Kamis, 28 November 2013

Ilang

Hari ini gue habis diliputi rasa sebel gara-gara dikerjain. Untungnya gue gak nangis kayak kemarin. Hahaha.

Jadi kemarin itu, Rabu (27/11), gue nangis untuk pertama kalinya di kelas 11. Ceritanya gini...

Bel jam ke 3 udah nge-haaa-haaaa-hahahaha-hahaha sendiri. Gue udah selesai ngerjain tugas agama sebagai pengganti ulangan. Gue bahagia dan gue akhirnya nyante-nyante sambil dengerin lagu pake earphone. Gue gerakin bahu, kaki, tangan, bahkan kumis gue ikut nari. Gak peduli temen-temen gue pada keganggu apa gak.

Tapi bel jam ke 4 bunyi, ini guru gak dateng-dateng. Gue mulai mikir, ini pasti kosong. Sampai pada akhirnya dari arah genteng pintu, temen-temen pada grudukan. Ternyata gurunya udah dateng. Beliau cuma nyuruh untuk membaca bab terakhir dan nagih tugas. Gue lepas earphone dan mulai nyari kertas gue. Dan bayangkan, GAK ADA!!


Gue panik. Apalagi Arfi sama Adil malah nge-hiyakle-in gue. Gue makin panik lagi. Gak cuma itu aja, gurunya langsung pergi dan temen-temen pada ngoyak sambil ngumpulin tugas.

Arfi sama Adil ngasih saran buat ngulang. Gue pengen nangis. Karena kalo ngulang apalagi harus cari lagi jawaban itu sendiri, itu bikin capek dan gak cukup kalo rampung pas istirahat tar.

Gue mandangin Arfi dengan tampang melas. Entahlah, mungkin mata gue emang udah berkaca-kaca dan dia bilang "eh ojo nangis rum, tak goleke sik naknu". Tapi itu gak cukup. Apalagi Adil ngambil tugasnya Ala dan numpukin sekalian.

Gue pengen nyegah. Gue pengen bilang "tunggu, aku tak nirun sik" tapi tercekat. Karena kalo sekali gue ngomong, gue pasti nangis! GUE DILEMA!

Gue akhirnya pasrah dan mulai ndedel 2 kertas dari bindernya Ala dengan perasaan dongkol. Gue mulai nulis 1-50 di kertas itu. Dan pas gue nulis, Ala dateng sambil ngomong "tugasku, tugasku ndi", dan dia mulai nyari-nyari di bindernya. Tanya sama gue tapi gue lagi sibuk................sibuk menarik nafas dan bersikap tenang untuk ngomong "udah ditumpuk Adil".

Tapi takdir berkata lain, disela-sela kepanikannya Ala, dia tanya "kon nggarap opo rum?". GUE PENGEN NANGIS!!!! Gue gak sanggup ngomong!! Gue......gue......gue sedih.

Dan gue akhirnya menuliskan kata "Ilang" di lks. Ala ngeliat kata itu dan mungkin sedang mencoba mencerna maksud gue. Dan tangisan gue PECAAAAH!! Gue udah gak sanggup buat nulis. Gue sediiiihhh!!
gue sebut......kenangan
Sekian detik tangisan gue, Ala bilang "eh rum, nggonamu wis ditumpuk Amin, mau dijileh Amin, ojo nangis rum". Gue malah makin nangis. Dan Ala nglanjutin omongannya "saiki nggonku mah sing ilang jal". Gue pengen ketawa. KENAPA?! Lo harus tau gimana ribetnya Ala cari kertasnya. Susah buat nulis gambaran gimana polosnya Ala.

Disela-sela tangisan gue, Arfi sama Adil datang. Mereka liat gue nangis dan ketawa. Si Adil ngedeketin muka gue dan nunjuk-nunjuk gue sambil bilang "ih nangis" sambil ketawa. Gue tetep nangis, tapi kali ini sambil ketawa.

Dan berkat kejadian ini, gue akhirnya ngerti.
Ketika mata menangis dan bibir tertawa dalam waktu bersamaan, maka akan mendorong umbel cair meler dari hidungmu.
Oke ini menjijikan. :|

Begitulah kisah gue kemarin, betapa cengengnya gue. Tapi suer, kalo itu terjadi sama kalian, kalian juga akan melakukan hal yang sama. Bedanya kalian nangis apa enggak. Itu aja._.

###

Dan hari ini, Kamis (28/11), gue dikerjain Arfi sama Adil sampe gue sebel.

Jadi waktu itu pelajaran matematika, disuruh ngerjain soal nomer 8 yang ada di buku paket. Gue gak nggagas, karena gue gak punya bukunya._. Gue gojek sama Ala.

Sampai pada akhirnya, Arfi ngasih buku paket matematika dan gue disuruh nggarap. Tapi gue nolak. Oh ya, waktu dia ngasih itu, covernya itu bagian belakang buku, bukan depan.

Nah, tiba-tiba gurunya bilang "sudah bisa?". Gue mulai inisiatif buat nggarap. Gue akhirnya nerima tawaran mereka berdua. Gue tanya halaman berapa. Tapi mereka nyuruh gue tanya yang lain. Gue tanya Ririn, dan Ririn jawab 216, gue buka dan hasilnya beda karena tulisan di buku paket gue kuning, sedangkan punya Ririn biru.

Gue mulai celingukan nyari buku paket yang kuning. Sampai akhirnya Umi bilang "rum, kui buku kelas 1, aku mau yo diapusi". Gue buka cover depan dan gue tersadar, ini buku kelas 10. Dalam waktu yang sama, Arfi, Adil, Bison, Bowo, Ala, dan Umi ketawa liat gue. Gue merasa hina.

Arfi bilang disela-sela tawanya "ealah to rum, rum, gampang men diapusi, suk neh yo, eh ojo, ndak nangis". Gue sebel dan mulai nge-emboh-emboh-kan mereka.

###

Pernah juga waktu itu gue dibully sama Ala, Adil, dan Arfi setelah kejadian seseorang masuk ke kelas gue dan sukses membuat gue di-cie-in sekelas. Gue emang selalu kalah kalo beradu argumen sama mereka. Gue pasrah, mutung, dan balik badan.

Sampai tiba-tiba mereka berdua manggil "rum, iki drawing pen-e sopo mbok dokok kene?". Gue mlinguk dan gue ketawa. Tapi serius gue malu. Mereka bertiga (ditambah Ala), ketawa ngakak gak berhenti-henti. Ah, memalukan memang.

###

Ada lagi nih, jadi ceritanya Ala habis tidur. Gue bilang sama dia "kemarin aku habis nangkap nyamuk". Hening. Dia tanpa ekspresi. Dan gue nglanjutin "yaudah gitu aja". Si Ala langsung ketawa sampe nangis, dia bilang "arum php, tak kira ki ngopo, ra penting banget". Dan tiap gue keinget ini, gue selalu ketawa. Hahahaha.

###

Sekian cerita dari gue. Semoga temen-temen gue diberi jalan yang lurus untuk tobat biar gak ngerjain gue lagi. Aamiin.

Selasa, 12 November 2013

Katakan "Tidak" Pada Penyakit Saat Musim Hujan

Hujan. Bagi sebagian orang, hujan adalah waktu yang tepat untuk bergalau-galau ria. Hujan seakan lorong bagi manusia-manusia galauersuntuk masuk dan menyelam ke dalam kubangan kenangan pahit ataupun manis.

