Kamis, 26 Januari 2017
Tawa-tawa
Saat sedang mengobrol, aku cukup tercengang. Dia aja yang bagiku sudah sangat hebat, dianggap belum ada apa-apanya. Bagaimana dengan aku yang sangat jauh dibawahnya. Lalu aku berpikir, jika itu akan menyulitkanku, pasti ada cara lain untuk tetap menuju tujuan itu. Ya, pasti ada!
Oke. Jarang nge-blog. Terlalu sibuk tidak menyibukkan diri. Bahkan lebih milih ngelaju daripada tidur di Solo. Capek? Ya kemarin cukup capek karena memaksakan pulang habis Maghrib. Ngantuk banget.
Udah rencana, kalau nanti ngantuk, berhenti mampir minum dulu. Tapi ternyata malah enggak. Justru ngebut. 80 km/jam. Maunya cepat sampai. Mau tidur. Sampai perbatasan Boyolali kota malah jalannya gak kelihatan. Kaca helm-ku juga gelap. Pas buka kaca helm, kabut. Parah. Kok bisa.
Jadi gak ngantuk gara-gara nggumun. Solo enggak.
Terus sengaja melewati jalan lain, nyari sesuatu. Eh pas kelewatan malah kebablasan. Kok tau? Ya karena sempat mencium baunya. Bakso bakar. Putar balik. Eh benar.
Pesan. Cek HP. Mau ngabari, ternyata disuruh beli sesuatu. Oke ninggal dulu. Muter-muter. Tutup semua. Balik ke bakso bakar tadi. Pulang. Aneh. Di rumah malah gak berkabut sama sekali. Padahal aku mikirnya, semakin ke atas harusnya semakin berkabut. Malah kebalikan. Justru enggak.
Kabutnya malah terpusat.
Yaudahlah. Udah kemarin.
Selama libur ini, aku berencana gak mau ke Solo sampai Februari. Tapi takdir berkata lain, aku diharuskan ke Solo untuk beberapa hal. Yaaa udah, gapapa. Gak sendirian. Punya teman domisili Solo.
Banyak perubahan yang terjadi. Banyak sekali. Tapi tidak untuk diceritakan. Hahahaha.