Tenggelam di lautan, pikiran dan amarahku
Tenggelam di samudra, terhempas ku tak menentu
Tau lagunya gak? Lagu Luruh-nya Rara Sekar dan Isyana Sarasvati. Sebenarnya gak paham-paham banget maksud lagunya apa, tapi cocok dinikmati pas lagi banyak pikiran biar galaunya berirama.
Aku lagi libur semester. Aku cuma di rumah dan doing nothing. Harusnya kalo di rumah tuh kesempatan belajar masak, ngerjain skripsi, maskeran, apapun deh. Tapi aku malah tidur-tiduran, main HP, scrolling sosial media, useless. Kudu bergerak nih. Tadinya juga aku mikir bakal gak ada chat. Tapi ternyata di luar perkiraan, justru rame tapi di waktu-waktu tertentu.
Nah, hari ini sempat merasa kacau. PAGI-PAGI NANGIS!!! It's been 3 months and I still cry?! What the fvck. Kayak yang pas tau tuh langsung nyesssss. Rasanya kayak 6 tahun lalu pas mantan punya pacar baru. Bisa tiba-tiba nangis hahaha. Bedanya, kalo dulu ada orang yang menghibur, kali ini gak.
Susah ya ketika harus move on dan benar-benar sendirian. Gak ada orang baru yang setidaknya jadi teman cerita. Ada sih, teman cerita, tapi kayak gak bisa aku langsung cerita untuk alasan yang gak bisa aku ceritakan di sini. Jadi yaudah, pagi-pagi mengontrol perasaan biar gak terlalu sedih. The struggle is real!!!
Ketika hati udah mulai baik-baik aja, mulai deh tuh ngantuk. Yaudah tidur dulu biar suasana hati makin membaik. Bangun-bangun yaa anggap aja baik. Sempat aku mikir, hebat juga aku membohongi diri sendiri yang aslinya gak baik-baik aja. Tapi yaaa gimana, harus kayak gini. Daaan, sampailah pada waktu dimana salah satu temanku cerita. Aku yang saat itu lagi kacau berusaha buat mikir. YAAA BETUL SEKALI, AKU BUTUH PIKIRAN YANG LAIN.
Dia cerita. Aku kasih dia sebuah pesan yang entah kenapa tiba-tiba kepikiran gara-gara dia bilang do what you want. Terus aku teringat do what you love, love what you do. Yang aku bilang ke dia kayak gini:
Kalo kamu gak bisa do what you love, kamu masih bisa love what you do.
Sejenak aku mikir. Oh iya ya. Kalo do what you love, itu cuma butuh kebahagiaan. Tapi kalo love what you do, itu butuh keikhlasan, pengorbanan, ketidaknyamanan, dan lainnya. Tanpa sengaja, kalimat itu ternyata juga buat aku sendiri. Aku harus bisa menikmati apa yang terjadi sekarang. Setiap keputusan pasti punya resiko dan apa yang aku rasakan hari ini sebab keputusan yang aku ambil 3 bulan lalu.
Mulai di situ ada penerimaan. Meskipun sorenya aku harus nangis lagi, but it's okay.
It's okay not to be okay.
Tadinya aku sempat mikir, perlu gak sih aku tau hal ini? Aku siap gak dikasih tau jawabannya? Kalo gak siap, kenapa aku harus nanya? Apalagi pas itu aku baca di Twitter kalimat kayak gini:
Kadang-kadang kita tidak perlu bertanya tentang sesuatu yang tidak ingin kita dengar jawabannya.
~ Bernard Batubara ~
Aku menahan diri buat nanya, tapi ternyata rasa penasaranku jauh lebih besar. Buat apa aku gak mau tau, kalo suatu saat bakal tau. Daaan, bertanyalah aku. Hasilnya? Lega. Iya, lega banget. Daripada aku tau ini besok-besok, mending tau sekarang, setidaknya aku bisa mempersiapkan hati biar lebih kuat menghadapi kenyataan.
APASIH LEBAY HAHAHAHAHA.
Prinsipku, look for the good in every situation. Jadi kenapa aku lega? Simple, karena akhirnya aku resmi melepaskan perasaan. Aku gak perlu menjaga hatinya lagi, gak perlu merasa gak enakan lagi, karena dia udah punya hati yang lain untuk dijaga.
Pertanyaannya, kalo lega kenapa masih nangis? Gak perlu lah ya aku cerita kenapa bisa nangis. Meskipun ada rasa lega, gak munafik juga kalo rasanya hancur. Lagi-lagi yang harus aku katakan adalah it's okay. Apa yang aku rasain, itu masalahku, bukan masalah dia. Meskipun itu karena dia, tapi itu masalahku dan dia tidak perlu bertanggung jawab.
Akhir kata...
Aku gak pernah menyesali keputusanku 3 bulan lalu. Apa yang terjadi di masa lalu, apa yang aku rasakan di masa kini, dan entah apa yang terjadi di masa depan, aku percaya itu rencana-Nya. Aku hanya butuh waktu aja. Everything's gonna be okay.
Aku gak pernah menyesali keputusanku 3 bulan lalu. Apa yang terjadi di masa lalu, apa yang aku rasakan di masa kini, dan entah apa yang terjadi di masa depan, aku percaya itu rencana-Nya. Aku hanya butuh waktu aja. Everything's gonna be okay.
Belajarlah untuk menahan rasa sakit yang telah Anda pilih. Ketika memilih sebuah nilai baru, Anda sedang memilih untuk memasukkan bentuk rasa sakit yang baru ke dalam hidup Anda. Rasakan. Nikmati. Terima dengan tangan terbuka. Kemudian, lakukanlah.
~ Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat ~