasku belum terpikirkan. Hmm.

UG

Senin, 27 Juni 2016

Jarang

Di HP sekarang tuh aplikasinya gak sebanyak yang dulu. Sekarang cuma yang penting-penting aja. Yang sekiranya aku gunain terus.

Grup jarang aku gagas. Soalnya whatsapp yang di HP-ku ini kadang pesannya gak mau muncul kalo gak dibuka. Terutama pas koneksinya hilang, terus kalo udah muncul, whatsapp harus dibuka biar pesannya masuk.

Pernah tuh malem-malem, koneksinya hilang, pas muncul sampai sejam lebih tumben gak ada notif. Aneh. Aku iseng aja buka, pas kebuka, etdah, banyak banget yang masuk, sampe ratusan. Yakalik, masa' mau aku baca semua.

Aku aslinya nyalain notif di beberapa akun orang lain. Tapi jadi gak pernah muncul. Gak tau deh. Hidupku jadi terasa lebih selow.

Lebih sering buka whatsapp, line, sama BBM. Line itu paling cuma karena ada satu grup di sana. Terus kalo whatsapp mah semua grup. Ku kasih tau ya, di FMIPA itu mayoritas anak-anaknya pake grup whatsapp.

Beda kalo di FK, FISIP, FH, dll. Mereka pakenya line. Ya ini sih analisis sok tau aja. Jangan percaya.

Instagram nih. Aku buka instagram kalo ada wifi aja. Bahkan kalo udah konek sama wifi, yaudah konek aja, gak aku apa-apain.

Providerku sekarang ganti. Alhasil ya begini, koneksinya gak sebagus dulu, kadang hilang bahkan silang, apalagi kalo di kos. Tapi di situ, aku berusaha tetep fast respond.

Awal-awal ya bodo amat mah aku slow respond, tapi ternyata gak bisa. Aku emang anaknya fast respond, kecuali kalo udah tidur.

Ceritanya udahan deh, aslinya gak tau mau cerita apa. Cuma lagi nunggu orang, katanya mau diskusi jam 9. Aku ngantuk padahal hahaha. Tapi yaudah deh, nungguin aja.

Oh ya, akhirnya aku tau perbedaannya. Perbedaan yang mendasar~

Sampai bertemu lagi!

Kemarin selesai rapat pleno I jam 8:30 malam lebih. Bersihin ruangan dulu, pas udah, gak langsung pulang, tapi rapat bidang. Aku lihat jam, udah meh jam 9, aku bilang ke Iped, aku mau nginep kos dia. Dia iyain.

Kenapa begitu? Karena aku gak ada nomernya pak kos, ku pikir beliau jam segitu udah nutup gerbang.

Kita ke TC (re: kita = bidang IV). Kita mulai rapat jam 9:20. Bayangin ya. Itu rapat termalam sekaligus tercepat. Yakalik, kita selesai jam 10:10, tapi cuma bahas proker terdekat. Tugas-tugas di evaluasi cepat.

Kita baru bener-bener pulang jam 10:30 lebih. Aku ke tempat Iped. Sepi. Oke, ku kasih tau. Kosnya Iped atau yang aku singkat kosped itu isinya 40 kamar. Dia cerita, kemarin sisa 3 orang doang. Bayangin. Sepi banget gak sih. Lebih sepi dari kosku. Kamarnya dia sendiri juga di depan, jadi emang kelihatan sepi.

Tapi mungkin ini lebih mending ketimbang waktu EAP (kayaknya). Iped kan gak pulang, selama beberapa hari dia bener-bener the one and only.

Di kosped, kita cerita-cerita banyak hal. Ini bukan kali pertama aku nginep kos dia. Kayaknya kali kedua deh. Atau ketiga ya. Lupa.

Nah itu..... lama kita cerita sampai mau jam 12 malam. Kita tidur.

Zzz zzz zzz.

Aku bangun jam 3 pagi. Itu karena alarm dia. Parah, bikin kaget. Tapi parah lagi, Iped-nya gak bangun. Aku bangunin dia, aku ajak sahur.

Aku kontak-kontakan sama Fayu. Dia bilang si Ayu belum bangun. Oke, jadi keduanya itu anak Rembang (yang satu kota, yang satu tidak terdeteksi). Mereka berencana pulang naik motor hari ini. Pulangnya pas sahur. Biar gak rame jalannya. Katanya begitu.

Aku chat sama Fayu, sekalian aja, sahur ber-empat. Aku lupa bangunin Iped jam berapa. Terus aku sama Iped jalan ke warung makan Banyumas. Parah ya, udah sepi juga. Ya rame sih, tapi gak serame biasanya. Rame tapi sepi.

Itu menandakan banyak yang udah pulang ke rumah masing-masing. Suasana mau lebaran makin terasa. Duh, aku jadi pengen pulang juga. Hiks.

Jam 4 kurang, mereka pulang. Iped sedih lihatnya, karena katanya ya lama gitu gak kumpul-kumpul lagi. Aku mah cuma berpesan ke mereka, "jangan lupa balik Solo".

Dah gitu doang.

Terus, Iped. Yap, kita balik ke kosped lagi. Cerita-cerita lagi. Habis subuhan, aku balik ke kosku. Nah, aku ragu sih, tapi aku rasa bapaknya udah bukain. Jadi aku nyoba, kisaran jam 5 kurang itu. Aku pamit sambil bilang, "nanti kalo dikunciin, aku balik sini lagi".

Perjalanan balik ke kos, sepiiiiii. Lalu lalang kendaraan aja bisa dihitung jari. Aku ketemu orang-orang juga bisa dihitung jari. Sampai kos, aku buka gerbangnya, eh tapi gak bisa, masih digembok. Aku bunyiin gemboknya, pak kos juga gak keluar. Aku pengen nelpon beliau, tapi gak ada pulsa. Ah. Dasar.

Akhirnya ku balik ke kosped lagi. Aku tidur lagi, karena masih ngantuk. Nah, Iped bilang, semalem aku mendengkur dan kakinya kemana-mana. Hahahahaha. Dia pikir, aku capek. Aku sendiri mana tau ya, yang aku tau emang aku tidurnya sekali merem, jadi cepet. Dan pules aku rasa, karena denger alarm aja kaget.

Ya begitulah, aku emang banyak polah kalau tidur, tapi ya akhirnya tidur lagi. Bangun sendiri jam 6:48 karena mimpi ketemu......... ah, dia. Lagi apa ya?

Aku mikir, tidur lagi atau balik. Dan akhirnya milih balik.

Iped bangun, aku bilang pamit dan makasih.

Nah, di sini poin pentingnya. Ketika kamu punya temen yang rumahnya jauh, dia pasti pulangnya mepet-mepet. Kenapa? Ya karena itu tadi, nunggu semua dituntasin di sini. Coba, kalo semua udah pada pulang, aku mau nginep mana. Dan, aku sama Iped emang deket, jadi dia aku repotin, gak masalah deh. Ya kan ped? Iyain aja lah.

Yaaa, makasih buat Iped mau menampungku. Ku gak tau gimana nasibku tanpamu. Halah. Hati-hati ke Jakarta-nya. Jangan lupa balik Solo. Cukup ya libur 2 bulan di Jakarta wkwk.

Sekarang jam 7:37. Aku lagi di kamar. Tiduran. Gak tidur lagi. Mau rapat jam 10. Aku kira-kira, selesainya sore. Pengen beresin kamar, tapi banyak. 2 jam tersisa gak bakal cukup. Besok aja. Aku masih ke sini juga.

Yak, cukup sekian cerita dua hari ini. Melelahkan. Banyak rapat karena kejar deadline dan libur. Tapi it's okay, asal waktu liburan gak terganggu. Semangat ya tebid, tehim, tebg, temath, semuanya!! Sampai bertemu lagi!

Minggu, 26 Juni 2016

9 hari lagi!

Masih rapat pleno I. Gitu anaknya. Sempet-sempetnya nulis di blog. Eh ngetik.

Aku notulen yang nulisnya awal-awal banyak, semakin kesini gak nulis. Ya iya, aku serahin ke orang lain.
Ada yang ngefoto. Ku ketawain aja ya.

Hah. Aku harus sabar 9 hari ke depan. Harusnya 10 hari, tapi gak tau deh tiba-tiba.........

Yaaaa, sekum lagi tanggung jawab. Semangat ya sekum! Ingat kataku, aku tau kamu gak baca, tapi ingat, tetap tenang!

5 hari maraton rapat. Tar malem masih rapat lagi. Parabet. Yaudah lah ya, ku kira ini lebih baik daripada besok. Karena kalo besok udah pada pulang.

Semangat yaaa tebid-tebid aku (re: tebid = temen bidang). Semangat revisi banyak yaa! Semangat mwah mwah.

Alarmnya mbak

Kali ini bener-bener dah. Ternyata cuma tinggal berdua.

