Ini udah Januari.
Terus yaudah gitu aja.
Ada yang mau tau
gimana kuliahku? Kalo gak mau tau ya gapapa, aku ceritain.
Aku kuliah di program
studi Matematika. Kenapa aku milih Matematika, karena aku suka sesuatu yang
menantang, menghitung panjang-panjang ternyata gak ada jawabannya. Sedih? GEMES! Atau kalau kamu menghitung lancar
tanpa hambatan, pasti ada yang salah. Pasti, kecuali kamu. Iya kamu.
Kamu siapa sih rum.
Waktu TK sampai SMA,
matematika identik dengan hitung menghitung. Di perkuliahan, hitung menghitung
kamu serahin ke kalkulator aja. Justru ketika kamu suka menganalisis dan mainan
logika, aku jamin kamu bisa survive di Matematika. Karena Matematika versi
perkuliahan bukan saat kamu bisa menghitung, tapi justru saat kamu bisa
menyelesaikan masalah tanpa
masalah dengan bermain logika
dan analisis.
Terus kapan
menggunakan perasaan?
Ada saatnya. Ketika
kamu lelah dan mau nikah aja.
Enggak. Bercanda kok.
Kamu pelajari nanti di mata kuliah Logika
dan Himpunan. Heu.
Oh iya, ada cerita
yang bisa di bilang pasti
bukan kebetulan. Jadi begini, waktu aku kelas X, kalau UTS dan UAS itu
duduknya semeja sama kelas XII. Aku duduk semeja sama mas Alex. Dia itu gak
banyak bicara.
Pas pengumuman SNMPTN,
aku lihat dia diterima di Matematika UNS. 2 tahun berselang, ternyata aku
diterima di program studi yang sama tapi beda jalur. Pas itu aku belum sadar
kalau dia kakak tingkatku.
Aku ketemu dia pertama
kali di kampus itu pas mengisi buku kenal. Aku ketemu di ruang SAT (Self
Access Terminal). Di situ banyak kakak tingkat dan kita harus kenalan untuk
selanjutnya ditulis di buku kenal. Mayoritas mereka angkatan 2012 dan 2011. Aku
diam, bener-bener diam aja, bingung mau kenalan sama yang mana.
Di antara
manusia-manusia berkenalan, aku melihat mas Alex lagi laptopan (uluh-uluh). Aku mendekat dan tanya,
“Maaf mas, lagi sibuk gak? Boleh kenalan?”. Dan dia kasih respon. Iseng aja,
aku tanyain masih inget aku atau gak. Ternyata MASIH! Asli, aku seneng banget. Ngobrolnya
jadi enak dan gak begitu canggung. Dia juga gak kayak dulu, beda deh.
Dia kasih pesan ke
aku, “Matematika itu banyak aplikasinya, sabar dulu sampai semester III”.
Dan setelahnya, baru aku tau dia pengajar English
Club dan asisten dosen Logika dan Himpunan. Parah, keren banget.
Kebetulan?
Enggak. Pasti bagian
dari rencana-Nya.
Perbedaan waktu
sekolah dan kuliah itu terasa. Yang tadinya serumah sama orang tua, jadi
ngekos. Rasanya? Ya gitu deh.
Aku dapat kosan yang
dulu pernah ditawarin di facebook. Waktu itu aku lihat fotonya dan pengen di
situ. Kelihatannya nyaman gitu. And
here I am. Lagi mengetik untuk blog. Sendirian. Di kos dengan sedikit
penghuni karena pada balik.
Sedih juga ya
ternyata, sepinya jadi terasa.
Pernah gak pulang
alias nginep di kos temen karena ngerjain tugas. Posisiku waktu itu lagi sakit,
jadi temenku itu bilang pulangnya besok aja.
Ada masanya ketika
kamu kumpul rame-rame di kos temen, pas pulang, temen kamu pasti sedih karena
kos jadi sepi lagi. Putri Dea Sari. Dia dari Jakarta. Karena dia orangnya suka gak jelas, kita sebut dia JakTeng (Jakarta Tengah). Aku kenal dia
pertama kali di Masjid Nurul Huda. Dia minta diajarin beat clap. Gimana ya? First impression (asek, nggaya banget) lihat dia tuh, ini anak slow-slow gimana gitu.
Dia partner PDD-ku.
Temen nglembur. Aku nglembur backdrop, dia nglembur agama. Emang gitu orangnya.
Suka perbedaan.
Dan masih banyak lagi.
Heu.
Kos Iped (panggilan
dia) adalah basecamp kita. Tempat buat ngapa-ngapain.
Buat makan, minum, ketawa, kesel, sedih, ngegalau, nugas, bahkan kentut. Asli
ya, mereka tuh ..... ah gitu pokoknya.
Ped, aku nulis kamu di
blogku. Capcin 1, Ped.
Kita?
Siapa ya?
Next ya!