Namun, tak sedikit diantara mereka yang tepar karena melupakan kesehatan sendiri. Mereka menganggap dengan tidak makan, tidak minum, bahkan tidak bernapas bisa membuat kegalauan mereka semakin berkualitas.



Berikut tips dan trik menjaga kegalauan kesehatan saat musim hujan datang:

Segera mandi dan keramas bila kehujanan
Hujan-hujanan adalah hal yang menyenangkan ketika masih kecil. Apalagi jika ada grojogan dari atap rumah dan kita menganggap seakan air terjun. Best moment ever~
sumber: google
Namun pada saat kita dewasa dan kita tidak membawa payung atau jas hujan, kita akan dihadapkan oleh 2 pilihan, menunggu atau nekat. Bagi seorang yang berprinsip time is money, maka nekat adalah hal yang lumrah. Namun bagi mereka yang berprinsip enjoy your life [atau apalah terserah], maka menunggu adalah jawabannya.

Bagi mereka para penerjang hujan, sekujur tubuh basah kuyup adalah hal yang biasa. Nah, tunggu apalagi? Segeralah mandi dan keramas. Agar badan segar dan mencegah terserang flu. Bila tidak memungkinkan mandi, gantilah pakaian kalian dengan pakaian kering agar tidak terlalu lama basah.

Selalu cuci tangan dan sikat gigi
Sampai rumah jangan lupa mencuci tangan agar tidak menebar virus kemana-mana. Apalagi musim hujan begini, jangan mengira dengan terkena air hujan maka sudah termasuk cuci tangan.

Tak lupa juga menyikat gigi sesudah makan, saat mandi, dan sebelum tidur. Karena virus juga bisa masuk melalui mulut. Tapi ingat, sikat gigi menggunakan pasta gigi, bukan sabun Dove.

Minum air
Perbanyak minum air putih agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
sumber: google
Jangan minum air hujan apalagi dipadukan dengan sirup. Jangan. Itu tidak sehat.

Sediakan minuman hangat
Daya tahan tubuh kita akan menurun jika terlalu lama merasa kedinginan. Jangan memeluk magic jar agar kalian merasa hangat. Atau agar terlihat hardcore, kalian malah berbaring di atas kompor yang menyala, kerokan menggunakan setrika, atau menyetrum diri sendiri. Jangan.

Kalian bisa membuat cokelat panas, teh hangat, atau mungkin wedang jahe Saraba. Jika kalian malas untuk membuat, bisa membeli di warung, kalian hanya tinggal merogoh kocek 2000 sampai 3000 saja. Mudah kan?

Jaga asupan makanan sehat
Konsumsi perbanyak makanan yang mengandung gizi seimbang [4 sehat 5 sempurna].
sumber: 9gag
Ada baiknya jika kalian mengonsumsi makanan yang berkuah, seperti sup, soto, atau sayuran yang berkuah. Makanan berkuah membantu kalian agar tetap merasa hangat.

Hindari begadang
Baterai HP aja butuh di-charge, masa’ kalian enggak?

I mean, kalian butuh tidur. Tidur yang cukup di malam hari bisa memulihkan stamina setelah seharian beraktivitas. Tidur membantumu melupakan sejenak masalah yang sedang bergejolak, mengurangi stres, dan bisa lebih berpikir jernih.

Ada sedikit tips agar kalian cepat tidur:
  • Tutup kedua mata, karena kalo cuma satu mata takutnya disangka Jaja Miharja.
  • Tiduran, bukan khayang.
  • Hitung domba loncat dari 1-193778.
  • Jangan pasang tusuk gigi di mata biar kayak cagak.
  • Kalo tidur beneran tidur, jangan cuma pantomim.
Intinya, kalo tidur jangan lupa berdoa. Udah gitu aja.

###

Sekian tips dan trik agar kalian tetap sehat selama musim hujan. Penyakit terjadi bukan hanya karena musim hujan tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! #apalahini

Jumat, 08 November 2013

Hal-hal yang Selalu Ada Tiap PDKT

Junot sedang melompat-lompat senang, menarikan tarian aserehe karena baru saja mendapatkan hadiah mobil nomor hp [calon] gebetannya. Sambil terus senyum-senyum, jemari hitamnya mulai mengetik “Hai” dan dengan sekuat mental ia menekan tombol send.

1 menit...

2 menit...

60 menit...

254 menit kemudian...

*tring* *hp Junot bunyi*

[calon] gebetan: “Ini siapa?”
Junot: “Ini Junot, anak sebelah”
[calon] gebetan: “Oh”
Junot: *...........*

Kadang kita emang butuh mental baja untuk pdkt.

Hmm.....

Hari ini gue mau share kalimat-kalimat yang sering digunakan para pemedekate. Kalimat tersebut berangsur-angsur punah dan hilang dari peredaran, namun ada beberapa orang yang masih melestarikannya. Berikut:

Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam
Kalimat sapaan pengganti hai/halo biar rada’ panjangan dikit. Kalo mereka pake nomor esia 1rupiah/karakter, paling cuma hai doang. Pelit Irit.

Lagi apa?
Ini hal yang paling sering mereka kepoin. Atau mereka gak tau musti bahas apa. Untuk pemanasan boleh lah~

Udah makan?
Pertanyaan jenis ini bakal bikin lo males kalo convo-nya bisa jadi kayak gini:
“Udah makan belum?”
“Belum. Kamu?”
“Udah. Kamu makan dulu gih, tar sakit lho”
“Iya”
“Apa perlu aku suapin?”
“Gak usah”
“Yaudah makan dulu sana, tar kalo kamu sakit kan aku sedih”
Kalo udah gemes gini, gue pengen buruan ngerekrut dia jadi emak gue. Serius.

Udah shalat?
Tunggalnya udah makan ini mah. Tapi bedanya, bisa lebih horor. Seumpama gini:
“Udah shalat?”
“Belum, nanti. Kamu?”
“Udah. Shalat gih, sebelum kamu dishalatin”
“..................”
Ya kadang gapapa diingetin shalat. Cuma takutnya pas lo ingetin shalat, terus dia shalat, niatnya itu bukan karena Allah, tapi biar bales chat lo itu “Udah, aku udah shalat”. Biar keliatan alim atau apalah segala macam. Tapi ya serah juga sih~ gak boleh negative thinking~

Maaf
Ketika awal-awal pdkt pasti kata maaf itu bertebaran dimana-mana. Ya gitu, waktu pdkt itu sang pemedekate gak boleh membuat kesalahan sekecil apapun biar targetnya gak marah. Boleh deh~

Aku-Kamu-an
Cieeee yang pdktnya pake aku-kamu. Tar kalo jadian mama-papa. Pas putus musti ke Pengadilan agama. Titlenya jadi janda-duda. Cieeee.
Muehehe~

Pake emot
Nah ini, pake emot gak boleh kelupaan biar kesannya gak garing. Contohnya:
“Hai :)”
“Halo”
“Lagi apa? :)”
Pake emot itu emang semacam nunjukin kalo kita itu bukan robot. Tapi ya gitu, jatuhnya malah horor. Karena jadi sumeh banget.......... padahal kalo papasan kayak gak kenal. HAHAHA~

Hehe
Buat para pemedekate yang canggung, kalimat hehe di belakang itu pasti gak boleh kelewatan. Gue bayanginnya, ini pasti mereka meringis. Padahal juga datar-datar aja itu muka. Ya gitu deh.