Aku tidur kurang dari jam 8. Sebelum aku tidur, aku tau mbakku gak ada. Ku kira dia sedang pergi. Aku bangun jam 3 dan segera buka pintu untuk mastiin mbakku ada atau gak. Dan ternyata, dia gak ada alias pulang. Hmm.

Ada suara alarm yang tidak pernah mati, entahlah, aku gak paham. Itu alarm biasanya bunyi jam 3 dan matinya pas subuh. Ya masa' tiap hari begitu, gak bangun-bangun orangnya.

Aku ke kamar mandi sambil melihat-lihat sekeliling. Gelap. Cuma dua kamar yang nyala. Kamarku (di bawah) dan satu lagi di atas. Ya itu, dia itu, yang alarmnya gak pernah mati.

Aku memutuskan untuk sahur keluar. Gak ada roti lagi di kamar. Tapi ternyata, bapak kosnya gak bukain gerbang. Giliran niat, malah gak dibukain. Yaudahlah, minum air cukup.

Oh iya, kenapa aku masih di kos? Karena aku ada rapat pleno I. Aku panitia juga, jadi datengnya satu jam lebih pagi. Hari ini mungkin sampai malam lagi. Besok aku juga masih rapat 3 hari berturut-turut.

Pengennya ya belum pulang, masih di kos gapapa, males bolak-balik. Tapi ya masa' aku sendirian. Temen-temenku rumahnya jauh, jadi mereka tanggal 27 udah mutusin buat pulang.

Hmm. Ya okelah, dilaju itu jadi solusi daripada sendiri.

Ini ramadhan pertama aku di dunia perkuliahan. Ketika tahun lalu aku full ramadhan di rumah, tapi sekarang justru ramadhan di kota orang.

Harusnya hari ini dan seterusnya aku di rumah. Tapi malah masih di kos. Pulangnya juga kurang dari 10 hari sebelum lebaran. Hahahaha.

Yaaa, semangat lah. Habis itu libur panjang. Walau aku yakin gak sepanjang yang lain, tapi cukuplah (semoga).

Jumat, 24 Juni 2016

iqondjdowlhe

Tumben kecepatan koneksinya puluhan bahkan ratusan. Hmm.

Tuh kan. Hipotesisku bener. H nol ditolak. Tanggapanku? Sudah biasa.

Aku jadi teringat sesuatu, postingan orang di instagram tentang ..........

Gak bisa aku ceritain. Aku jadi gedheg aja gitu. Jadi males. Jadi gimana ya? Ya males gitu. Aku kira itu wajar, tapi aku merasa gak mungkin. Aku gak tau juga ada apa dibaliknya, tapi apapun itu, seharusnya gak begini.

Ah... aku terlihat seperti orang kecewa.

Terserah. Aku bingung harus gimana, tapi di lain sisi, aku gak bisa kemana-mana. Gimana sih? Aku harus berhati-hati. Keputusanku bisa punya pengaruh. Dan aku gak bisa, kalo harus begitu. Aku gak bisa.

Aku..... sedih. Tapi gak boleh begini. Aku harus gimana? Menunggu? Ah, iya.

Menunggu sampai kapan akan berhenti menunggu.

Kamis, 23 Juni 2016

Lagi-lagi dia

Rasa takut terbesar seharusnya rasa takut itu sendiri.

Okay. Pagi-pagi udah ada cobaan. Pertama, aku bangun jam 2:45, lihat ke jendela luar, rumah pak kosnya masih gelap, berarti gerbang kos belum dibuka. Aku tidur lagi sampai jam 3:25. Aku sadar itu.

Tapi, yang gak aku sadar, aku ketiduran sampai jam 4:20. Aku kaget. Yaudah minum dulu. Setauku subuh masih 3-5 menit dari itu.

Sebenernya aku mikir, jadi semalem itu aku sahur. Aku pulangnya malem, jam 10-an kurang. Aku masih ada kumpul bidang terus beberapa menit karena mager pulang. Masih hujan juga. Pulang-pun juga kehujanan.

Aku makan roti yang ada di kamar. Maklum, kelaperan. Habis itu aku tidur. Itu kisaran jam 11-an apa ya. Lupa.

Gitu deh. Aku sendirian di kos. 2 hari berturut-turut juga cuma makan roti aja. Mager keluar sendirian.

Dan ini tadi. Waktu habis sholat, aku narik celana yang aku gantung di gagang pintu. Celananya basah. Pas aku tarik, aku kaget, ada kecoa muncul. Astaga. Lagi-lagi kecoa. Aku bosen lihat dia mulu dah. Kapan musnah coba.

Itu kecoa diem di pojokan gorden. Aku ambil sapu. Mau bunuh. Nah pas aku mukul, di situ ada rol kabel, aku gak sengaja ngeklik dan jadilah lampu mati. Padahal kecoanya belum mati dan malah makin masuk ke kamar. Kan ngeselin ya.

Aku lihat ke sekeliling, gak ada. Aku kesel. Ah males gitu. Ngapain coba main ilang-ilangan, udah tau aku paling sebel begituan. Aku pindahin beberapa barang yang ada di bawah tempat tidur. Kosong.

Aku tengok di bawah lemari. Kosong.

Di sela-sela kebingungan, aku mutusin buat menyapu. Habis itu, aku masukin lagi barang-barangnya ke bawah tempat tidur. Sebelum masukin, aku ambil baygon dan nyemprotin ke bagian yang mungkin ada kecoa. Bawah tempat tidur, bawah lemari, dan sela-sela tongkat. Setelah itu, pintu aku tutup.

((Pengap alig))

Habis masukin dan siap duduk, aku lihat kecoanya. Tapi dia agak lemah. Aku ambil sapu dan siap mukul. Tapi gak jadi, malah nyemprot karena tau-tau dia masuk ke bawah tempat tidur.

Aku berjuang lagi. Etdah. Aku singkirin barangnya dan aku pukul-pukul dia. Dia gerak kesana kemari tapi aku pukul-pukul terus. Hal yang membuatku takut itu ketika dia berisik di sela-sela sapu. Aku seret keluar. Ternyata belum mati, aku makin pukul, dan yes! Tamat!

Rasain lu co!

Aku sapu dia keluar. Aku beresin tatanan kamarku lagi.

Nah. Tau kenapa aku semprot baygon padahal aku tau dia ilang? Ya itu, aku mancing dia. Aku rasa dia masih di kamar. Jadi dengan bau seperti itu, aku tutup kamar jadinya pengap, ya jadinya dia gak tahan.

Entahlah, analisis macam apa ini.

Heh kamu! Perlukah dibuat baygon untuk manusia biar kamu gak ilang-ilangan?

Ah sudahlah. Bukan sekali dua kali aku ketemu kecoa. Dulu ada kecoa mau masuk, terus aku kaget dan refleks nendang apa gitu sampai krompayangan. Berisik parah. Mungkin itu kecoa kaget dan gak jadi masuk.

Aku heran, kenapa setiap kali aku menggantung pakaian, ada aja kecoa yang muncul, kesel lah ya. Ini kali kesekian. Aku bingung, gimana cara dia masuk tanpa ketahuan aku. Hah. Misterius.

Tapi yaudahlah. Tidak perlu dipikir berat. Walau aku gak tau kenapa ada kecoa di bumi, aku gak tau manfaat dia apa, tapi Allah menciptakan makhluknya bukan tanpa alasan kan?

Setiap pertemuan pasti ada alasannya. Bisa seperti ini, kalo gak ketemu kecoa, bisa aja aku gak nge-blog pagi-pagi.

Gak penting sih, ngapain coba aku cerita kecoa. Tapi yaudahlah ya.

Hari ini, aku melawan rasa takut. Entah apa yang aku pikirkan waktu itu. Hmm. Syukurlah. Happy ending. Apa jadinya coba kalo tadi gak aku semprot, mungkin ceritanya jadi misteri.

Ah. Aku...... masih........

Bzz.

Rabu, 22 Juni 2016

Moodbreaker

Hari ini banyak mencari. BPO, charger camdig, bahkan terparah adalah mencari tau kenapa namaku ada di situ. Dan semuanya emang gak benar-benar hilang gitu. BPO kebawa orang, charger diletakkan di sekre, namaku salah.

Tetap tenang. Hari ini aku disuruh tenang. Dari jam 10 pagi udah di sekre. Ngapain lagi kalo bukan ngearsipin dokumen-dokumen. Aku nyari BPO.

Aku ditanyain nyari apa, soalnya emang muter-muter. Sekre kecil, akunya muter-muter gak jelas. Bingung. Tapi gak bersuara. Diem aja. Sesekali tanya, tapi nihil. Gak ada.

Siangnya aku tiduran di sekre. Kepikiran tapi tar aja kalo dah pada pulang. Gak taunya kebawa sama seseorang di situ. Wah..... untung deh. Soalnya itu penting. Penting banget malah.

