Selasa, 16 Januari 2018

What a night


Malam ini berusaha menyibukkan diri. Berusaha lupa bahwa tadi merasa kecewa dan sedih. Ya bagaimana tidak? Selama ini merasa magang minimal 128 jam, ternyata 160 jam. Ditambah jam magangku belum mencapai 160 jam meskipun sudah 6 hari kerja per minggunya.

Rasa-rasanya campur aduk. Haruskah aku menambah?

Jika aku hitung estimasinya, harus menambah 4 hari lagi agar melebihi 160 jam.

4 hari. Ah, rasanya seperti menambah tekanan batin.

Tekanan batin adalah ketika orang lain kesana-kemari dan kamu hanya melihatnya. Bingung? Absolutely yes! Berusaha buat membantu atau mencari kesibukan, apapun. Yaa, hari pertama rasanya senyum hanya untuk mengurangi tekanan. Harus beradaptasi dan sebisa mungkin melakukan apa saja. Setidaknya kehadiranku bisa membawa manfaat.

Saat pulang magang tadi, aku menuju kamar. Setelah merasa kecewa, aku ingin tidur, ingin merasa lupa atau setidaknya mengistirahatkan pikiran, mungkin aku terlalu berlebihan.

Tapi apa daya... mau tidur aja sulit. Bukan, bukan karena pikiranku, justru karena adekku. Bayangkan saja yaa, dia tiduran di sampingku, sambil main game dan nyanyi. Nyanyinya keras dan gak jelas.

"Sumiya sumiya sumiya dart syalalala dart syalalalala".

BAYANGKAN. DIA NYANYI TANPA JEDA DAN DENGAN SUARA YANG BERBEDA-BEDA. Aku curiga jangan-jangan dia kembar.

Aku gak bisa menahan tawa. Aku tutup muka dia dengan guling. Dia ketawa, makin gak jelas. Lalu diulang, aku lempar dia pakai bantal. Pergi dia, tapi diulang lagi dan semakin menjadi-jadi.

Hahahahaha.

Yaa, mungkin ke-absurd-an dia membuatku sedikit melepas beban dengan tertawa. Mungkin inilah cara Allah menghibur hamba-Nya sebelum tidur.

Lalu aku tidur.

Pas aku bangun, ternyata si absurd, eh si adek juga tidur. Mungkin dia lelah nyanyi.

Bangun tidur pun masih nyanyi. Entahlah. Istighfar.

Makan.

Menyibukkan diri.

Kalau sudah ada beban pikiran, biasanya ingin hapus-hapus sesuatu. Bersih-bersih deh file di laptop. Banyak ternyata. Tapi yaaaa hapus aja. Ctrl + Shift + Del. Totalitas teganya. Lalu, pas mau menghapus file lagi, lihat ada tulisan folder Xiaomi. Wah, backup HP lamaku. Buka-buka deh.

Pas bagian screenshot, aku gak sengaja klik di foto ini

Amazing rasanya. Seperti Allah lagi mengatakan itu ke aku. Self reminder terbaik malam ini. Yes, menata hati. Memang rasanya sesak ketika kecewa, tapi ini pilihan. Aku sudah mencapai sini pun adalah hal yang sangat aku syukuri. Mengapa aku harus bersedih jika bersyukur saja masih bisa? Astaghfirullah...

Hati... hati...

Alhamdulillah. Allah masih mengingatkanku. Ketidaksengajaan ini adalah rencana-Nya. Yaa, aku adalah penganut bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini, bahkan daun yang jatuh saja atas izin-Nya, apalagi sebuah pertemuan. Seperti ini.

What a night. Alhamdulillah. Semoga setelah ini hati lebih bisa ikhlas dan bersyukur. Aamiin.

Selamat pagi!