Kali ini bener-bener dah. Ternyata cuma tinggal berdua.
Aku tidur kurang dari jam 8. Sebelum aku tidur, aku tau mbakku gak ada. Ku kira dia sedang pergi. Aku bangun jam 3 dan segera buka pintu untuk mastiin mbakku ada atau gak. Dan ternyata, dia gak ada alias pulang. Hmm.
Ada suara alarm yang tidak pernah mati, entahlah, aku gak paham. Itu alarm biasanya bunyi jam 3 dan matinya pas subuh. Ya masa' tiap hari begitu, gak bangun-bangun orangnya.
Aku ke kamar mandi sambil melihat-lihat sekeliling. Gelap. Cuma dua kamar yang nyala. Kamarku (di bawah) dan satu lagi di atas. Ya itu, dia itu, yang alarmnya gak pernah mati.
Aku memutuskan untuk sahur keluar. Gak ada roti lagi di kamar. Tapi ternyata, bapak kosnya gak bukain gerbang. Giliran niat, malah gak dibukain. Yaudahlah, minum air cukup.
Oh iya, kenapa aku masih di kos? Karena aku ada rapat pleno I. Aku panitia juga, jadi datengnya satu jam lebih pagi. Hari ini mungkin sampai malam lagi. Besok aku juga masih rapat 3 hari berturut-turut.
Pengennya ya belum pulang, masih di kos gapapa, males bolak-balik. Tapi ya masa' aku sendirian. Temen-temenku rumahnya jauh, jadi mereka tanggal 27 udah mutusin buat pulang.
Hmm. Ya okelah, dilaju itu jadi solusi daripada sendiri.
Ini ramadhan pertama aku di dunia perkuliahan. Ketika tahun lalu aku full ramadhan di rumah, tapi sekarang justru ramadhan di kota orang.
Harusnya hari ini dan seterusnya aku di rumah. Tapi malah masih di kos. Pulangnya juga kurang dari 10 hari sebelum lebaran. Hahahaha.
Yaaa, semangat lah. Habis itu libur panjang. Walau aku yakin gak sepanjang yang lain, tapi cukuplah (semoga).