Habis itu, charger camdig. Katanya ditaruh di sekre deket pintu masuk. Aku bingung lagi. Yaudah nyari lagi.

Habis sholat, sebelum rapat aku muterin sekre. Ditanyain lagi, ngapain muter-muter. Aku jawab aja, nyari charger camdig. Eh gak sampe 1 menit, ditemuin sama dia. Terus dia bilang, "kamu tuh kalo nyari bilang, diem aja, tapi muter-muter, keliatan tenang, tapi aneh".

Yaudah sih. Aku bilang makasih aja. Habis itu rapat.

Aku memperhatikan. Aku mikir. Mikir lama. Sesekali kontak mata, jauh ke dalam, sepertinya ada masalah. Tapi yaudahlah, semoga gak berlangsung lama.

Nah ini, tiba-tiba di grup ada jarkoman nama-nama yang belum ngumpulin tugas. Kaget lah. Ada namaku soalnya. Bahkan yang pertama. Aku malah bingung, perasaan aku gak pernah bolos mata kuliah itu.

Aku panik. Jadinya bawel banget di grup.

Aku nanya, tugasnya yang mana. Dijawab. Nah pas dijawab itu, di jarkom muncul soalnya. Aku download kan, pas aku lihat, etdah, itu tulisan aku. Lah terus kok namaku di situ. Terus aku nanya lagi. Heboh sendiri dan aku salah. Iya, ada chat yang kelewat kalo aku dan 2 temanku itu udah ngumpulin tugasnya. Fyuh. Lega.

Disuruh tetap tenang lagi.

Oke. Kenapa tetap tenang? Sebenernya itu kata motivasi. Jadi waktu itu disuruh ngumpulin kata motivasi. Aku kira singkat-singkat aja ya, aku nulis "tetap tenang". Doang. Bayangkan, doang.

Terus per minggunya itu di upload di medsos. Pada panjang-panjang, aku pendek. Aku pengen ganti. Nah tiba-tiba, kata motivasiku di upload. Pantes, pada bilang tetap tenang ke aku waktu itu.

Ya akhirnya begitu. Tetap tenang. Padahal aku panikan, tapi ya gitu, lebih tepatnya sok tenang.

Hmm. Sebenernya bukan tentang ini yang mau ceritain. Ada yang lain. Pengen aku ceritain di sini. Aku sedih. Sedih dalam artian bertanya-tanya. Aku bingung musti gimana selain nunggu. Tapi, aku juga gak yakin apa keputusanku bener.

Ibaratnya, ini badai. Kalo diem aja, tar kebawa badai, dan akhirnya hilang. Kalo menerjang, susah, tapi bisa berhasil. Aku cuma perlu sabar. Tapi sekarang, kayaknya lagi gak memungkinkan.

Semakin mendekat, semakin menjauh. Aku diem aja, tetap menjauh.

Sekarang, aku malah bingung harus gimana. Semakin bingung, semakin sedih.

Bener katanya. Aku selalu menanyakan hal tanpa pernah terjawab tapi aku terus bertanya. Gak ada kapoknya. Tapi, lagi-lagi aku tidak seperti biasanya. Aku tidak bertanya.

Aku bingung. Bingung banget. Pengen pulang aja. Setidaknya aku gak sendirian. Semakin sendiri, semakin aku mikir. Apa salahku.........

Selasa, 21 Juni 2016

20 Juni

Kemarin, 20 Juni, kita merayakan ulang tahun Dimas. Akhirnyaaaaa........

Padahal ulang tahun Dimas tanggal 2, wkwk. Telat pake banget-banget.

Enggak full team sih, kurang satu orang. Yah..... selalu gitu, giliran full team malah ada orang lain. Atau gak kurang satu terus.

Aslinya kita gak merayakan sih, gak terencana bakal kayak kemarin. Ekspektasi selalu gak sama dengan realita. But, it was fun.

Ekspektasi kita ya cuma buber - kasih kue - kasih hadiah - kasih video. Ternyata enggak. Kita buber. Nah pas ngasih kue-nya, dari Chicken Hut tuh nge-play lagunya Jamrud apa ya? Yang selamat ulang tahun gitu. Alhasil orang-orang yang ada di Chicken Hut pada ngeliatin.

Dimas-nya entah gimana, tapi aku yakin dia malu wkwkwk. Awkward banget ya. Kita ber-9, cowoknya cuma 2. Kacau emang.

Kita tuh duduknya juga di tengah-tengah gitu lho. Jadi pusat perhatian dan parahnya kita rame banget. Gak ada selow-selow-nya. Selalu rame.

Yah... kemarin gak bisa diceritain detail sih. Intinya wah banget. Dulu waktu di Arje's juga bikin kecil-kecilan buat Risma. Sekarang di Chicken Hut buat Dimas. Well, gak ada tempat di sekitar UNS yang gak isinya kalian.

Senin, 20 Juni 2016

Telat

Lagi banyak yang dipikir. Alhasil jadi badmood sendiri. Jadi gak pengen ngapa-ngapain gitu. Tapi kalau diam aja ya gak tenang.

Deadline besok. Tapi sampai jam segini belum selesai, terus tersadar hal baru lagi.

Emang gitu anaknya. Suka telat sadar.

Ah... hari ini cuma 9 dari 10. Chicken Hut udah kayak milik sendiri gitu.

Yaaa, udah.

Ma to the ger

Mager. Pagi-pagi mager.

Hari ini sih cuma mengumpulkan tugas. Tapi dua hari lalu dikasih tau, kalau Senin ada deadline. Rada' sepaneng. Karena kepencar-pencar juga datanya. Akunya yang salah, baru sadar sekarang.

Hah. Minggu kemarin selow karena cuma UAS. Minggu ini padat banget. Merencanakan satu hari aja susahnya minta ampun. Cuma satu. Satu.

Maklum lah, Sabtu-Minggu ini ada rapat pleno I. Mau gak mau banyak rapat, banyak deadline. Tapi aku cuma secuil remah-remah kesibukan. PHT jauuuuh lebih sibuk.

Ah... aku lagi merasa gak baik aja. Aku lagi pengen cuek. Ya gak papa sih. Pengen aja. Sekali-kali. Dan... ternyata aku baru sadar, kalau kabidku udah hampir selesai ngerjain LPJ. Demi apa. Itu aku rasanya jahat sama dia. Kayak gak bantu apa-apa.

Harusnya hari ini rabid, tapi kemarin diundur sama kabid jadi Rabu. Agak gimana ya. Ya gimana. Tapi persiapan rapat pleno juga. Ya ampun...........

Minggu ini sibuk. Minggu ini gak pulang. Minggu depan masih lanjut 3 hari berturut-turut buat rapat. Kejar deadline karena ke sela libur. Tapi ya gapapa. Toh aku mudiknya masih lama, pas hari H.

Boyolali-Solo mah sejam aja. Temenku yang dari Bekasi relain pulang tanggal 30. H-seminggu lebaran. Bakoh dia.

Kan. Sudah kubilang. Mau kayak gimanapun, aku hanya secuil remah-remah kesibukan.

Kamis, 16 Juni 2016

Untuk kekacauan dan penerimaan

Cerita
Yang kita kira akan berakhir bahagia
Yang kita kira akan selamanya
Tapi pada akhirnya harus diterima
Bahwa yang kita kira
Tidak sejalan dengan cerita

Kita
Tidak lagi bisa berdua
Tidak lagi bisa bersama
Tidak lagi bisa
Seperti biasanya

Kebersamaan
Kebahagiaan
Kenangan
Kesedihan
Kehilangan

Dan sekian
Untuk perasaan
Untuk kekacauan
Untuk tak disesalkan

Karena
Aku menerima keadaan
Dengan tak melupakan

Selasa, 14 Juni 2016

Slow respond

Bakal slow respond. Sinyalnya kayak dia. Suka ilang. Suka muncul. Gitu deh.

Gak bisa rajin update day-day-an. Tadinya pengen tiap hari, tapi karena day #8 gak ada, jadi gak asik gitu kalo kelewat.

Sekarang juga lagi UAS. Sehari sih cuma 1 mata kuliah. Tapi ya gitu. Gitu deh.

Buat yang mau menghubungi aku, aku saranin sabar. Aku on kalo ada wifi. Ya sekarang sih on, paketan, tapi edge. Kalo emang darurat, aku saranin sms aja.

Aku juga lagi males. Males gimana ya. Gimana gitu. Ada yang membuat jadi males.

Minggu, 12 Juni 2016

STARFM 2016

#STARFM4TH
Science, Technology, and Art Festival of Mathematics Vol. 4


Ini nih acara yang paling ditunggu-tunggu. STARFM adalah serangkaian acara yang digelar setiap tahunnya oleh HIMATIKA UNS. Tahun ini adalah tahun ke empat.