Haha/Wkwk
Sudahi perjuanganmu jika [calon] gebetan kerap berkata haha atau wkwk.

Gue saranin buat kalian [baca: para pemedekate], kalian harus bisa semaksimal mungkin membuat convo itu mengalir apa adanya. Absurd gapapa. Itu hal yang malah jadi seru buat diomongin dan bisa ngangenin.

Luluhnya hati seseorang itu berbanding lurus dengan bagaimana convo itu berjalan. So, jangan sering kepoin dan ngatur [calon] gebetan lo dengan pertanyaan sederhana seperti itu. Ya untuk mengawali pembicaraan  gapapa lah, biar kesannya gak buru-buru. Tapi jika di tengah pembicaraan lo tanya hal yang sama, bisa jadi target lo itu jadi ogah-ogah-an buat jawab dan buru-buru end chat.

Ketika lo chit-chat, ibaratkan diri lo itu lagi face-to-face sama dia. Jadi apa yang lo bahas itu bisa lebih kemana-mana dan lo jadi gak mikir. Bukan berarti gak punya otak juga sih maksud gue. Ya intinya, lo harus bisa kreatif.

Lo juga bisa ngajak ketemuan target [kalo mau]. Karena chit-chat seseru apapun pasti akan menemukan titik kejenuhannya kan? :)

Selamat berjuang!

Sabtu, 02 November 2013

Hey you!

Aku merindukanmu
Canda tawamu
Teriakanmu
Kenakalanmu
Bahkan hal menyebalkan darimu

I miss the old you...

Jumat, 01 November 2013

kecoa oh kecoa

Minggu ini batin gue cukup tertekan. Cukup membuat gue lelah buat melangkah keluar. Menuju dunia perenungan. Oke, maksud gue kamar mandi.

Jadi gue habis dibikin stress sama sekian kecoa. Gue sebel, kenapa kecoa selalu datang gak pake permisi. Coba kalo dia pake permisi, GAK GUE IZININ MASUK. Hmm.

Awalnya tuh gini, eternit kamar mandi jatuh dari atas. Mungkin dia sedang patah hati, makanya bunuh diri. Lah iya, gak ada angin gak ada hujan eh asal jatuh gitu aja. Renyek pula.

Pedih.


Terus selang beberapa hari, ada satu kecoa yang nongkrong di sela-sela pintu. Gimana gak kaget coba?! Tapi gue berusaha sekalem mungkin. Gue berusaha stay cool.

Karena disitu gue lagi gak pake kacamata, alhasil pas wudhu guenya was-was kalo tuh kecoa jalan. Dan ternyata enggak. Alhamdulillah.

Dan hari berikutnya, berikutnya, seterusnya, sampai gue lupa hari apa, kecoa gak ada habisnya kayak cinta gue ke lo. Pagi ada 2 kecoa, dan udah dibunuh. Sore ada lagi, malam ada lagi. Tapi kecoanya gak lari-lari kemana. Dia stay di pojokan. Dia diam. Gue mikirnya mungkin udah tua.

Sampai suatu hari, pagi-pagi gue nemu satu kecoa mati telentang. Tragis nian hidupnya. Gue sih stay cool aja, dia kan udah mati. Pas gue mau mandi, gue lihat ada kecoa lagi. Gue amati dengan seksama, dan ternyata kepala mereka berdekatan. Itu kecoa hidup diam aja disitu. Gue mikir, itu pasti istrinya. Iya, itu pasti istrinya.

#nowplaying Kerispatih – Mengenangmu.

Endingnya, Mama ngebunuh kecoa hidup itu. Cinta mereka sungguh abadi sampai akhir hayat.

Oke, lupakan.

Pernah juga, kecoanya itu jalan-jalan. Emang gak cepet sih, cuma ya tetep nakutin berhubung gue udah takut duluan. Karena gue gak pake sandal, alhasil gue nyiram itu kecoa biar dia masuk ke tempat pembuangan. Gue siram. Siram. Dan masuklah dia. Kan katanya kalo mati tenggelam, masuk surga. Katanya sih, gue juga gak tau.

Tapi sekalipun pake sandal, gue tetep milih nyiram. Kenapa? Ya karena gue takut sekaligus gak tega ngerenyekin mereka. Membunuh mereka hidup-hidup. Hii.

Dan sekarang di kamar mandi masih ada kecoa yang lebih agresif. Kecoa yang lebih besar dan bisa terbang. Gue cethain, BISA TERBANG. Gue stress. Gue makin tertekan. Gue makin males mandi. Gue makin ketakutan karena kamar gue sebelahan sama kamar mandi itu. Tapi gue kudu gimana?

*nangis*

Pernah pagi itu gue ambil wudhu. Gue lihat sekeliling, gak ada kecoa. Gue bahagia. Sampai pas gue lagi raup, di kaki gue ada yang jalan-jalan. Gue langsung buru-buru njejakin kaki dan buka mata. Dan itu kecoa. Gue langsung siram pake air dan dia ilang gitu aja tanpa sebab dan dimana gue gak tau arah perginya.

Gue terdiam sekian detik sambil mandangin sekeliling. Tapi nihil. Yaudah, gue akhirnya ngulang wudhu.

Dan tiap inget ini, sekujur tubuh gue nyeri. Hmm.

Ada cerita lain juga yang akhirnya ngebuat gue bermigrasi dari kamar mandi utama ke kamar mandi di kamar Mama. Jadi pagi itu gue gak mau mandi duluan, gue suruh kakak gue biar dia sekalian ngebunuh. Jadinya kan pas gue mandi udah steril. Gue tau, gue emang curang. Hehe.

Pas gue mandi, gue punya firasat, ini pasti masih ada. Tapi sampai gue udah selesai sabunan, gue gak liat ada tanda-tanda kecoa. Sampai pada akhirnya, pas gue ambil botol sabun muka, kecoa itu muncul gitu aja. Dia jalan-jalan di kemiringan 90 alias vertikal. Jadi beneran lurus banget. Gue was-was dan langsung ganti baju sambil mata ngeliat itu kecoa. Dari gerak-geriknya pasti dia bisa terbang. Dan ternyata...

DIA TERBANG KE ARAH GUE.

Gue cablekin dia pake handuk. Dia jatuh. Gue buru-buru siram air. Gue siram, siram, siram dan masuklah dia ke pembuangan.

Dan lagi-lagi, tiap inget ini, gue selalu sukses merasakan nyeri.

Gue udah 2 hari gak ke kamar mandi utama. Gue udah ogah. Gue ogah. Pokoknya ogah. Gue maunya steril dulu.

Pengalaman gue sama kecoa emang selalu begini. Sekarang mata gue semakin awas. Tapi ya gitu, ini gak membuat gue semakin berani. Tapi semakin takut. karena pagi tadi gue ketemu kecoa dan gue lari. Orang normal pasti ngebunuh, lah gue lari........

Gue hina.

Gak cuma kecoa, sama hewan kecil-kecil juga takut. Jangkrik misalnya. Bentuknya mirip kecoa ukuran mini. Apalagi ya? Banyak deh.

Oh iya, adek gue, Syifa juga sama takutnya kayak gue. Dia pernah jam 11 malem ambil air minum di kulkas sendirian. Dia tuangin ke gelas dan pas nutup kulkas, ada kecoa muncul dan ngejar dia. Dia mundur-mundur dan nyiram itu kecoa pake air dingin. Tapi yang namanya kecoa kan agresif, dia makin ngejar. Dan Syifa lari bangunin Papa tapi gak bangun. Alhasil bangunin Mama sambil nangis. Mama bangun terus ngebunuh.

