Jumat, 29 Januari 2016

Malam

Malam ini sepi ya
Terasa sepi
Atau aku yang kesepian?

Malam ini aneh ya
Terasa kurang
Atau memang hilang?

Kamis, 28 Januari 2016

Kopi

Don't think about it
Just move your body

Gak bisa kalau maksain buat mengetahui isi kepala orang.
Kamu mau gila atau gimana?

Feel the rhythm getting louder

Gelisah. Ingin tau. Semuanya.
Mari seduh secangkir kopi dan nikmati.

Rabu, 27 Januari 2016

Asing

Pernah gak sih kalian merasa sedih? Sedihnya gak biasa. Kayak tiba-tiba sedih. Bahkan kosong.

Merasa tiba-tiba sepi, gak ada orang yang pas buat diajak berbagi? Merasa sendiri, atau bahkan dunia seakan lagi tak berpihak?

Tidak tau harus bercerita darimana, hanya tau perlu menangis? Pernahkah?

Senyum itu hilang. Tawa itu mulai menjauh. Menjauh. Dan semakin jauh. Lalu takut. Entah bagaimana. Aku semakin tidak tau.

Tidak tau harus bilang apa. Bercerita apa. Yang aku tau, dunia tiba-tiba terasa asing.

Bagaimana jika pada akhirnya hal itu terjadi? Akankah sanggup? Kuatkah?

Tandai hari ini sebagai keasinganku terhadap dunia.

Rabu, 20 Januari 2016

...

Terdiam.
Hanya bisa diam?

Aku kenapa?
Jangan diam.
Dia tidak akan mengerti.

Bicaralah.
Katakan, mauku apa!

Kaku?
Mengapa tersekat?

Buka suara.
Aku punya hak.
Ayolah!
Mengapa tidak bisa?

Jangan diam!

Bicaralah!

Jumat, 08 Januari 2016

Sedikit Tentang Kuliah(ku)

Ini udah Januari. Terus yaudah gitu aja.

Ada yang mau tau gimana kuliahku? Kalo gak mau tau ya gapapa, aku ceritain.

Aku kuliah di program studi Matematika. Kenapa aku milih Matematika, karena aku suka sesuatu yang menantang, menghitung panjang-panjang ternyata gak ada jawabannya. Sedih? GEMES! Atau kalau kamu menghitung lancar tanpa hambatan, pasti ada yang salah. Pasti, kecuali kamu. Iya kamu.

Kamu siapa sih rum.

Waktu TK sampai SMA, matematika identik dengan hitung menghitung. Di perkuliahan, hitung menghitung kamu serahin ke kalkulator aja. Justru ketika kamu suka menganalisis dan mainan logika, aku jamin kamu bisa survive di Matematika. Karena Matematika versi perkuliahan bukan saat kamu bisa menghitung, tapi justru saat kamu bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah dengan bermain logika dan analisis.

Terus kapan menggunakan perasaan?

Ada saatnya. Ketika kamu lelah dan mau nikah aja.

Enggak. Bercanda kok. Kamu pelajari nanti di mata kuliah Logika dan Himpunan. Heu.

Oh iya, ada cerita yang bisa di bilang pasti bukan kebetulan. Jadi begini, waktu aku kelas X, kalau UTS dan UAS itu duduknya semeja sama kelas XII. Aku duduk semeja sama mas Alex. Dia itu gak banyak bicara.

Pas pengumuman SNMPTN, aku lihat dia diterima di Matematika UNS. 2 tahun berselang, ternyata aku diterima di program studi yang sama tapi beda jalur. Pas itu aku belum sadar kalau dia kakak tingkatku.

Aku ketemu dia pertama kali di kampus itu pas mengisi buku kenal. Aku ketemu di ruang SAT (Self Access Terminal). Di situ banyak kakak tingkat dan kita harus kenalan untuk selanjutnya ditulis di buku kenal. Mayoritas mereka angkatan 2012 dan 2011. Aku diam, bener-bener diam aja, bingung mau kenalan sama yang mana.

Di antara manusia-manusia berkenalan, aku melihat mas Alex lagi laptopan (uluh-uluh). Aku mendekat dan tanya, “Maaf mas, lagi sibuk gak? Boleh kenalan?”. Dan dia kasih respon. Iseng aja, aku tanyain masih inget aku atau gak. Ternyata MASIH! Asli, aku seneng banget. Ngobrolnya jadi enak dan gak begitu canggung. Dia juga gak kayak dulu, beda deh.

Dia kasih pesan ke aku, “Matematika itu banyak aplikasinya, sabar dulu sampai semester III”. Dan setelahnya, baru aku tau dia pengajar English Club dan asisten dosen Logika dan Himpunan. Parah, keren banget.

Kebetulan?

Enggak. Pasti bagian dari rencana-Nya.

Perbedaan waktu sekolah dan kuliah itu terasa. Yang tadinya serumah sama orang tua, jadi ngekos. Rasanya? Ya gitu deh.

Aku dapat kosan yang dulu pernah ditawarin di facebook. Waktu itu aku lihat fotonya dan pengen di situ. Kelihatannya nyaman gitu. And here I am. Lagi mengetik untuk blog. Sendirian. Di kos dengan sedikit penghuni karena pada balik.

Sedih juga ya ternyata, sepinya jadi terasa.

Pernah gak pulang alias nginep di kos temen karena ngerjain tugas. Posisiku waktu itu lagi sakit, jadi temenku itu bilang pulangnya besok aja.

Ada masanya ketika kamu kumpul rame-rame di kos temen, pas pulang, temen kamu pasti sedih karena kos jadi sepi lagi. Putri Dea Sari. Dia dari Jakarta. Karena dia orangnya suka gak jelas, kita sebut dia JakTeng (Jakarta Tengah). Aku kenal dia pertama kali di Masjid Nurul Huda. Dia minta diajarin beat clap. Gimana ya? First impression (asek, nggaya banget) lihat dia tuh, ini anak slow-slow gimana gitu.

Dia partner PDD-ku. Temen nglembur. Aku nglembur backdrop, dia nglembur agama. Emang gitu orangnya. Suka perbedaan.

Dan masih banyak lagi. Heu.

Kos Iped (panggilan dia) adalah basecamp kita. Tempat buat ngapa-ngapain. Buat makan, minum, ketawa, kesel, sedih, ngegalau, nugas, bahkan kentut. Asli ya, mereka tuh ..... ah gitu pokoknya.

Ped, aku nulis kamu di blogku. Capcin 1, Ped.

Kita?

Siapa ya?

Next ya!