Senin, 26 Desember 2016

Zona baru


Lagi belajar bagi waktu. Tapi kayaknya sama aja deh. Malah mager mulu mau ngapa-ngapain. Kayak galau. Eh jangan galau.

2 hari terakhir pulang jam 11 malam terus, malah jam 12. Ini bukan pertama sih, dulu waktu STARFM juga sering pulang malam. Malah gak tanggung-tanggung, pagi sekalian. Bedanya, sekarang bisa pulang ke kos sendiri tanpa harus numpang tidur di kos teman. Terima kasih Fayu dan Iped, kalian pernah menampung sang tuna kos. Wkwk.

Mungkin ada yang bertanya, ngapain sampai malam banget. Ya itu, ini masa-masa oprec. Ada wawancara. Kelar sih jam 9 atau 10 kurang. Tapi habis itu bahas apa dulu, mikir-mikir sampai ngantuk-ngantuk. Capek? Hahahaha. Jalani aja. Toh, aku gak sampai sakit kayak teman-temanku. Unch. Cepat sembuh kalian!

Dulu merasakan di-wawancara-i. Sekarang merasakan me-wawancara-i. Mengetahui bahwa setiap jawaban gak harus "hebat". Merasakan semangat seseorang ketika ingin sekali masuk dan ya hanya ikut-ikutan teman yang lain. Merasakan kekecewaan ketika ada beberapa yang mengundurkan diri. Merasakan banyak hal yang belum pernah aku rasakan.

Aku selalu ingin tau, apakah seseorang itu bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan? Apakah dia selalu mencoba kuat padahal sejatinya dia lelah? Dia tak pernah mengatakannya, tapi fisiknya menunjukkan.

Dalam satu waktu, sejujurnya aku tertekan. Memikirkan banyak hal dalam satu waktu, ditambah kelupaan pergi ke suatu tempat. Ah. Itu sangat menghambat.

Hanya beberapa hari, aku semakin melihat orang-orang mulai berubah. Tak lagi sama. Aku gak bisa menjelaskan. Aku rasa ini tak perlu dijelaskan. Kalian yang membersamaiku pasti mengerti.

Ini gila. Semenjak aku berkata "iya". Memasuki zona baru. Dan yang aku rasakan zona peralihan. Sangat tidak nyaman, tapi jika aku bisa ikhlas, maka aku mendapatkan zona baru yang satu tingkat lebih baik.