Serangkaian acara? Apa aja?

Nah, tahun ini kami mengusung 4 acara sekaligus, yaitu:
-  Kompetisi Matematika (KM)
-  Science Project Awards (SPA)
-  Lomba Poster dan Fotografi (LOPOGRAF)
-  Night Run (NR)

Wah, gimana aja tuh?

Kompetisi Matematika (KM)


Kompetisi Matematika adalah kompetisi tingkat SMA sederajat se- Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur di lima regional yaitu Solo, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, dan Surabaya.

Tema:
TEAM ON KM (Teamwork, Excellence, Achievement, and Management on Kompetisi Matematika)

Syarat dan ketentuan:
-  SMA sederajat se- Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur
-  Bersifat tim yang berjumlah 3 orang dari sekolah yang sama

Mekanisme seleksi:
-  Penyisihan di tingkat regional (16 Oktober)
-  Final di UNS (5 November)

Biaya Pendaftaran:
-  Gelombang I (15 Juni - 15 Juli): 125K/tim
-  Gelombang II (16 Juli - 31 Agustus): 150K/tim
-  Gelombang III (1 September - 8 Oktober): 175K/tim

Hadiah:
-  Juara 1: Rp 1.500.000,00 + trofi + sertifikat
-  Juara 2: Rp 1.000.000,00  + trofi + sertifikat
-  Juara 3: Rp 750.000,00 + trofi + sertifikat

CP:
-  Silfi: 082137654793
-  Rosa: 081326749592

Media sosial:
-  Twitter: kmspa_uns

Science Project Awards (SPA)


Science Project Awards atau disingkat SPA adalah kompetisi proyek sains tingkat SMP dan SMA se- Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur berupa pengumpulan makalah, presentasi, dan pameran prototype.

Tema:
Solusi Pengolahan Limbah dan Inovasi Teknologi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kategori:
-  Pemanfaatan Limbah
-  Teknologi

Mekanisme seleksi:
-  Seleksi abstrak (FREE)
-  Seleksi karya tulis (175K)
-  Presentasi

Timeline:
-  Pendaftaran dan pengumpulan abstrak (15 Juni - 22 Agustus)
-  Pengumuman abstrak (4 September)
-  Pembayaran dan pengumuman karya tulis (5 September - 1 Oktober)
-  Pengumuman finalis (23 Oktober)
-  Pameran dan presentasi prototype (5 November)

Hadiah (per kategori):
-  Juara 1: Rp 1.500.000,00 + trofi + sertifikat
-  Juara 2: Rp 750.000,00  + trofi + sertifikat
-  Juara 3: Rp 500.000,00 + trofi + sertifikat
-  5 besar: kenang-kenangan + seritifkat
-  Pendaftar: e-certificate

CP:
-  Ratih: 085728111953
-  Yuna: 08995059441

Media sosial:
-  Twitter: kmspa_uns

Lomba Poster dan Fotografi (LOPOGRAF)


Lomba Poster dan Fotografi adalah ajang kreativitas dengan kategori untuk umum. Siapapun bisa ikut, lalu apa yang kamu tunggu? Salurkan kreativitasmu dalam poster dan fotografi di sini!

P O S T E R

Tema:
Future Nature

Biaya pendaftaran:
-  Gelombang I (12 Juni - 24 Juli): 25K/desain
-  Gelombang II (25 Juli - 3 September): 30K/desain
-  Gelombang III (4 September - 12 Oktober): 35K/desain

F O T O G R A F I

Tema:
YOLO (You Only Live Once)

Biaya pendaftaran:
-  40K/foto (12 Juni - 12 Oktober)

Ketentuan lomba poster dan fotografi dapat dilihat selengkapnya di: Panduan LOPOGRAF 2016

CP:
-  Intan: 083895224918
-  Putri Dea: 085776267331

Media sosial:
-  Twitter: Lopograf_UNS
-  Line: @drl1801z

Night Run (NR)


Coming soon.

Gimana? Tertarik kan?

Yuk, ikut!

Kami tunggu karya-karyamu berada di puncak acara STARFM!

Day #7

Sahur di rumah. Senang masih bisa pulang di sela-sela kesibukan.

Dan kemarin, gak henti-hentinya orang tuaku senang, karena ya hari ini utuh. Aku dan mbakku pulang.

Buka puasa bareng di rumah. Mama masak agak banyak dari biasanya (kata Papa).

Adikku senang. Bahkan waktu aku masuk kamar, dia menubrukku. Iya, dia mau meluk.

Keluarga.

Terdekat.

Tersayang.

Sangat ku sayang.

Halo, Reno. Kok tiba-tiba kangen ya. Aku belum ke rumahmu sebelum puasa ini. Aku lama gak ke rumahmu. Apa kabar?

Aku kangen. Enggak, aku rindu. Sangat rindu. Udah berapa Ramadhan ya kita gak bareng-bareng?

Wah, kamu kayak bang Toyib deh. Tapi kamu bukan gak pulang, kamu sudah pulang. Allah lebih sayang kamu.

Sabtu, 11 Juni 2016

Day #6

Okay.. biasanya aku cerita waktu pagi. Tapi sayangnya paketanku habis.

2:30

Alarm bunyi, aku matiin, aku tidur lagi. Aku kira cuma 10-20 menit. Gak taunya bangun-bangun udah jam 4:10. Parah. Aku bingung, 10 menitan lagi Subuh. Yaudah aku cuma minum doang.

Aku ke kamar mbakku, dia lebih parah, belum bangun. Yaudahlah. Gapapa.

Hari ini isinya rapat. Dari jam 8 pagi sampai hampir jam 12. Itu aslinya bisa lebih, tapi sayangnya yang mau dibahas tuh di pj-in.

Nah, aku tuh bersemangat gitu loh. Aku ngomong blablabla terus tau-tau "yaudah, Arum pj-nya ya".

Demi apa deh. Aku bingung, untungnya ada yang menawarkan diri buat bantuin. Jadi gak sendirian gitu.

Ada yang menarik. Menurutku, ini tugas gampang. Tapi bisa aja menurut mereka tuh terlalu berat sampai mau demo. Hahaha.

Satu tingkat di atas, dua tingkat di atas, satu tingkat di bawah, punya pola pikir yang berbeda.

So far, aku menikmati kesibukan lagi. Dulu sibuk, terus enggak, terus sibuk lagi. Gak mesti. Tapi tetep, jangan lupa:

Pasal 1 Ayat 1
Fokus

Aku tipe orang yang always on and fast respond. Kenapa? Ya gapapa. Aku rasa semua orang suka cepat.

Jujur ya, aku kesel sama orang yang punya prinsip "kalau gak di-PC gak mau bales". Dengan alasan lebih dihargai kalau di-PC. Terus gunanya grup apa?

Hmm. Aku merasa butuh riset tentang itu. 

Tapi...

Hidup berdampingan dengan banyak orang itu yang utama adalah penerimaan. Orang beda-beda. Gak bisa disamain.

Ada yang kayak aku. Ada yang kayak kamu. Ada yang kayak dia. Kamu mau semua orang sama sepertimu?

Walau kesel, tapi yaudahlah.

Dan satu lagi. Karena lagi gak paketan, jadi males mau paketan.

Jumat, 10 Juni 2016

Frisian Flag

"Aku baca blogmu lho"
"Kok sekarang rajin nulis?"
"Yang kamu ceritain di blogmu kan?"
"Detail banget jamnya hapal"
"Emily ditulis segala"
"Ciye tiap hari update"
"Ooh, yang kamu maksud di blogmu tuh itu"
"Galau terus"
"Kalau rajin nulis, pasti ada suatu hal kompleks yang terjadi"

Okay... cukup. Sebenernya masih ada lagi, tapi lupa.

Kalian lucu deh. Masa' silent reader(s) ngaku. Gak jadi silent dong. :(

Aku kira gak ada yang baca. Karena aku emang lama gak nulis. Gak taunya..........

Perihal aku rajin nulis. Mungkin bener, terbukti bulan Mei sampai 20-an. Dan bulan Juni kayaknya calon-calon melebihi Mei.

Yaudah sih, menghidupkan blog lagi setelah vakum berbulan-bulan.

Dan...

Apakah dengan aku menulis, itu bisa membuatku gak se-misterius biasanya?

Aku heran. Kenapa aku dibilang misterius. Bahkan kesan pertama aja misterius, tambah pas udah kenal jadi serem. Kan ngeselin ya.

Tapi...

Terima kasih sudah membaca. Mungkin emang gak ada pesan moral, tapi yaudahlah ya, dinikmati aja. Jangan dipikir serius. Daaah~

Day #5

18:48

Aku udah tidur. Tidur lebih awal. Pusing dari siang. Gak tau kenapa. Berat banget palanya, pengen aku copot gitu.

