Menahan untuk gak tidur, bangun-bangun bingung sejak kapan aku tidur.
Welcome back!
Selama beberapa hari bingung mau cerita apa. Banyak banget yang dipikir, yang bisa diceritain, tapi susah buat ditulis. Coba bikin draf biar lega, tapi sama aja. Semua dibiarin ada di kepala. Di cerita sebelumnya, aku bilang I'm trying my best to be okay. Itu gak main-main hahaha. Aku stres berhari-hari dan gak tau apa hari ini aku udah biasa aja.
Kemarin tiba-tiba ingat temanku pernah bilang ini.
"Rum, jangan suudzon. Husnudzon aja. Kalo ternyata suudzon-mu benar, kamu gak kaget. Setidaknya kita dapat pahala karena husnudzon."
Bingung awalnya. Berarti suudzon boleh apa gimana? Hahahaha. Sampai beberapa waktu lalu aku paham. Dikuatin husnudzon-nya. Misal terlintas di kepala prasangka buruk alias suudzon, jangan diterusin. Diganti sama prasangka baik.
Nah, aku berusaha banget buat husnudzon. SUSAH. Akhirnya berusaha buat gak mikir dan malah itu bikin kepikiran setengah mati. Aku tau ada yang gak beres, tapi harus menganggap baik-baik aja. Aku merasa harus menyelesaikan sesuatu, tapi aku gak siap sama resikonya.
Cemen. Aku terlalu cemen untuk bicara.
Gak naif, aku takut memperburuk keadaan. Aku takut resiko yang udah dipikirin ternyata ada yang luput. Rasanya mau persetan dengan ini semua, tapi gak bisa. Jangan jadi setan. Jangan kesetanan, karena aku tau dengan siapa aku berhadapan.
Pelan-pelan. Belajar sabar. Belajar gak gegabah. Belajar menerima. Belajar melihat sisi lain yang lebih jauh lagi. Belajar memahami. Belajar mengalah. Belajar untuk gak marah. Suatu saat pasti, tapi bukan hari ini.