Bisa disimpulin, serumah yang takut kecoa itu aku sama Syifa. Dan gue beruntung, yang gak takut itu Mama, Papa, sama mbak Nuri. Jadi 3 banding 2.

Barusan gue mau selesai nulis ini, tiba-tiba gue melihat kecoa masuk kamar gue. Gue panik dan langsung naik kursi. Siaaalll!!!!

Kecoanya masuk ke kolong tempat tidur dan gak muncul-muncul. Gue bangunin Papa karena gue gak berani bangunin Mama. Dan kakak gue lagi les. Gue mungkin emang tega ._. hehe.

Papa ke kamar dan cek tetep gak ada. Gue was-was ini. Was-was. Gue cuma berdoa semoga Allah nunjukin itu kecoa tapi jangan tiba-tiba muncul di deket gue. 

Dan sampai akhirnya, pas gue lagi edit ini tulisan, gue melihat dia berjalan keluar dari kolong tempat tidur. Gue beranikan diri buat ambil tebah dan mukulin dia dengan sekuat tenaga sampai mati. Dan dia mati.

Gue bahagia.

Baru pertama kali gue menggeh-menggeh cuma gara-gara bunuh kecoa. Semakin lengkap kehinaan gue. -_-

Tuh kecoa tau aja kalo lagi gue grenengin.

Intinya gue bukan lagi pamer kehinaan. Cuma mau berbagi doang. Yaudah gitu aja. Hehe.

Senin, 28 Oktober 2013

Diam

momen ketika kamu harus dihadapkan dengan pilihan, dimana setiap pilihan itu akan mengecewakan seseorang.
momen ketika kamu harus memilih, tapi pada akhirnya kamu memilih diam.
diam.
diam.
dan diam.
tapi membunuhmu perlahan.

Sabtu, 26 Oktober 2013

T.R.U.S.T

Terkadang aku lebih memilih tidak tau daripada harus tau.
Aku membenci kenapa aku harus berbeda dari mereka.
Aku tau. Tapi aku tidak benar-benar tau.

Aku benci saat aku harus berhadapan dengan sekian hal yang sulit diterima logika.
Aku takut saat yang aku lakukan ini ternyata salah.
Aku bertanya dan bertanya tapi tak satupun terjawab.

Jujur, dalam hatiku aku merasa sedih.
Merasa iri dengan garis takdir mereka.
Tapi aku tak seharusnya begini.
Karena pada akhirnya, setiap orang memiliki ceritanya sendiri.

Rabu, 11 September 2013

Ngg

Ketika tiba-tiba aku rindu sesuatu yang harusnya tak ku rindu...

Selasa, 10 September 2013

Hehehe

Aku mungkin jatuh cinta pada orang yang salah.

Orang yang tidak mengajarkanku bagaimana untuk melepas. Orang yang mengajarkanku bagaimana itu stuck.

Aku mungkin rindu pada sang malam. Yang menjadi saksi ketika aku membayangkanmu dalam imajinasi.

Aku mungkin rindu pada sang siang. Yang menjadi saksi ketika aku memperhatikanmu diam-diam.

Tapi pada akhirnya..

Aku sekap rinduku dalam diam. Berharap dia mati dan menghilang. Ingin aku kremasi jenazah rinduku. Lalu ku simpan abunya dalam museum. Museum hatiku. Agar kamu tau, rindu ini telah menjadi kenangan. Bukan lagi angan-angan.

Sakit hatiku melihat kau menghilang perlahan. Tersapu oleh angin. Angin yang membawamu jatuh ke pelukan lain. Ingin ku kejar dan ku rebut kembali. Tapi..

Aku ini siapamu?

...

Kau boleh menarik nafas lega. Aku takkan pernah membenci, karena kau pernah singgah di hati.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kodrat cewek

Jadi tadi ceritanya habis debat sama mama. Mama mah gitu, gak mau kalah. *sigh*

Buat kalian nih calon mak-mak diluar sana, jangan pernah sebel sama kelakuan mama. Suatu hari nanti, kalian juga bakal gitu. Mungkin lebih parah. Mungkin.

Kadang gue ngebayangin besok kalo gue udah jadi mak-mak. Terus anak gue untuk pertama kali manggil "mama". Sesungguhnya, gue akan merasa menjadi wanita seutuhnya. Halah.

But seriously gurls, jadi mak-mak itu susah tapi nyenengin. Contohnya, kalo kita bisa masak terus ngebawain bekal buat anak. Anak kita cerita ke temennya kalo itu masakan mamanya, apalagi anak kita bilang masakan mamanya paling enak sedunia. Ya biasalah, anak kecil gampang di doktrin. HAHAHA.
Lucu yah. :3
Terus suami gue juga tak bawain bekal. Pas jam makan siang dia gak keluar kantor tapi makan bekal istrinya. Beuh. Ngebayanginnya itu indah. Tapi gue ogah bawain saos pedas xyz. Ngg..

Gue pengen bisa masak. Pertama kalinya beneran masak itu gue rusuh bukan main. Karena gak ngerti bumbu ini itu apalah segala macem. Tapi pas masakannya mateng, gue puas walopun cuma bantuin. Gurls, ngulek itu bikin jempol lo bisa bergetar. Ngulek itu capek, rasanya kayak gak halus-halus. Tapi nih, ngulek sama mblender, kata mama dalam hal rasa enakan ngulek. Katanya sih.

Di rumah, gue spesialis nggoreng. Gue pernah nggoreng perkedel jadinya hancur, remuk, dan gosong. Karena gue gak tau kalo ternyata perkedel serapuh itu. Pernah juga nggoreng tempe tak tinggal alhasil gosong. Tapi soal nggoreng telur ceplok, gue ahlinya. Nggoreng udang juga. Makanan favorit gue. :9

Dan lo tau apa ujian terberat ketika lo udah mulai mencari jodoh? Yap, UCM. Ujian Calon Mertua. Lo harus bisa masak, resik-an, momong anak, dan beragam ujian lainnya. Dan kalo lo masih setengah-bisa-setengah-enggak, lebih baik lo belajar. Teguran buat gue juga, ya. Iya.

Hm. Lanjut..

Nominasi sebagai wanit ter-ribet tapi ter-hebat selama bertahun-tahun disabet oleh mak-mak. Yang masih megang title mama muda rusuh malahan, karena first time-nya berumah tangga dan ngurus anak. Kalo udah kepala 4, 5, dan punya anak yang udah "jadi-jadi", mereka udah gak ambil pusing lagi. Mereka tinggal kipasan aja, karena udah lulus ngesuksesin anaknya.

"Mau kamu sepinter apapun, mau kamu jadi orang sukses kayak apapun, yang namanya cewek itu kodratnya tetep balik ke dapur" - Mama, 41

Yah, mau gak mau, suka gak suka, sesibuk apapun, kalo pengen calon suami lo betah di rumah, ya lo harus bisa masak. Karena cowok itu cuma masalah perut.

Dan ada lagi nih satu, dandan.

Sesungguhnya, gue adalah cewek yang ogah-ogahan dandan, karena hidung gue kalo sumuk gampang keringetan. Gue kalo dandan mesti karena kepaksa. Apalagi lipstik, iyuh, belum sejam udah pudar kalik. Tapi gue mau juga bisa dandan, biar di tas gue ada beragam make-up yang siap dijual dipake. Dan dengan sentuhan ajaib tangan gue, woolaa, this is it.. Ngg.

