Kamis, 07 Juli 2016
Tebing terbelah
Niatnya gak mau mikir, malah kepikiran. Hidup emang suka lucu.
Jam segini mainan JOOX. Tadi sore download di Play Store. Karena bosen aja. Playlist di HP cuma 3, mau dengerin radio gak ada earphone, mager buka laptop, yaudah deh.
Aneh masa'. Selama kurang lebih 30 menit, lagu yang keputer itu lagu-lagu yang sama sekali gak aku kenal. Tapi males gantinya. Alhasil ngebiarin aja.
Tau Love of My Life -nya Queen atau Soldier of Fortune -nya Deep Purple gak? Lagu-lagu lama sih. Lagu yang menemani selama perjalanan mudik. Favoritku.
Tapi malam ini, lagu Sampai Jumpa -nya Endank Soekamti sedang aku nikmati. Syahdu. Hahaha.
Mudik. Boyolali-Jogja 1,5 jam. Jogja-Semarang 2,5 jam. Semarang-Boyolali 4 jam. Emang bener, macet itu bikin stres. Aneh ya. Apa yang membuat macet?
Kalau aku pikir-pikir, orang yang gak mau sabar (nyerobot lajur berbeda) itu bisa bikin macet. Apalagi orang-orang yang minta dikawal polisi. Serius ya, bikin macet. Kayak penting aja dia.
Penyempitan jalan, antri di tol, keluar dari tol, lampu merah, persimpangan, dan masih banyak lagi. Tapi yang pasti, sebanyak apapun jalan, masih gak seimbang sama jumlah kendaraan. Tiap tahun bertambah. Ya gitu. Kan jadi penuh.
Tadi pertama kalinya lewat tol yang berbeda. Yang tembusnya arah Salatiga. Serem. Jadi, ada kayak apa sih, tebing tinggi. Bener-bener kayak dibelah. Kanan kiri hijau semua.
Aku penasaran sama cara mereka membangun, membelah tebing, mencari jalan, membuka jalan, menarik gak sih? Atau aku doang yang tertarik? Hahaha.
Melelahkan berada di jalan dan itu siang. Bikin sepaneng. Pusing. Kok mereka tahan ya?