23:00

Bangun tiba-tiba. Kirain udah jam 1. Aku nge-alarm jam 1 buat ngerjain tugas.

23:42

Tidur lagi.

1:42

Demi apa. Bangun bukan karena alarm, tapi ditelpon. Pas ngecek, ternyata ditelpon 4 kali. 1 kali whatsapp, 3 kali telpon biasa. Hahahahahaha. Bisa-bisanya gak denger.......... pules apa kebo?

Kamis, 09 Juni 2016

Day #4

Nge-alarm jam 1:00.

Tau-tau bangun jam 3:02.

Kaget.

Kamar gelap. Aku nyalain lampu. Silau. Dan aku langsung berdiri. Buka pintu. Sempoyongan. Masih setengah sadar.

Aku bingung deh. Kenapa aku gak denger alarm. Dan bangunnya bisa tepat jam 3. Ya lebih 2 menit sih. Tapi sama aja.

Yaudah deh.

Cukup disyukuri. Punya alarm sugesti.

Etdah, sotoy lu rum.

Rabu, 08 Juni 2016

Day #3

Sekali-kali sahur di luar. Biar apa ya, ya gapapa sih, pengen aja.

Ini kaki lagi, pake acara natap batu segala. Luka dikit. Ah tapi gapapa. Masih kalah sama luka di hati.

Tsah. Sa ae lu rum.

Pagi-pagi hujan.

Hujan ya.......

Jadi teringat sesuatu.

Tidak ada kabar adalah kabar bahwa tidak ada kabar.

Selasa, 07 Juni 2016

Kalah

Tugas banyak. Tapi masih kalah sama anak teknik.

Yaudahlah.

Dikerjain.

Biar tidurnya tenang.

Kan...

Tetap tenang.

Day #2

Kemarin lucu dah. Bolak-balik cuma cari makan. Gak puasa pas bulan puasa itu gak enak. Kenapa? Ya itu. Bingung.

Aslinya mau nyusul Fayu ke chicken hut. Tapi, karena lupa jalan, tau-tau tembusnya rumah sakit jiwa. Lah kocak.

Terus niatnya mau ke kosped. Ngerjain tugas. Tapi si Iped lagi pergi. Yaudah. Gak jadi.

Balik kos. Pas balik, sepanjang jalan gelap. Mati listrik ternyata. Bingung juga. Tapi mikir, kosku pasti gak mati listriknya. Dan..... betul kan~ Gulon tuh emang T.O.P B.G.T. Anti mainstream.

Jam 9-an tidur.

Nge-alarm jam 2:30. Bangun. Tapi tidur lagi.

Bangun jam 3:55. Tidur lagi.

Sampai 4:25 baru bener-bener bangun.

Begitulah.

Sepi. Kemarin ada mbakku. Sekarang dia di rumah.

Mungkin aku lebih beruntung. Ada mbak yang satu kos sama aku. Jadi gak begitu sendirian. Jarang ketemu sih, kesibukannya beda, tapi ya gapapa lah. Tetep gak sendiri.

Pernah nih, dia pulangnya malem banget, trus berangkatnya pagi banget. Berapa hari gitu aku gak ketemu dia. Padahal satu kos.

Dan sekarang...

Aku lagi di depan laptop. Ada plastik merah. Atasnya piring, gelas, mangkok yang udah bersih, tapi belum aku beresin. Soalnya kemarin masih basah.

Di sampingku, ada 2 permen sugus, air vit, sama roti. Oh iya tissue juga ada.

Jangan ditanya kenapa ada 2 permen sugus. Heu.

Senin, 06 Juni 2016

Day #1

Hari pertama Ramadhan. Hari pertama juga Ramadhan gak sama keluarga. Ya tetep sih, ada mbak di kos. Jadi bisa bareng.

2:55 AM.

Sebenernya aku gak bangun gapapa. Toh aku gak puasa. Tapi gapapa deh. Udah ada makanan juga di kos.

3:07 AM

Masih nungguin mbakku keluar dari kamarnya. Hari ini yang puasa dia doang. Tadi ke kamarnya sih, tapi masih dikunci. Lampunya nyala. Aku bingung dia udah bangun apa belum.

3:00 AM

Mama nge-wa, nanyain makan apa. Dih lucu dah. Masa' waktu aku bilang, "selamat puasa hari pertama", langsung sedih.

Ya emang anaknya gak begitu so sweet sih sama orang tuanya. Dingin. Tapi pas gitu, kok bisa ya? Hahaha.

Buat siapapun, selamat menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Bagi sebagian orang, ini mungkin Ramadhan yang sama aja, tapi pasti ada yang mengganggap berbeda. Sederhana, ketika gak sama keluarga.

Semangat yaa! Semoga menjadi berkah. Aamiin.

Sabtu, 04 Juni 2016

Peduli

Tingkatin kepedulian aja sih.

Mau sehebat apapun, kalau gak peduli juga nol!

Tau kan?

Hilangin tuh namanya gengsi, males, apalah yang menghambat untuk peduli.

Empatinya ditingkatkan.

Intinya, ...

Peduli sekarang!

Jangan hanya mau dipedulikan.

Tapi sendirinya gak mau peduli.

Kalau udah peduli tapi gak dipedulikan?

Ya jangan peduliin situasi seperti itu. Tanamkan ke diri sendiri bahwa "aku harus peduli". Terlepas dari orang mau peduli/gak.

Alasan atau ?

Hari H sambut wisuda.

Menyiapkan dari hari Rabu. Ke rumah dosen buat minta sesuatu.

Kamis mulai membuat. Sampai malam di sekre karena hujan dan mati listrik. Tapi MIPA ada genset-nya. Jadi gak sampai 5 menit matinya.

Jumat ngelanjutin lagi. Finish.

Gak bisa menceritakan dengan detail. Cuma pengen cerita aja. Selebihnya yaudah lah.

Mungkin kecewa. Yaa gimana yaa. Dia tuh selalu begitu. Gak ada bedanya sama satunya. Masih mau main-main. Kalau dia bilang, dia sakit, sama!

Ah yaudahlah. Udah lewat. Jangan kesel pokoknya.

Rabu, 01 Juni 2016

Jun jun jun

Juni. Baru juga tanggal 1. Tapi nyusun hari buat rapat aja susah. Setiap orang punya kesibukan sendiri-sendiri. Pas si A longgar, B gak bisa. Pas B bisa, C gak bisa. Gituuu terus.

Ya cara lain emang harus meluangkan. Kalo menyediakan gak bisa, setidaknya meluangkan tidak apa-apa.

Eh tapi...

Aku masih kalah sibuk dari kamu kok. Kamu mah sibuknya gak karuan. Aku mah apa. Cuma gitu aja.

Selasa, 31 Mei 2016

Raja [1]

Alkisah, pada tahun 2930 hiduplah seorang Raja. Ia mudah sekali bosan. Bahkan memimpin dirinya sendiripun ia bosan.

Raja itu tidak jahat. Hanya seorang yang mudah bosan pada apa yang ia lakukan.

Pada suatu hari, ia ingin berpetualang. Ia berpikir, "dengan siapa aku akan berpetualang". Ia tidak memiliki permaisuri. Dan akhirnya, ia mengadakan sayembara.

Sayembara diadakan secara cepat, karena ia tidak suka menunggu.

Seleksi dimulai. Pendaftar berjumlah 5 orang. Satu laki-laki dan empat perempuan.

Masing-masing ditanyai. Pertanyaan sederhana, "apakah kau mau berpetualangan denganku?".

Laki-laki itu menjawab, "apa aku pembantumu?".

Perempuan pertama menjawab, "kemana?".

Perempuan kedua menjawab, "serius?".

Perempuan ketiga menjawab, "hanya berdua?".

Dan perempuan keempat menjawab, "yuk, sekarang?".

Raja berpikir, hanya perempuan keempat yang sesuai ekspektasinya. Ia berjalan mendekat dan berkata, "iya, bersiap-siaplah".

Perempuan keempat tertegun. Hampir tidak percaya. Tadinya iya hanya sekedar menjawab. Tapi ternyata lebih dari itu. Yaitu sekarang!

Lalu tunggu apalagi?

Raja dan perempuan itu bersiap. Apa yang akan terjadi? Apakah akan menjadi petualangan yang menyenangkan? Atau tetap membosankan?

Kepakai juga akhirnya

Lagi mikir-mikir. Tentang organisasi.

Aku masuk di organisasi. Sebelumnya aku bukan siapa-siapa. Di sekolah gak ikut apa-apa. Sama sekali. Hidupku selow.

Tapi sekarang aku ikut organisasi. Tujuanku kuliah juga emang itu. Aku pengen melatih caraku berkomunikasi dengan orang lain. Karena aku merasa payah aja. Aku gak bisa menyampaikan dengan baik.

