Senin, 14 November 2016

6


Kepanitiaan di Himatika kelar~ tapi secara jobdesk belum kelar hahaha. Pasca kepanitiaan masih ada yang harus dilakuin. Baiklah, akan aku ceritakan singkat.

Dulu awal jadi maganger di Himatika, jadi sie PDD Pemilu Himatika 2016. Jadi koor dan punya 2 anggota + 2 pembimbing (angkatan 2012). Aku masih ingat, dulu sering pulang malam gara-gara bikin ini itu, karena per minggunya selalu ada deadline. Tapi, karena jadi PDD akhirnya bisa dikit-dikit lah pakai Corel Draw. Yeay!

Pas jadi pengurus di Himatika, dapat sie Perlengkapan Rapat Kerja. Gak banyak yang dibutuhkan, standart aja. Bedanya, rapat-nya itu pas libur. Jadi mau gak mau kalau ada rapat harus ke kampus. Begitulah.

Kedua, dapat sie Sponsor Mathlete Futsal Cup. Alig. Jadi koor lagi, mana belum pernah jalan sponsoran, gak tau caranya sponsoran. Pas kumpul perdana aja bingung, karena semuanya belum pernah jalan sponsoran. Boom! Tapi, pas jalan sponsoran, itu menyenangkan. Apalagi pas Hydrococo. Terus ada pengalaman, di Tumpy, aslinya kan berapa gitu ya, terus disuruh bayar 50K aja. Lumayaaaan~

Ketiga, sie Acara Lopograf. Dilantik Maret, terlaksana November. Ah, kalau diceritakan akan jadi panjang, malah jadi dongeng nanti. Rapat sampai malam, di Stadion sampai pagi, muter-muter pas hari H. Pengalaman nih, di FK sendirian. Rame sih, tapi serem. Sugesti doang emang anaknya. Hahahaha.

Keempat, Sekretaris Rapat Pleno I. Wah ini. Kepanitiaan ter-slow sepanjang masa. Rabes cuma sekali. Hahahaha. Selain jadi sekretaris, jadi notulis pas hari H. Panjang banget sampai berlembar-lembar, kalau capek minta digantiin sama sekretaris lain. Hahahaha.

Kelima, sie Acara Sigma-Asimtot. Rapat tiap hari, pas libur rapat dari pagi sampai sore. Paling melelahkan, paling menyita waktu. Walau di akhir jadi luka tersendiri karena gak bisa bicara. Gimana coba, sebelum hari H udah sakit, terus pas outbond tengah malam itu dapat pos terakhir sampai pagi. Gak tidur seharian. Suara hilang dengan sendirinya, sedangkan pas pagi dituntut untuk bicara. Ah... Ini...

Terakhir, sie PDD Latihan Kepemimpinan. Jadi koor dan punya 1 anggota. Berdua lebih saik. Koor yang belum pernah ikut survey, rapat terakhir gak mendengarkan, briefing gak ikut, padahal pas hari H gak dapat PJ, alias mendokumentasikan apapun. Nih ya, karena penunjuk arahnya minim, aku mengikuti penunjuk arah berwarna merah (yang setelahnya aku tau bukan penunjuk arah Himatika). Aku ikuti, tracknya susah bener asli. Apalagi sendirian. Aku takut tersesat. Tapi aku tetep naik, dan sampailah di Pos 2. Setelah aku tanyakan, track yang aku lewati itu gak dilewati sama sekali sama kita. Parah.

Aku dokumentasiin 4 pos, 1 pos udah dikomentasiin sama partnerku (dia dapat PJ di situ). Jalan. Jauh. Sendirian. Naik turun. Pas udah capek, mending turun sekalian ke Pos Besar. Hahahaha.

Eh ada lagi, aku jadi pioneer. Ber-empat. Pertama kali motoran ke Sekipan. Boncengan sama Alma. Terus ada Venna dan Puyun juga. Kecepatan sampai 80 km/jam. Itu masih belum mengejar mereka (re: Venna dan Puyun). Nah, pas mulai tikungan, entah gimana mereka itu keluar jalur dan akhirnya kepleset lalu terseret sejauh 2-3 meter. Aku dibelakangnya kaget dan berhenti di depannya agak jauhan. Deg-degan. Yang jatuh mereka, yang bergetar aku. Duh. Masih kebayang. Cepat sembuh kawan.

Dari semua kepanitiaan itu, menyimpan banyak suka duka dan pengalaman tak terlupa. Sekarang udah selesai. Lalu? Tunggu saja kelanjutannya.

Sok misterius banget sih, Rum.