Gue juga gak suka high-heels, lebih suka sepatu yang napak tanah langsung. Ya gitu lah gue, gak suka ribet tapi sebenernya ribet sih. Hehe.

"Kamu kalo gak bisa make-up-an, suatu saat kamu rugi sendiri" - Mama, 41

Iya-in aja. :|

Last, nasihat dan cerita dari mama itu gak akan pernah basi. Gak akan pernah kuno, ketinggalan jaman, dan apalah terserah. Ya walopun ngeselin karena ribet, tiap ngobrol malah jadi debat, tapi mama adalah orang terhebat. Sampai kapanpun. :)
muah. :*

Jumat, 30 Agustus 2013

I love your blog, Mper. :)

Gue pengen deh jadi kayak Mper. Seorang yang menginspirasi lewat tulisan. Dia emang udah meninggal, tapi blognya pasti masih bisa dibaca orang lain, nge-beri semangat untuk bersyukur. :')

Sayangnya gue seorang blogger amatiran, yang kerjaannya cuma nulis curhatan di blog. Kesannya kayak dunia musti tau. Tapi, ya ini gue. Mungkin tanpa sengaja gue udah menginspirasi orang, tapi gue gak tau. Fans-fans gue terselubung.

Halah.

Seriously, Mper ini hebat. Walau tampilan blognya sederhana, tapi tulisannya two-thumbs-up-able. Lah gue?

Tapi gue belajar satu hal dari dia, bersyukur tanpa batas. Ingat Allah tanpa lelah. :') hey guys, sehat itu lebih nikmat daripada sakit sekalipun banyak yang merhatiin. Teguran buat gue juga yang penasaran rasanya opnam. Hehe.

Kita gak akan pernah tau kehidupan selanjutnya, tapi tiap inget kematian, cuma diri sendiri yang bisa mecut untuk mengendalikan nafsu dosa. Bukan orang lain. Orang lain hanya sebagai pengingat.

Dan akhir-akhir ini emang gue lagi ketakutan. Takut kalo bentar lagi gue udah gak ada, but who knows? Nobody.

Ya mungkin Mper ini tadi adalah pecutan buat gue biar gak blak-blak-an ngelakuin dosa. Misalnya males-malesan, marah-marah, nggrenengin guru.. ngg..

Hidup gak akan sekeren ini tanpa masalah - @Pindy20

Ngomongin soal hidup itu gak akan ada habisnya. Untuk menjelaskan bagaimana hidup itu pun akan lebih susah daripada paham mau-nya cewek waktu pms. Lo gak butuh rumus untuk menyelesaikan masalah, lo hanya butuh percaya, bahwa tanpa masalah lo gak akan seperti ini. Just "hajar" your problem(s).

End.

Ferina Aquila

Iya, gue tau emang gue jarang ngeblog. Ngepost entri di blog aja garing banget, gak ada empuknya. Entri di blog kalah sama suara gue. Btw, kata temen, suara gue empuk. Entahlah maksudnya apa.

Eh sorry nih sok-sok-an pake lo-gue-lo-gue-an. Emang dari dulu ngebet pengen lo-gue-an, cuma takut dikira sok. Jadi hari ini gue mau cerita pake lo-gue karena gue abis stalking...

Yaelah, kayak gak tau gue aja ah lo pada.

Pagi-pagi tadi stalking @shitlicious. Karena gue udah jarang banget-nget twitteran, alhasil di twitter udah kayak orang oon. Berasa gue lagi dateng ke pesta, gue-nya dateng pake kostum bola sedangkan yang lainnya pake jersey tim kebanggaan masing-masing. Antara kagok, mau ngapain bingung, malu. Aneh, di twitter aja malu. Gak tau ah gak tau.

Gue emang payah dalam pengandaian.

Intinya, gue stalking twitnya. Tumben kok nyinggung tentang "bersyukur". Dan akhirnya nemuin akun twitter @mperinaa. Mungkin beberapa dari kalian udah tau siapa. Iya, dia barusan meninggal. Kemarin atau kemarinnya mungkin, garagara sakit kanker. Kanker Jaringan Lunak. Bukan cuma Keke aja yang sakit gituan, ternyata Mper ini juga.

Setelah gue stalking akun dia juga, gue akhirnya ngeh kalo dia itu seorang blogger. Blogger yang sukses menginspirasi banyak orang. Dan tanpa sengaja gue ikutan terinspirasi.
afterlifeme.blogspot.com
Sudahkah kamu bersyukur hari ini?

1 pertanyaan yang mungkin akan lo jawab "iya" padahal "belum". Seperti bangun tidur. Yang pertama lo cari pasti hp, bukannya malah ngucap syukur Alhamdulillah masih hidup sampe sekarang. Teguran buat gue juga yang pagi-pagi udah usrek nyari hp buat liat jam minimal.

Si Mper nulis di blognya, kalo kurus-gendut itu lebih susah daripada gendut-kurus. Buat lo-lo-lo-lo pada, kalo pengen kurus itu gampang banget. Tinggal masokis aja kalo kalian galauers, mogok makan misalnya. Sedangkan buat para kurus-ers yang bercita-cita gendut, itu susah. Makan banyak, ngemil, udah dijabanin tapi hasilnya nihil. Kita (termasuk gue) gak bangga. Karena pasti ada minimal 1 orang ngira kita cacingan. Dan keliatan lebih ke-anak-smp-an.
Hm-in aja
Pas lebaran taun lalu aja, gue dapet fitrah, kakak gue enggak. Dan sodara gue mati-mati-an nggumun gue udah sma. Gue merasa hina.

Dikira lebih muda itu gak enak men. Gak enak! Pahit.

Padahal gue orangnya gak suka pake make-up, high-heels atau wedges, hijab neko-neko karena gue pake kacamata. Gue juga gak terlalu suka pake baju yang rumbai-rumbai. Pake baju yang lengannya 3/4 aja gue udah cemberut duluan. Gak mau. Gue emang suka yang biasa aja. Pake longdress musti yang panjangnya minimal se-pergelangan-kaki.

Gue emang ribet.

Lanjut. Gue tadinya pengen banget kurusin ini perut, buncit amat. Tapi yang ada malah gue tambah kurus. Mau naikin berat badan aja nih ya, pergelangan tangan gue tetep aja segitu. Kecil. Gue sedih.

Serba salah, tapi gue pasrah. Hidup emang gini. Gue terima.

Setelah baca blognya Mper ini, gue sadar, gue harus bersyukur. Dia kehilangan berat badan karena sakit dan susah buat naikin sampe dia bosen dan pasrah. Lah gue? Gue malah sok-sok-an mau diet padahal udah kurus gering gini. :') arum, arum..

to be continued...

Sabtu, 03 Agustus 2013

Eid

Sambut hari kemenangan~
من العائدين والفائزين 
Gak tau musti sedih atau bahagia, tapi yang namanya lebaran siapa yang gak excited?

Ramadhan udah hampir pergi, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang sia-sia. Maksudku, bisa aja puasa kita gak batal, tapi pahalanya sia-sia dan cuma dapet laper sama haus. Bisa jadi~ Tapi semoga enggak. Aamiin

Then, semoga tahun depan kita masih bertemu Ramadhan dan gak luput keluarga kita masih komplit. :) Juga kita masih melanjutkan semangat Ramadhan yang khusyuk beribadah tiap hari. Aamiin

Selasa, 30 Juli 2013

Perubahan

People change, feelings fade, memories stay. - Anonymous
Apa hal yang konstan di dunia ini? Perubahan.