Allah itu tau apa yang kita butuhkan, dan Dia memberikannya. Terlepas dari apa yang kita inginkan.

Aku masuk di Bidang IV (Pengembangan Organisasi). Fixed ya! Ini bidang yang pas buat aku untuk melatih cara berkomunikasi. Gimana enggak? Aku berhubungan dengan dunia luar yang selanjutnya untuk ke dalam.

Alumni iya.
Sponsor iya.
Lembaga lain iya.

Banyak deh. Sangat banyak.

Awalnya aku gak pengen di sini, karena merasa gak pantas. Tapi ternyata diterimanya di sini. Yaudah. Pas berarti. Pas sama tujuanku berorganisasi.

Dan kepakai.
Di luar dari urusan organisasi.
Ketika aku berhadapan dengan orang lain yang sama sekali gak aku kenal.
Dan dia meledak.
Lalu aku menambahkan api.
Boom!

Ya begitu. Berkomunikasi. Berani bicara. Tidak ada yang salah dengan pendapat, tapi pemahaman sebelum berpendapat harus tepat.

Sabtu, 28 Mei 2016

Bukan urusanku

Aku ngajak ketemu. Dia mau. Tapi gak bisa kalo gak di sini. Padahal aku harus pulang, karena ada urusan. Dan memang sudah ditanyain berkali-kali.

Aku sudah lupa kapan terakhir ketemu dia. Aku lupa kapannya. Aku cuma ingat pas itu rapat.

Aku ingin sekali ketemu. Tapi sulit.

Aku harus gimana?

Pun sejujurnya, aku merasa bahwa dia udah bukan dia. Tapi yaudah, hal yang pasti adalah perubahan itu sendiri.

Dari yang sering bertemu
Sampai tanya kabar aja ragu
Apakah aku mengganggu
Apakah dia terganggu

Tapi
Ya sudah lah
Dia sudah bahagia
Atau sedang dibahagiakan

Oleh siapa?
Dirinya sendiri?
Atau?

Sudahlah. Itu bukan urusanku.

Jumat, 27 Mei 2016

Cemas

Aku tidak tahan, aku ingin bertanya. Bertanya kabar, apa itu salah?

Aku tidak tau, kenapa aku cemas memikirkanmu. Aku selalu mau kabarmu.

Apakah sudah makan?

Apakah sibuk?

Apakah sehat?

Ah.

Aku ingin tau. Maafkan aku mengganggumu. Tapi, kenapa aku cemas begini?

Senin, 23 Mei 2016

Kusut

Dikata sedih, gak juga.
Dikata senang, apalagi.

Datar.

Bahkan aku juga lebih banyak sendiri hari ini. Gak tau kenapa. Sampai ada yang bilang:

Sendirian
Diem

Aku kira gak ada yang merhatiin. Ternyata. Ada. Gitu lagi.

Oh iya.

Aku bingung kenapa semakin hari semakin sulit dijelaskan. Semakin rumit aja masalahnya.

Dan...

Terparah adalah...

Aku melihat baik-baik saja. Tapi ternyata itu tipuan mata. Jika bisa dirasa, kenyataannya buruk. Rusak. 

Pagi lagi

Dah malem ya. Pegel.

Mau cerita tentang hari ini. Bukan kemarin.

Setengah 7 pagi. Aku masih tidur-tiduran. Tiba-tiba batuk karena tidur di kamar mbakku. Adem gilak. Gak kuat. Tapi dah sembuh lah. Cuma karena dingin doang.

Jam 7-an aku melajukan motorku ke Solo. Yoi. Ada acara studi banding. Jam 11 sih dimulainya, tapi karena bidangku yang punya proker, jadi semacam panitia dari bidangku.

7:26

Mas-masnya bilang otw.

8:40

Mas-nya bilang sampai Klaten.

9:__ (lupa)

Kaget. Akunya yang kaget. Cepet banget alig. Aku langsung kasih kabar ke grup pengurus. Minta jangan telat.

Ya gitu...

Ketika pengurus jam 11 udah pada dateng, dari pihak sana mengundur karena bisnya mogok. Yaudah deh. Harus menunggu dan baru dimulai jam setengah 3 sore.

Pekewuh sama pengurus. Tapi ya gapapa, semoga tetap senang.

Aku mau cerita apa sih tadi intinya. Lupa kan.

Yaudah deh.

Tidur tidur.

Sudah pagi lagi.

Dan sepagi ini, aku mau bilang, bukan, aku mau berharap. Semoga aku bisa sabar dan ikhlas. Sabar menunggu dan ikhlas melepas.

Sabtu, 21 Mei 2016

Jawaban

Emily tu emg amel. Tapi aku ga ngtweet ttg dia. Aku cuma suka namanya.

Tapi bukan buat dia

Aku cuma keinget dia

Eh

Sama aja ya

Aku cuma suka namanya

Sudut 30°

Tidak tersampaikan
Atau belum

Bersembunyi
Jauh sekali
Seperti bukan bersembunyi
Tapi disembunyikan

Ditahan
Untuk tidak berkembang
Dihilangkan
Tapi tak bisa

Jadi maunya apa?
Dilupakan?
Disesalkan?
Atau dilanjutkan?

1 menit

4:32.

Alarmku berbunyi jam 4:30, aku matikan. Tapi aku masih sedikit mengantuk. Jadi, rasa enggan untuk bangun pun banyak.

Aku membuka HP-ku. Semalam paket datanya tidak aku matikan.

Dan..

Emily.

Kaget. Aku memastikan sampai aku baca berkali-kali.

12:02.

Pagi tadi kan?

Aku baca berkali-kali. Dan yang ada dipikiranku... bukankah itu dia?

Rasanya...

Sekitar 1 menit aku membaca itu, aku diam sejenak.

Aku yang sedari tadi enggan beranjak dari kasur, akhirnya segera.

Entah.

Seperti terburu.

Tapi ada untungnya kamu bilang seperti itu. Aku jadi tidak perlu lama-lama mager. Cukup 1 menit, dan itu membuatku terbangun.

Jumat, 20 Mei 2016

Hujan dan satu dua tiga empat

Hari ini harusnya nemuin juri. Tapi malah ke Hydrococo buat pembayaran.

Kisaran jam setengah 4 sore lebih. Langitnya gelap. Mendung. Hujan. Gerimis.

Aku bergegas ke sekre dan pergi. Agak jauh tempatnya. Setengah perjalanan ke rumahku. Aku sama mas Fafa. Kita berdua ke Hydrococo.

Gak boncengan kok. Motor sendiri-sendiri.

Saat itu udah gerimis. Tapi gak begitu deras. Biasa aja. Rintik pelan.

Kata mas Fafa, "tar aja pake mantolnya, kalo deres".

Sampai di daerah jembatan yang atasnya rel kereta itu, mulai deres. Dan parahnya aku kehilangan mas Fafa. I mean, dia di belakangku tapi gak keliatan. Kejebak lampu merah kayaknya.

Pas udah ketemu, dia bilang "ngiyup sik, nganggo mantol".

Di deket terminal, kita turun dan pake mantol.

Bressss.....

Deres banget. Banjir juga.

Tapi tetep nekat.

.....
.....
.....

Ah udah. Jadi gak mau cerita deh.

Jadi mikir lagi. Banyak mikir banget.

Padahal aslinya ceritaku seru. Gimana aku ngelewati banjir dan gimana aku harus muter-muter karena kecegat banjir.

Dan aku sendirian.

Tapi, tiba-tiba gak mau cerita.

Nanti jadi gak seru.

Karena aku tiba-tiba kepikiran. Sangat mengganggu konsentrasi cerita. Ah bukan. Feel-nya gak dapet.

Kamis, 19 Mei 2016

Lupa

Dulu aku bukan orang yang suka tidur larut malam. Jam 10 aja biasanya udah tidur. Sekarang justru aneh rasanya kalau tidur dibawah jam 10.

Ah..

Aku gak tau kenapa tiba-tiba sedih. Ekspresi wajahku begitu datar.

Apa gara-gara.....?

Semoga tidak.

Tapi apa.......

Kenapa sangat mengganggu pikiran. Toh aku sendiri bingung sedang mikir apa.

Yah. Semoga besok aku biasa aja. Gak sedih. Atau setidaknya lupa kalau lagi sedih.

C.2.18

Hari ini, iya hari ini.

Ada cerita. Cerita ruwet sampai kesel sendiri.

Kemarin, aku buat surat perijinan ruang di gedung C. Ruang itu ruang sidang. Pas udah aku print, udah aku mintain tanda tangan kabid, ternyata salah. Harusnya C.2.18. Yaudah mau gak mau ganti.

Perijinannya itu beda. Kalau ruang sidang ijinnya sampai mawa fakultas. Kalau C.2.18 itu ke prodi Biologi.

Sorenya apa siangnya gitu aku ngetik ulang. Sebelum aku print, aku tanya dulu ke sekum tentang kolom tanda tangan, yth, sama alur perijinannya. Kata sekum, yth ke umkap, kolom tanda tangan sampai kaprodi Matematika, dan acc kaprodi Biologi. Tapi karena gak yakin, aku disuruh tanya admin Biologi.

Kalau kata adminnya, yth ke kaprodi Biologi. Ya udah, aku membuat surat akhirnya berdasarkan apa kata adminnya.

Sorenya tanda tangannya udah sampai kabid. Aku mikir, pokoknya besok udah harus selesai. Kalau nunggu Jumat, kelamaan. Apalagi Jumat itu hari pendek.

Besoknya...

Jam ke 3, aku nanya ketum lagi dimana. Mau minta tanda tangan. Katanya dia lagi kuliah. Yaudah nunggu jam ke 5. Pas jam ke 5, ketum dateng ke sekre. Langsung deh minta tanda tangan.

Habis itu aku ngajak Iped buat ke lantai 2, minta tanda tangan kaprodi Matematika. Langsung ditanda tangani sambil beliau bilang, "dijaga kebersihannya, kalau tatanannya kamu ubah, pas udah selesai dibalikin lagi".

Setelahnya kaprodi nyamperin admin Matematika tanya-tanya soal perijinan ruang ke Biologi.

Dan...

Salah. Kata admin Matematika, yth-nya itu ke umkap dan tembusan ke kaprodi Biologi. Terus, aku disuruh mengulang. Dengan alasan, hari Minggu itu gedung C gak dibuka. Yang punya kunci gedung C itu umkap. Pun kalau C.2.18 di acc, yang mau buka gedungnya siapa.

Yaudah. Dengan sedikit rasa gimana gitu, aku ke sekre dan bikin surat yth-nya ke umkap. Aku ngulang lagi dan lagi.

Sebelum ke sekre, aku tanya umkap. Yth-nya ke siapa, dan dijawab ke umkap tapi ada acc dari kaprodi Biologi.

Aku ngulang tanda tangan dari awal.

Kira-kira habis dzuhur itu tanda tangannya udah semua (sampai kaprodi Matematika). Kau tau? Aku bawa 2 kertas. Yang 1 yth ke kaprodi, yang 1 yth ke umkap.

Aku ke gedung C ngajak Risma. Ruang adminnya ditutup. Ruang kaprodi Biologi-nya banyak orang. Dan terlebih aku gak tau kaprodinya yang mana. Aku duduk berdua sama Risma. Kita ngobrol. Terus aku tanya mbak-mbak disitu.

"Mbak, dari prodi Biologi?"
"Iya"
"Kaprodinya yang mana ya?"
"Yang itu, pakai baju hijau rambutnya pendek"

Aku berdiri dan menuju ruang admin buat tanya. Aku nanyain yth-nya gimana.

Kata adminnya, "yaudah manut sama umkap aja". Terus adminnya nganter ke prodi Biologi. Padahal cuma sebelahan sih, tapi gak berani masuk karena rame.

Aku masuk sama Risma. Aku bilang ke kaprodinya mau ijin tempat. Terus kaprodinya bingung kok yth-nya umkap tapi gak ada acc dari umkap. Atau gimana ya, intinya gak ada tanda tangan wakil dekannya.

Ya disitu aku bingung. Terlebih kaprodinya bilang, "kalau yth-nya memang umkap, ini diulang, harus ada tanda tangan wakil dekannya. Kalau yth-nya kaprodi Biologi, itu baru bener minta acc ke saya".

Nah, bingung gak tuh?!

Rasanya...... ampun deh.

Karena udah dapet acc. Aku berasa gak mau ngulang lagi.

Aku ke umkap lagi dan nanyain.

Pas dateng, ada bapak-bapak disitu dan bilang, "lagi istirahat mbak". Aku jawab, "cuma mau tanya pak".

Dan bapaknya jawab, "mau tanya apa?".

Aku mendekat sambil siap-siap curhat.

Kata beliau, "yth-nya kaprodi Biologi, terus ini dimintakan acc dulu".

"Lah, ini udah acc kaprodinya"
"Iya, tapi acc admin Biologinya belum ada"
"..."
"Itu ke mbak Asri atau mas Agus"

Jujur aja, disitu aku bingung. Aku pengen nangis yakin. Aku bolak-balik dari sana ke sini. Yang bikin capek itu sana bilang apa, sini bilang apa, dan terlebih acc-nya berasa kemana-mana.

Dengan menahan tangis, aku ke admin Biologi. Aku gak mau nangis duluan, aku maunya selesai. Begitu pikirku. Dan setelahnya, aku gak mau lagi. Mutung ceritanya.

Aku ke adminnya dan minta acc. Langsung di acc. Alhamdulillah.

Aku balik ke umkap dan menunjukkan bentuk suratnya.

Udah betul.

Udah selesai.

Aku fotokopi dan ngasih cap ke suratnya.

Setelah selesai cap-cap-an, aku ngasih surat ke umkap buat dicatat kalau C.2.18 mau dipinjam, ke satpam biar dibukain gedungnya, dan ke admin Biologi buat jadi bukti kalau aku udah ijin ruangannya.

Selesai!

Pertanyaan malam ini: kunci ruangannya ke siapa ya? Lupa nanya. Hmm.

Mungkin aku tadi emosional. Sampai bilang, "gak mau ijin ke sana lagi, mending ruang sidang sekalian ketimbang harus ruang kuliah".

Atau gampangnya, kalau mau pinjam ruangan itu, jangan nyuruh aku.

Sekian ceritaku, tentang perijinan ruang kuliah Biologi.

Hal yang bisa aku syukuri, aku masuk ke ruang prodi Biologi. Ketemu sama kaprodinya. Kapan lagi bisa begitu? Biasanya cuma lewat aja.

Sekalipun kesal, pasti tetap ada hal yang bisa disyukuri kan?

Minggu, 15 Mei 2016

Lampu

Lampunya mati. Bingung banget harus gimana. Mau service, tapi bakal banyak banget yang di service. Mulai dari service keseluruhan, rem, lampu, ganti oli.... yaampun.

Pulang ini tadi aja pake lampu kota. Redup tapi nyala. Aku gak mikirin akunya kenapa-kenapa, tapi takutnya orang lain gak lihat aku dan jadinya begitulah.

Hmm.

Ngantuk. Habis selesai MFC dan aksioma. Aksioma belum selesai sih, masih tinggal dikit. Eh tapi kok ada yang aneh ya. Ada yang.......

Kemarin habis pulang dari MFC hari pertama, sampai kos langsung nyuci dan mandi, terus balik ke sekre. Ngapain? Ya aksioma. Capek sih. Rada' gak mood juga karena............

Sampai sekre langsung ngerjain dan alhamduliah dapet kisaran 50-60 persen selesai.

Itu sampai jam 9 malem, aslinya pengen dilanjut aja, tapi gimana ya, udah disuruh pulang.

Yaaa, beginilah. Sedang gak bisa diganggu. Kepikiran diri sendiri.

Sabtu, 14 Mei 2016

Jumat, 13 Mei 2016

23:15

Ada apa dengannya?

Salah.

Ada apa denganku.

Malam ini dua kali nulis blog. 23:08. Sudah malam. Besok harus berangkat pagi. Sebelumnya aku bilang bahwa baru makan sekali kan? Dan ya, malam ini tidak makan. Tapi besok pagi harus. Aku tidak mau sakit karena ulahku sendiri.

Kamu memenuhi pikiranku.

Ah. Apakah kamu baik-baik saja?

Tidak! Ini cukup. Sangat cukup.

Pun kalau aku menjauh, bukan karena aku mau. Tapi kamu yang melakukannya.

Boleh jadi kamu melihatku baik-baik saja. Tapi sebenarnya tidak.

I'm done.

Depanku tertidur

Suara hujan merajai seisi ruangan
Decit gesekan sepatu dengan lantai tidak terdengar
Orang teriak
Tapi tidak terdengar

Di sana ramai
Di sini juga

Sekitarku bingung
Sekitarku lelah
Pasti
Tapi semangat ya
Aku rehat sebentar

Aku duduk tanpa sandaran
Hanya menekuk siku
Dan diletakkan di atas meja

Aku
Yang saat ini sedang lapar
Hanya makan sekali
Dan mengantuk

Sedang berpikir
Banyak sekali
Seolah pikiranku sangat sibuk
Mengalahkan kegiatanku sendiri

Ah
Aku lupa
Seharusnya aku mengabari
Tapi dia sedang sibuk

Hujan mulai kalem
Tidak berisik
Ada yang menyanyi
Tapi di TV

Mereka teriak
Mereka berlari
Sedang aku
Hanya diam
Dan terduduk

Hari ini
Aku ingin sekali bicara padamu
Seperti biasanya

Tapi saat ini tidak biasa
Ada yang berubah
Ada yang menjauh
Dan ah
Aku tak tau lagi

Kamis, 12 Mei 2016

Gak bisa fokus

Besok ada ujian kalkulus dan belum belajar. Cuma baca-baca.

