Aku ngajak ketemu. Dia mau. Tapi gak bisa kalo gak di sini. Padahal aku harus pulang, karena ada urusan. Dan memang sudah ditanyain berkali-kali.
Aku sudah lupa kapan terakhir ketemu dia. Aku lupa kapannya. Aku cuma ingat pas itu rapat.
Aku ingin sekali ketemu. Tapi sulit.
Aku harus gimana?
Pun sejujurnya, aku merasa bahwa dia udah bukan dia. Tapi yaudah, hal yang pasti adalah perubahan itu sendiri.
Dari yang sering bertemu
Sampai tanya kabar aja ragu
Apakah aku mengganggu
Apakah dia terganggu
Tapi
Ya sudah lah
Dia sudah bahagia
Atau sedang dibahagiakan
Oleh siapa?
Dirinya sendiri?
Atau?
Sudahlah. Itu bukan urusanku.