Jumat, 27 Januari 2017
Kok
Mungkin benar kata mbaknya. Mungkin. Good bye!
Menikmati sisa-sisa waktu liburan. Ah salah, sisa-sisa waktu gak ngapa-ngapain. Laptop-an malas. Buka ini itu malas. Belum mau mikir lagi. Atau bisa dibilang, aku butuh partner mikir. Eh tapi gak ada. Yaudah. Tar aja.
Bosan sih. Cuma buka tutup aplikasi di HP. Buka ini itu, baca apa.
Terus tadi gak sengaja nemu sebuah akun. Awal aku tau dan ngeh itu akun beneran pas kuliah. Sering dengar, aku kira itu "bahasa" mereka. Eh gak taunya emang benar ada. Pernah juga lihat di TV.
Bukan pertama kali buka, udah pernah. Tapi pas itu di-protect.
Lama gak buka, tadi buka. Gak di-protect. Baca-baca. Lebih banyak gak ngertinya sih ya. Emang aku sendiri gak pernah mengikuti yang demikian. Jadi sah-sah aja kalau aku gak ngerti. Malah mikir, kok bisa ya. Kok tau ya. Kok terkenal ya.
Viral sekali.
Tapi aku gak tau dan aku gapapa.
Aku gak merasa dirugikan kalau aku gak tau. Hahahaha.
Yang jadi sorot perhatian mungkin terkait mapala. Sampai rektornya mengundurkan diri. Sangat disayangkan, beliau mungkin orang baik, kata-kata yang aku ingat, "kesalahan bukan pada anak buah, tapi pada pemimpinnya". Sangat mendalam dan sangat berat untuk dipertanggungjawabkan.
Never ending stories.
Ya, aku hanya netizen. Bukan anak mapala. Bukan juga anak universitas tersebut. Aku tidak suka berkomentar, hanya silent reader. Aku tidak mengikuti perkembangannya. Hanya saja, berita tersebut mudah didapatkan.
Bahaya sekali ya. Berita-berita yang demikian mudah sekali diketahui. Bahkan sampai kemana-mana. Sampai hal-hal yang gak berhubungan jadi dihubung-hubungi aja.
Ya, hati-hati lah. Orang terlalu mudah "menelan" tanpa mau "mengunyah". Tidak mau cek kebenarannya. Asal udah viral, maka itu benar. Mungkin.
Dan bagaimana dengan aku?
Aku hampir-hampir tidak peduli. Tidak suka mengikuti. Itu tidak mengganggu hidupku sejauh ini. Tapi mungkin suatu saat aku perlu. Mungkin? Iya.