Rabu, 24 Juli 2013

Mungkin

#nowplaying malam-ini-dingin-ya.mp3
HAHAHA.

Seriously, beberapa hari terakhir semangat entah hilang kemana. Gak mungkin digondol kucing. Kucing gak doyan. Tikus? Udah mati dia kena perangkap tikusnya papa. :| kecoa? sh t. 2 kecoa masuk kamar, yang satu terbang yang satu jalan, dan mati semua... dibunuh kakakku. Yaiya, aku gak berani kok.

Pff. Ini rumah apa kebun binatang? -_-

Konsentrasi akhir-akhir ini juga terganggu. Ibarat provider, dalam menerima sms misalnya, jadi pending. Gak tau lah, jadi lemot gini.

Mungkin aku harus mencari hal baru... mungkin. Iya, mungkin.

TAPI APA?!!

Emang bener, kalo ada masalah itu gak semudah tinggal tidur trus bangun-bangun lupa. Ini tidur, bukan ftv. Disrempet mobil aja amnesia. Tapi pemainnya cakep, itu sulit buat gak nonton.

Mm.

Tapi mungkin lebih tepatnya permasalahannya terletak disitu. Mungkin. Iya, mungkin bener.

Yaudah lah, jangan sedih lagi. La tahzan. #eaa

Senin, 22 Juli 2013

Semester 3

Dari judulnya udah kayak mahasiswa. Beeh. Kedengeran cool gitu. Padahal masih anak SMA kelas 2 alias semester 3. Muehehe.

Apa ya? Gak ada yang mau aku ceritain sih. Masalahnya aku baikbaik saja. Cuma kadang galau lah mikir sesuatu. Entahlah, mungkin hobiku yang sebenernya itu thinking. Pffft.

Sik ah, masih malu garagara kejadian tadi siang. Ini kedua kalinya tapi ngena. Bayangkan... blablablabla bingung mau ceritanya. Tapi tablemate-ku mukanya datar aja. Padahal akunya udah ibarat kepleset di tengah lapangan trus diketawain. How embarrassing!!

Yaudah deh gitu aja. Lagi bingung sendiri. tapi keep kalem aja. Nyamuk masih banyak kok.

*bakar vape*

Good night deh kamu :3

Sabtu, 06 Juli 2013

Pffft-able

Lagi stalking blog sendiri. 2 kata: alay suer -_-

Kangen ngeblog. Kangen nulis apa aja, gak peduli sama komentar miring, penting nulis. Tapi sekarang udah gak gitu, aku merasa baru di blog sendiri. pffft.

Sebenernya kalo ngebuka folder blog di laptopku, banyak banget file word. Dan kebanyakan itu enggak aku post. Tiap kali greget nulis, ya nulis. Tapi abis itu malah bingung mau ngepost apa gak dan berakhir cuma jadi tulisan di word doang.

Ada niatan gitu pengen aktif ngeblog. Pengennya semacam kamuflase curhatan, jadi isinya kebanyakan konotasi. Entah itu cerita pengalamanku sendiri apa cerita orang lain. Kayak postanku yang Perang tanpa suara.

Inspirasi bisa datang dimana aja. Contohnya di kamar mandi. Tiap kali lagi mandi, malah gak pernah ngayal. Lebih sering ngrenungin tentang kejadian apa aja. dan jujur tanpa naif, logikaku malah jalan di kamar mandi. Trus ntar kalo keluar dari situ langsung lupa. Kebiasaan.

Mungkin suatu saat ada inovasi terbaru tentang “kamar mandi”. Mungkin.

Ah sudahlah.

Selasa, 21 Mei 2013

Senin, 20 Mei 2013

Perang tanpa suara

Booom! Ledakan yang dahsyat dari sudut kota. Tak terdengar oleh orang awam di sekitarnya.
Booom! Kota masih tetap sunyi, tanpa satupun tau apakah ada ledakan disitu.
Booom! Aroma ledakan mulai menyeruak dan terendus oleh orang awam.
Duaaar! Tembakan meriam mulai dilancarkan dalam serangan, tanpa satupun mau mengalah.
Duaaar! Bom molotov jatuh dari atas. Peperangan semakin sengit.
Duaaar! Ambulan mulai lalu lalang. Orang awam pun mulai menyaksikan.
Der! Der! Sial. Kegiatan kota mulai tersendat.
Der! Der! BERISIK! Kata orang awam yang sudah mulai muak. Mulai berontak.
Der! Der! Ego tetap tak mau melunak. Orang awam tetap tak berpihak.
Bendera putih yang tak terselamatkan.

Senin, 11 Februari 2013

Aku dan SocMed (part 2)

di twitter aku pernah galau. galaunya alay. kayak “dia gak bales smsku :(“ atau “KOE KOK RA PEKA TO?!!?!!” capslock jebol pake autotext. hahahaha :| semacam nyampah.

akhirnya aku sebel sendiri sama orang yang ngetweet gituan. simple reason. itu alay. kasian orang yang kamu sindir-i gak peka, bisa jadi kamu yang gak peka. biasanya cewek2 nih. baiknya dengerin soundcloud “Oka - Sebuah Renungan Tentang Kode (Backsound Low Shoulders - Through The Trees)”. jamin. nyesek tapi bener.

yap yap, hobiku itu ngamati orang. aku stalker. dan aku ngembaliin ke diriku sendiri yang dulunya... alay :| ah alay itu gapapa, pengalaman. ntar kalo udah besar pasti ketawa2 apalagi kalo stalk status dan foto pas jaman alay, foto close-up dari atas, edit pake photoscape. hahahaha. itu lucu lho kalo stalk bareng2 :D



trus yang suka update status pasti geli liat statusnya pake tulisan besar kecil + angka. trus titik-titik nya banyak, sebelum nulis pake koma atau strip dulu, dll, banyak deh bentuknya. apalagi pake emot “^_^” kalo lagi seneng. sekarang tergeserkan sama autotext. ah, kangen jaman2nya alay. kangen jaman dimana semua orang gak nggagas ke-alay-an itu. pokoknya bener2 bebas berekspresi tanpa ada yang nyindir. sekarang? alay dikit disindiri habis2an.

kau tau? alay itu pengalaman yang ngeh banget buat aku. masa2 dimana aku addict sama socmed terutama facebook. tiap dengerin lagu galau langsung nulis status. pause lagunya trus nulis, play lagi, pause lagi, nulis lagi. mau nyetatus aja dibaca berulang2 kata2nya, pokoknya jangan sampe typo. like status orang, di-like-back-i, komen status, dikomen status, ya gitu itu.

kangen facebook deh. tapi aku lupa password :|

oh ya, ada kejadian juga, jadi ceritanya aku ngeupload foto profil di facebook gak pake jilbab. langsung responnya (+) dan (-). yang (+) itu aku dibilang cantik. yang (-) itu dapet friend requests cowok2 yang foto profilnya itu hek. iyuh pokoknya. trus aku di tag pernah bersama seseorang di hotel. iyuh iyuh iyuh. refleks ngeblokir mereka2. banyak banget pokoknya. kapok.

niat nyeritain twitter kok jadi facebook gini ya? ._. sori kepencet.

mmm kembali ke twitter. aku pernah bilang kan kalo kamu nyindir seseorang, itu cuma ada 2 kemungkinan, pernah kamu lakuin atau bakal kamu lakuin. dan aku bangga banget pemikiranku terbukti.

jadi waktu itu heboh ToD. Truth or Dare. bahkan sampe jadi TTWW 2 hari apa 3 hari gitu. ceritanya waktu itu seseorang melintas di TLku, dia ngetweet yang intinya bilang ToD itu alay. aku ngamati dia. aku stalk twitternya. nyaris putus asa kok dia gak ngelakuin ToD. sampe akhirnya setelah 1 hari gak stalk, dia lewat di TL, aku baca tweetnya yang kayaknya dia ngasih dare ke temennya. aku te-la-ah lebih dalam. dan benar, dia main ToD sama temennya tapi via text dan darenya mention apa gitu ke seseorang.

hahahaha. aku tertawa puas. ah, pokoknya jangan nyindir sampe di tweet. jangan. hati2 kemakan omongan. apalagi diam2 ada yang ngawasi kamu.

mmmm....

oh ya, kata orang kalo kita nulis gak pake emot, berarti kita nulis gak pake perasaan. bisa jadi sih. tapi gak semuanya gitu. ada juga yang kalo balesnya singkat berarti males. bisa jadi juga. tapi bisa juga lagi sibuk. mumet pokoknya kalo lagi bahas pendapat orang apalagi “katanya”, “kayaknya”, dll.

hey hey... emang bener ya ternyata, jangan bahas permasalahan via text. seumpama lagi berantem nih sama pacarnya, trus dia itu balesnya panjang, mesti kita ngiranya dia lagi marah dan diatas kepalanya keluar kebul2 asap dengan mata yang nyaris mencelat. padahal kenyataannya dia itu lembut, menjelaskan pelan2. ada juga, seumpama balesnya singkat, berarti dia nyengak, kayak ngucapin ulang tahun, dia bales “makasih”, tanpa titik, tanpa emot. dia balesnya padahal lembut juga, tapi karena faktor2 itu kesannya sengak.
ya gitu itu. pokoknya jangan via text. intonasi dan nada baca kita itu bisa bikin salah persepsi yang ngebuat masalah makin rumit apalagi kalo sambil nyangkut masa lalu.

ada lagi nih, dia itu sebel, tapi emotnya senyum. seumpama “yaudah kalo gak mau bales smsku, aku gapapa :)” itu serem menurutku. apalagi kalo kurung tutupnya sampe ada 5 lebih. mungkin dia lagi mencoba sabar~
nggg... sekarang kan social media banyak tuh, kayak whatsapp, line, skype, bbm, chat on yang menghadirkan fitur emoticon. kalo bbm sih unggul di autotextnya. ya saranku mending pake emot, tapi jangan sering2, serem kalo tiap ngirim pesan pake emot. atau kalo gak mau pake emot ya titik di akhir kata2 kamu itu dobel-lah minimal. mmm terserah ding~ terlalu mempermasalahkan hal sepele itu pamali.

to be continued...

Aku dan SocMed (part 1)

aku punya twitter tanggal 28 April 2011. berarti udah hampir 2 tahun \m/ aku bikin twitter karena di rumah ada modem dulunya. pas kelas 8 semester 2 gitu deh. koneksi begitu cepat. saking cepetnya tiap download lagu itu se album. gak tau faktor apa aja yang mempengaruhinya. hobi juga download video2.
mungkin kalo aku gak punya modem, gak bakal deh bikin twitter.

tweet pertama ku itu “be my first followers :)”. iya, alay. dan lebih parah orang2 yang pertama aku follow PERSONIL SM*SH. FREAK! bahkan gue, iya gue, minta followback. kalo mikirin itu entah bergidik ngeri sendiri. tapi udah gue unfollow :3

mmm, kok pake gue-gue-an ya? lanjut deh.



waktu buat, coba buka lewat hp. awal2 bisa nge-RT tweet. belum juga 3 hari itu udah gak bisa, jadi kudu nge-reply. kalo di RT malah jadi auto-RT gak pake kutip dulu. trus aku nanya temen, aplikasi yang bisa buat nge-RT. katanya writelonger. akhirnya aku putuskan buat buka itu. demi apapun, aku merasa gaul. apalagi aku kadang pake citcuit dan twiterous, gonta ganti. ngggg...

aku pernah pasang di bio twitter itu “if you follow me, I promise I’ll followback you”. dan dalam 1 hari 5 followers. yaudah followback -_-

ya kan namanya newbie pasti pengen ya followers > following biar keliatan keren. sampe akhirnya, aku mendapatkan suatu pencerahan. bukan, bukan sorot lampu baliho, tapi aplikasi tambah followers. aku nyoba. dan ya nambah, tapi followingku juga lebih nambah. aku liat ada tweetku yang “Get more followers my best friends...” pake bintang2 gitu + capslock. hek. aku jijik. aku langsung ngeunfollow following gadungan. resikonya ya followers turun juga. yaudah gapapa. mending gitu. kapok.

Alhamdulillah, hari itu juga followers sama followingku kembali ke awal dan mengalami fluktuasi terus menerus secara alami tanpa aplikasi edan-_-

waktu punya twitter tetep setia sama facebook. tiap online 5 status lebih. padahal tiap hari. alay. kerjaanku juga nge-like-i status orang dan nge-chat dia buat like-back. sampe akhirnya jijik sendiri. ya terus kalo update status, di like orang, aku refleks like-back status dia.

pernah dulu, aku deket sama cowok gitu, ya deket, dan beneran di-PHP-in. aku berharap jadi pacarnya tapi dia gak suka aku dan malah ya mmm kasih perhatian lebih. mungkin merasa bersalah. mungkin...
sampe pas malem dia nge-chat aku di facebook. ngirim lirik lagu fiction – a7x yang bagian akhir. dia minta maaf. iya iya, aku nangis. sampe nulis catatan di facebook. parahnya, aku sambil nangis juga. sebegitu alaynya aku :’’’’|

tapi sealay2nya aku, curhat gimanapun juga mesti nyisipin pesan2. dan Hayin yang waktu itu lagi ada masalah, dia sampe terinspirasi. HAHAHAHA. jadi intinya itu jangan pernah lakuin sesuatu yang membuat dia bahagia tapi kamu gak, jangan, kamu hanya akan nyakiti dia doang.

maksudnya itu kalo berdasarkan kejadianku, aku suka sama dia, dia gak. dia ngasih perhatian lebih, ngebuat aku ngefly, asik, bahkan waktu aku tanya “mungkin gak kamu suka aku?” dia jawab “mungkin :)”. wah, harapan gitu ya. nyatanya gak. aku rasa dia pasti juga gak nyaman kalo lama2 mainin drama. dan waktu dia minta maaf, disitulah saat2 hatiku hancur sehancurnya. sakit banget. ah alay gini ah. sialan, lanjut!

dulu di twitter aku cuma ngetweet, ngetweet, dan ngetweet. gak ada cinlok di twitter, gak ada. trus mention2an sampe ngebak-bak-i timeline itu enggak.

ngomong2 soal ngebak-bak-i timeline, jujur aku sebel tiap ada orang yang ngetweet “bak-bak-i tl wae”. gak tau sebel aja. aku pernah ngetweet gitu dan karma datang. pas itu aku punya pacar, malemnya kita mention2an, serasa dunia milik neptunus. yang aku refresh cuma mention doang. pas aku cek di home, aku ngebaca tweetnya A yang nge-RT punya B. si B ngetweet “malesi kat mau kae terus ning tl”, si A nge-RT “iyo”. dan aku merasa itu aku. cep. aku matiin notif tweetcasterku dan sok bilang ke pacar kalo capek RT-RT-an. eh mantan~

dan itulah alasan kenapa kamu mending gak usah banyak ngeluhin orang yang ngebak-bak-i timeline kamu. karena apa? ya karena suatu saat kamu bakal ngebak-bak-i timeline orang atau pernah bak-bak-i timeline orang tanpa sadar dulunya =))

to be continued...