Yakalik kalkulus cuma dibaca doang.

Lelah hari ini. Yang lelah pikirannya. Mungkin aku terlalu pesimis. Sampai-sampai aku lupa, kalo masih banyak yang berharap. Sedangkan aku? Ya begini.

Yaudah sih gitu aja. Gak penting emang.

Mengantuk. Tidur dulu mungkin. Belajarnya besok aja. Biar fokus.

Sudah pagi

23:50

Sudah malam bahkan tengah malam. Ini kalau aku kelamaan mikir apa yang mau aku tulis, bisa-bisa waktu aku post jadi pagi hari. Yaaa yaudah sih ya.

Habis selesai ngerjain tugas kalkulus. Pegel. Lebih dikit padahal dari aljabar linear. 2 hari ini emang kebut-kebutan tugas. Lembaran-lembaran folio dimana-mana. Parahnya, hari Jumat UKD III kalkulus.

Kamis yang aku kira gak ada apa-apa, ternyata justru harus kemana-mana.

Aku emang masuk di bidang yang kerjaannya jalan-jalan. Di kepanitiaan pun aku jalan-jalan.

Mengesankan.

Kamis nanti ada asistensi, terus mengurus sponsor, dan kumpul acara lopograf. Malamnya musti belajar untuk ujian besoknya. Padahal hari ini saja aku capek. Tapi menyenangkan.

Tadi habis dari FISIP. Mau ketemu sama mas-mas FFC. Selesai kuliah, mampir sekre bentar nunggu orang, karena aku gak tenang, pekewuh kalo masnya nunggu, jadinya aku ngeburu.

Ke FISIP. Bingung mau parkir. Pas mau parkir dikasih kertas warna oranye, kayak kertas parkir gitu.

Terus kita (aku sama Iped) bingung sekre FFC dimana. Cuma dikasih tau deket sama lapangan FEB. Lah? Kan gak ngerti ya. Aku gak pernah ke FISIP. Akhirnya nanya orang, dikasih tau.

Kita masuk. Settt....

Pas masuk kaget, beda banget sama FMIPA. Hahaha. Mahasiswanya.... lokasinya..... suasananya..... beda deh.

Sampailah di sekrenya. Ada kejadian nih. Jadi kita tuh bingung mau masuk. Mau masuk tapi kok malu, dan boom! Kita tarik ulur disitu. Eh si masnya tuh dubbing -in kita. Kayak "ih kamu dulu", "gak mau, kamu dulu". Kan ngeselin ya. Dikata kita gak denger kalik.

Masuklah kita. Duduk. Lalu mengobrol. Seru. Mas-masnya lucu dan baik. Angkatan 2014. Salah satunya temennya mas Obi. Kita dapet banyak masukan dan itu menyenangkan.

Setelah itu kita pergi. Kita ke FAPERTA.

Blablablabla.....

Capek mau cerita hahahaha. Udah pagi.

Dan pagi-pagi harus kepikiran sesuatu. Sesuatu yang sebenernya aku mencoba lupa. Bukan mencoba lupa, mencoba memaklumi.

Aku gak tau sebenernya. Kenapa dan bagaimana bisa terjadi. Gak tau.

Semua kayak terjadi begitu aja, dan aku gak bisa menghindar. Atau aku yang gak mau nolak. Yaah, aku gak tau. Jangan ditanya.

Tapi...

Bagaimana ya rasanya? Kenapa aku penasaran? Hahahaha. Yasudahlah. Sudah pagi.

Minggu, 08 Mei 2016

Pindah

Namaku Arum. Sebelum lahir-pun aku sudah jadi masalah. Apalagi sekarang. Semakin ruwet saja.

Aku disebut berdarah dingin. Kadang aku berpikir, bukankah semua manusia berdarah panas? Lantas makhluk macam apa diriku ini?

Tidak. Itu hanya sebutan oleh sebab kelakuanku. Suka datang tiba-tiba jika masuk rumah. Dan banyak hal lagi, hanya orang rumah yang tau.

Aku anak kedua dari empat bersaudara. Kakakku perempuan, adikku laki-laki (Alm.) dan perempuan. Aku menyayangi mereka sebagaimana suatu keharusan. Kalau tidak, bisa di depak aku dari rumah.

Ayahku, ah tidak, Papaku, beliau asli Jogja. Mamaku asli Semarang. Jogja dan Semarang lalu tinggal di Boyolali. Seperti tengah-tengahnya. Aku lahir Jogja tapi akta Boyolali. Sebenarnya aku tidak setuju, kalau aku dari bayi sudah bisa protes, pasti aku protes. Tapi ya mau gimana, bisanya cuma nangis, dasar bayi.

Papaku seorang yang keras.

Ambigu. Keras apanya?

Semuanya. Didikannya sangat keras. Berbeda dengan Mama yang cenderung lemah lembut.

Tapi aku tidak mau membahas itu.

Aku tinggal di Boyolali, tapi sudah berkali-kali pindah. Pertama, di Jl. Merbabu. Ada sumurnya, aku masih ingat. Belakang rumah seperti hutan. Yang aku ingat hanya sedikit. Memori masa kecil. Seperti, coretan yang aku buat di tembok rumah. Lalu bersembunyi di bawah meja waktu ada orang gila lewat.

Lah? Ingatan macam apa ini? 

Terkalem 2001 (atau 2002)
Ke-ma-yu
Lanjut...

Setelah dari Jl. Merbabu, kita pindah ke Pambraman (Banaran). Dulu aku susah nyebutnya, selalu kebalik-balik sama Candi Prambanan. Ah begitu pokoknya.

Aku TK di daerah sini. Kira-kira 100 meter dari rumah. Aku punya teman pulang bareng. Namanya Fian, dia laki-laki.

Pulang-bareng-zoned.

Yang aku ingat, gempa 2006 (ya bukan ya?) itu waktu aku di sini. Aku mau mandi, aku naik kursi buat ambil baju, dan tiba-tiba bergoyang, dan boom... terjadilah gempa. Dan di situlah pertama kalinya aku merasakan gempa.

Sebenarnya banyak cerita, ingin aku tuliskan, tapi sepertinya tidak perlu.

Selanjutnya, aku pindah ke Surowedanan (Pulisen). Ah. Itu adalah rumah favoritku. Benar-benar favorit. Kamarku memang lebih kecil daripada kamar di Pambraman. Tapi sangat nyaman. Terutama karena ada jendelanya. Yap, aku sangat menyukai jendela.

Rumahnya besar dan luas. Ada rumah cabang. Eh bukan, rumah pemiliknya di dalam. Rumah kecil. Aku sering ke situ hanya untuk lihat-lihat barangnya. Ada banyak buku cerita. Dan yang paling aku suka adalah puzzle. Banyak puzzle dan sudah aku selesaikan. HA!

Rumahku dekat dengan SMP-ku. Kadang jalan kaki, kadang naik angkot, tapi kalo naik angkot suka muter-muter dulu, biar serasa rumahnya jauh.

Selain itu apa ya, yaa intinya aku rindu sekali dengan rumah itu. Sederhana. Bangunan tua. Jendela. Tetangga yang ramah. Teman yang sepantaran. Sangat menyenangkan.

And the last one...

Jl. Perintis Kemerdekaan (Pulisen). Kalo ditanya, aku selalu menyebutnya dengan Boyolali kota. Padahal Boyolali bukan kota. Boyolali itu Kabupaten, tidak ada Walikota, adanya Bupati.

Dan satu lagi, kota mana yang dilewati bis dan truk? Hahaha. "Kota" yang sebenarnya itu Banaran. Pulisen itu apa ya, luas lah. Tapi termasuk kota juga menurutku. 5 menit dari Pasar Boyolali. 

Aku menghabiskan masa SMA-ku di sini. Dekat dari rumah lagi. Yap. Aku merasa setiap kepindahanku selalu dekat dengan jarak sekolahku.

SD-ku di Jl. Garuda, dekat dengan rumahku yang di Banaran. SMP-ku di Jl. Merapi, dekat dengan Surowedanan. Dan SMA-ku di Jl. Kates, dekat dengan Jl. Perintis Kemerdekaan.

Kalo ada tugas menggambar jarak rumah ke sekolah, aku tidak akan pernah kesulitan.

Semuanya hanya tinggal lurus.

Kamu tidak akan pernah tersesat mencari rumahku. Banyak plang (penunjuk arah). Yap, Papa itu dokter gigi, jadi ya harus begini.

Akhir kata...

Aku sering pindah rumah, tapi semua tetap menyenangkan. Apapun itu, akan selalu menyenangkan jika disyukuri kan?