Sabtu, 12 Januari 2013

cie 12 cie

dari judulnya aku yakin kebanyakkan mikir aku mau bilang “selamat yang 1 bulan sama pacarnya” iya? oh bukan bukan. salah besar =))

jadi hari Sabtu tanggal 12 bulan Januari tahun 2013 ini cukup menyenangkan. bukan cukup ding, tapi emang.

berawal dari bahasa Indonesia, awalnya ngantuk sumpah :| bosen banget padahal masih pagi. kita bahas tentang wawancara gitu. sasarannya pertama Siddiq. merambat ke aku, trus Mirza. pas di Mirza seperti biasa macet :p lanjut ke Dhika. belum ada asik2nya sih ini :| masih flat aja cuman udah gak ngantuk. terus kan suruh bikin wawancara, aku sama Nada pertama bahas RSBI, pas denger kalo tetangga sebelah ngomongin itu, mendadak males bahas itu. yaudah sepakat bahas remaja yang gak cinta budaya indonesia, tapi malah sampe boyband-girlband dan merambat ke Ariel Noah. oke plis ini gak ambigu.

dan akhirnya suruh maju. sukarelanya kelompoknya si April, Indry, Mirza, dan Hamid. critanya mereka bahas Menpora.

trus kelompok mereka nunjuk kelompok Dhika, Agung, Lukluk, dan Shinta. mereka ngebahas tentang ekstrakulikuler PMR.

selanjutnya kelompoknya Siddiq, Nugroho, Lilik, dan Syarif. dimana si Nugroho jadi guru dan membahas tentang parkiran. pas Siddiq tanya apa gitu, Nugroho jawab “ya tempat parkiran yang baru dikasih CCTV 3, terus tempat parkirnya ada tukang parkir, kalo nanti gak muat ya parkir di lapangan”. dikira mall kalik ada tukang parkir. Nug... Nug...

rampung dan lanjut olah raga. yang cowok dijadiin penelitian mungkin. yang cewek main voli. sebelum main disuruh ambil jas lab. ya ada yang foto2, tapi aku gak, cuma nyoba doang. kegedean dikit-_- dan dengan santainya, aku bilang sama Hayin “kelas yo”, muka flat aja gitu, tau2 jalan ke kelas ninggalin yang lain.
*lapangan tenis* *main voli* ini antara garing, lucu, koplak, edan, lemot, semua disini. Mawar vs Melati. Mawar 11 orang, Melati 10. aku di Melati. pas main itu ya krik krik, bola mendekat malah teriak, bola ngglinding cuma diliatin dengan watadosnya, dan bola melambung tinggi cuma diliatin dengan mata berbinar. nggumun.

iya iya, Melati kalah. but so far, it’s really really really fun =))

ekonomi kosong lagi. parah. tapi disuruh mempelajari bab 5 dan ngerjain hal 140. aku ngerjain lho, tapi cuma nomer 1 doang. nomer 2 jawabannya gak temu2 :|

trus pas pada nonton film, yang cowok nyetel “mabuk janda” dengan banternya karna pake speaker. aku dengerin kata2 mereka yang nyebut “sera” atau “tu wa rileks”. pikirku semacam aerobik-_- ketawa2 terus, masalahnya aku duduk didepan mereka, nga-ce gitu ceritanya. lha sumuk kok ._.

hpku dipinjem Nugroho, nge-pou dan dia begitu bangga bisa main “find pou” dengan score 22. iya itu highscore. masalahnya highscore sementara 11.

selama jam kosong ya kayak linglung. bingung mau ngapain. akhirnya jajan, trus mainin hp di depan sambil tiduran. Hayin disampingku tadi lagi twitteran eh tiba2 tidur, aku ikutan merem tapi gak tidur. aku buka mata pas Mirza ngejailin Hayin pake bulu sulak trus di kelitikin di hidungnya Hayin. Hayin bangun trus ketawa, dan langsung lanjut tidur-_-

aku pindah dibawah meja. deketin si Mara yang nyenyak tidur. ikutan merem tapi gak bisa tidur. padahal ngantuk sih.

jam terakhir bahasa Jerman. ini gak kosong lho. tadinya ngantuk tapi berakhir dengan perut atos ketawa terus sampe tumpeh2 #absurd

jadi Frau Rhea masuk nyuruh yang remidi di depan, aku pindah ke deretan 2, ya iyalah orang panggonku di depan, entah kesambet apa duduk situ terus.

awal2nya ya biasa. flat. sampe tiba2 hp keder, dari notifnya whatsapp “Pesan dari M******* F****” ahahahahaha sensor :| pesannya “kosong?”. mak deg. siiiirrr. romansanya kayak Sabtu minggu kemarin. ketemuan.

tak jawab “tadi, kenapa?” dijawab “ketemuan yuk”. duh mikir cepet. gak berani ninggalin kelas. akhirnya aku jawab “Senin aja, aku bawa laptop lusa” dia jawab “yaudah..” trus tak back 2x dan tak kunci tuh hp. galau dikit. sebegitu egoisnya aku. dulu pas jamku kosong dia tak ajak ketemuan mau padahal dia lagi pelajaran. diatas sisan. agak lama juga. walo bahasnya tentang pelajaran aja sih. dan pas dia ngajak ketemuan, aku-nya gak mau nglakuin hal sama. padahal sebenernya ya mmm pengen juga. ahahaha :|
lanjut pelajaran dengan perasaan seneng abis diwasap karna udah lama gak wasapan dan galau dikit karna aku merasa egois. yaudah deh. belum waktunya ketemu aja mungkin.

dan pas pelajaran aku salah tangkap artinya. di-rrr-in sekelas gara2 lemot. iya sori ya-_-v
dan kejadian2 lucu itu mulai dari Nada yang tanya, “kalo Jawa itu Yawa?” spontan sekelas ngakak gara2 itu. Nugroho nyeletuk, “Bank Yateng”. itu mungkin kalo ada Agung bakal diece “mbah-e” :D

trus mulai Nugroho mlesetin neko2, kayak Yakarta, Yambi, bahkan Hajinah (Hayin). Frau Rhea sampe ketawa terus dan beliau bilang, “kalian kalo kelas 11 sekelas lagi gak ya?” mendadak serentak bilang, “mmmmm”. iya ya, kalo gak sekelas lagi rasanya pasti beda :’)

trus pas ada kata “Schüler” harusnya “siswa cowok” ya, malah dijawab “siswi cowok”. dan lagi lagi Nugroho nyeletuk “pak polwan”, “mas mahasiswi”. ya emang, Nugroho emang selalu bisa nyairin suasana. apa apa diplesetin. tapi wajahnya bakal beda kalo udah berhadapan sama guru :p

gayeng gayeng gayeng (y) (y) (y)

yaudah segitu aja deh, laper nulis ginian :|

mmm, terakhir... faktanya, kamu bakal jadi diri sendiri waktu lagi sama temen2mu. makasih buat hari ini X-1 :*